Isu Terkini

Geolog Ungkap Aktivitas Gempa Darat di Jawa Bagian Barat Lebih Tinggi

Manda Firmansyah — Asumsi.co

featured image
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.

Geolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Gayatri Indah Marliyani menilai, aktivitas kegempaan di Pulau Jawa bagian barat lebih tinggi ketimbang daerah lain. Gempa itu berasal dari aktivitas sesar aktif di darat.

Guncangan kuat: Gempa yang terjadi di darat seperti di Cianjur, Jawa Barat biasanya memiliki kedalaman yang dangkal. Yaitu, kurang dari 15 km, sehingga guncangannya akan dirasakan dengan kuat di permukaan.

“Jika jalur sesar di darat ini dekat dengan wilayah pemukiman, harus diwaspadai,” tutur Gayatri, dilansir dari Antara.

Sumber gempa: Munculnya pusat gempa di daratan dipicu sumber gempa yang berada pada zona subduksi. Selain itu, juga dari sumber gempa lain berupa sesar-sesar aktif yang berada di darat. Ada banyak sesar aktif yang sudah teridentifikasi dengan baik, seperti Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Opak, Sesar Baribis, hingga Sesar Kendeng.

Menurut Gayatri, bencana gempa yang terjadi di Cianjur dengan magnitudo cukup besar M 5.6 dan hiposenter yang dangkal, yaitu 11 km disebabkan oleh pergerakan sesar aktif di darat.

“Sumber gempa yang dekat dengan permukaan serta magnitudo yang cukup besar menyebabkan dampak merusak yang cukup meluas terutama di sepanjang jalur sesar tersebut,” ujar Gayatri.

Tanah longsor: Sementara itu, bencana tanah longsor akibat gempa disebabkan banyak jenis batuan di wilayah sekitar Cianjur, Sukabumi, dan Bogor dengan kemiringan lereng yang tinggi. Selain itu, batuan di wilayah Cianjur, Sukabumi, tersusun oleh material hasil letusan gunung api yang masih lepas-lepas dan tebal.

“Ketika terkena guncangan keras akibat gempa bumi, lapisan tanah dan batuan lepas yang berada pada lereng yang terjal akan mudah bergerak dan longsor,” ucapnya.

Banyak korban jiwa: Menurut Gayatri, banyak korban jiwa akibat gempa di Cianjur disebabkan rumah warga tidak dibangun dengan metode tahan guncangan. Imbasnya, banyak korban jiwa karena tertimpa bangunan rumah. Ia meminta pemerintah memetakan sumber gempa dan menghitung besaran dampaknya.

Pembaruan dari peta sumber dan bahaya gempa harus dilakukan secara berkala untuk mengakomodasi penemuan-penemuan baru yang akan melengkapi basis data dan memperbaiki model seismic hazard yang dihasilkan.

“Setelah peta sumber sudah ada, hasil ini harus dituangkan dalam aturan dan tata cara untuk bangunan tahan gempa. Aturan dan tata cara ini harus ditaati dan kontrol pelaksanaannya harus diperketat,” tutur Gayatri.

Baca Juga:

Puluhan Korban Gempa Cianjur Masih Hilang

Warga Penghadang Ambulans Relawan Gempa Cianjur Minta Maaf

Korban Meninggal Akibat Gempa Cianjur Bertambah jadi 268 Orang

Share: Geolog Ungkap Aktivitas Gempa Darat di Jawa Bagian Barat Lebih Tinggi