featured

ITV

Internasional

19 Sep 2021

Memohon Kembali ke Inggris, Shamima Begum: Lebih Baik Mati daripada Balik ke ISIS

Ilham Anugrah

Shamima Begum tiba-tiba tampil dalam program ITV Good Morning Britain. Mantan pengantin ISIS itu mengenakan topi Nike hitam, atasan kaos abu-abu, dan rambutnya dibiarkan terurai.

Perempuan 22 tahun itu meminta simpati publik agar kembali ke negara asalnya, Inggris.

Siapa Shamima Begum?

Shamima adalah salah satu dari tiga siswi London timur yang melakukan perjalanan ke Suriah pada Februari 2015 dan mendukung kelompok Negara Islam (ISIS). Begum, lahir di Inggris dari orang tua keturunan Bangladesh dan berusia 15 tahun ketika dia pergi.

Ia melakukan perjalanan melalui Turki ke markas ISIS di Raqqa, sampai di sana ia menikah dengan seorang tentara Belanda.

Kewarganegaraan Dicabut

Pada 2019, Shamima ditemukan oleh seorang jurnalis. Dia sedang hamil sembilan bulan, di sebuah kamp pengungsi Suriah pada Februari 2019.

Bayi itu kemudian meninggal karena pneumonia dan Begum mengatakan dia sebelumnya telah kehilangan dua anak lainnya. Namun, saat pertama kali ditemukan, Shamima tidak menunjukkan penyesalan sedikit pun.

Publik “Negeri Ratu Elizabeth” Marah

Kewarganegaraan Begum telah dicabut Inggris karena alasan kemarahan publik. Di samping itu, pada Februari 2020, pengadilan Inggris memutuskan menghapus kewarganegaraan Begum adalah hal yang sah karena dia adalah "warga negara Bangladesh secara keturunan"

Ironisnya, Bangladesh menyatakan bahwa Begum tidak akan diizinkan masuk ke negara itu. "Posisi yang jelas dari pemerintah Bangladesh adalah warga negara Inggris Shamima Begum tidak pernah

menjadi warga negara Bangladesh," kata Kementerian Luar Negeri Bangladesh dalam sebuah pernyataan kepada Dhaka Tribune.

"Shamima Begum tidak memiliki hak apa pun dalam hal ini dan tidak ada ruang untuk mengizinkannya memasuki Bangladesh."

Akui Menyesal

Dalam program ITV Good Morning Britain, Begum mengakui menyesal bergabung dengan ISIS. Ia menambahkan, bahwa sekarang merasa nyaman dengan dirinya saat ini.

Dia juga mengatakan jika diizinkan kembali ke Inggris, dia ingin memberi nasihat tentang taktik yang digunakan oleh ISIS untuk membujuk orang pergi ke Suriah dengan berbagai cara.

“Ini kewajiban saya untuk melakukannya, agar tidak ada lagi gadis-gadis muda lain yang hancur hidupnya,” katanya mengutip BBC.

Baca Juga: Penangkapan Pentolan JI, Efek Samping Kemenangan Taliban

Begum menyampaikan ada sebagian orang, tidak peduli apa yang ia katakan atau apa yang dilakukan. “Mereka tidak akan percaya bahwa saya telah berubah,” katanya.

Menurutnya tidak ada yang bisa membenci dirinya melebihi dirinya. “Dan yang bisa saya katakan adalah 'Maaf', dan beri saya kesempatan kedua,” pintanya.

Lebih Baik Mati

Begum menyesal apa yang ia lakukan, dan ia lebih menyatakan lebih baik mati daripada kembali ke ISIS. :Satu-satunya kejahatan yang saya lakukan adalah bergabung dengan ISIS,” katanya.

Bahkan, Begum bersedia pergi ke pengadilan dan menghadapi apa yang ia lakukan sebelumnya.“Karena saya tahu saya tidak melakukan apa pun di ISIS selain menjadi ibu dan istri,” tegasnya.

Share: Memohon Kembali ke Inggris, Shamima Begum: Lebih Baik Mati daripada Balik ke ISIS