featured

Unsplash/ Firmbee.com

Teknologi

12 Okt 2021

Google Ungkap 2,6 Miliar Pengguna Chrome Terancam Peretasan

Ray

Google mengungkapkan adanya ancaman peretasan pada salah satu layanan browser milik mereka, Chrome. Ancaman peretasan ini dikhawatirkan berpengaruh pada keamanan data 2,6 miliar penggunanya.

Ancaman: Melansir Forbes, ancaman peretasan yang terdeteksi baru-baru ini disebut dengan 'eksploitasi zero day'. Ancaman peretasan itu bisa berdampak pada pengguna Chrome di sistem operasi Linux, macOS, hingga Windows.

Peretasan ini, menurut Google bahkan bisa menerobos sistem keamanan sebelum aksi perbaikan dilakukan oleh mereka. Adapun ancaman peretasan yang rentan mengeksploitasi sistem Google ini memiliki kode CVE-2021-37973.

"Google mengkonfirmasi adanya ancaman tingkat tinggi zero day yang berarti ancaman peretasan berkali-kali lipat pada fitur browser-nya," tulis laporan tersebut.

Eksploitasi: Melalui sumber yang sama, Google tak tinggal diam dengan adanya ancaman ini. Mereka memastikan tengah berupaya melindungi keamanan seluruh pengguna dan melakukan pembaruan sistem teknologinya. 

Sepanjang September, dilaporkan ada 10 kerentanan ancaman peretasan pada UAF Chrome. Ancaman ini disebut bisa mengeksploitasi memori program para pengguna Chrome.

Pemeriksaan: Google menyampaikan cara untuk memeriksa apakah perangkat pengguna dalam ancaman, yakni dengan membuka Settings/Pengaturan kemudian pilih Help, lalu klik opsi About Google. Bila hasilnya menunjukkan Chrome versi 94.0.4606.61 atau lebih tinggi maka dapat dinyatakan sistem keamanannya terlindungi.

"Bila belum tersedia pembaruan maka perlu dilakukan langkah pengecekan ini secara berkala," lanjut keterangan Forbes.

Share: Google Ungkap 2,6 Miliar Pengguna Chrome Terancam Peretasan