featured

ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman

Isu Terkini

15 Sep 2021

Jokowi Peringatkan Potensi Mahasiswa Terpapar Radikalisme dari Luar Kampus

Ricardo

Presiden Joko Widodo meminta para rektor dan dosen untuk memperhatikan kegiatan mahasiswa di dalam dan luar lingkungan kampus. Hal itu untuk menghindari potensi terpaparnya para mahasiswa dengan paham-paham radikalisme.

Potensi terpapat radikalisme

Jokowi menuturkan tugas rektor dan seluruh jajarannya bukan hanya mendidik mahasiswa di ruang kampus. Jokowi meminta mereka juga bertugas mengawasi kegiatan mahasiswa yang ada di luar kampus.

“Di luar kampus pun menjadi tugas rektor dan seluruh jajarannya, hati-hati. Di dalam kampus dididik mengenai budi pekerti, di luar kampus enggak ada yang mendidik, jadi pecandu narkoba,” ujar Jokowi saat berpidato dalam forum pertemuan dengan rektor-rektor perguruan tinggi di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Senin (13/9).

“Nah, untuk apa kita kalau enggak bisa menjangkau ke sana? Di dalam kampus dididik mengenai Pancasila, kebangsaan, di luar kampus ada yang mendidik mahasiswa kita jadi ekstremis garis keras, jadi radikalis garis keras, lha untuk apa?,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Jokowi menyampaikan revolusi industri 4.0, disrupsi teknologi, pandemi telah mempercepat gelombang besar perubahan dunia. Kondisi itu, kata dia menimbulkan ketidakpasitan yang sangat tinggi.

Oleh sebab itu, dia berharap perguruan tinggi harus memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan talentanya dan mengubah pola-pola lama.

“Jangan mahasiswa itu dipagari oleh terlalu banyak program-program studi di fakultas,” ujar Jokowi.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga menyampaikan hal serupa. Ia meminta isu-isu radikalisme dan masifnya berita bohong (hoaks) harus menjadi perhatian mahasiswa. Sebab hal itu merupakan awal dari tumbuhnya potensi perpecahan.

"Jangan sampai (mahasiswa) terjerumus dalam paham liberalisme, sekularisme, dan radikalisme, dan mudah terpengaruh berita hoaks, yang selain akan merusak citra kampus juga dapat menodai nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa," kata Ma'ruf saat memberikan pengarahan bagai mahasiswa baru Universitas Merdeka Malang, Selasa (14/9).

Merdeka dalam belajar

Jokowi mengingatkan perguruan tinggi harus memberikan mahasiswa kemerdekaan untuk belajar. Dia meminta mahasiswa mendapat kesempatan untuk belajar kepada siapa saja, seperti kepada praktisi.

“Karena sebagian besar mahasiswa nanti akan menjadi praktisi, sebagian besar. Artinya, ada juga yang akan menjadi dosen, menjadi peneliti. Itulah esensi merdeka belajar, di mana mahasiswa merdeka untuk belajar, dan juga kampus juga memperoleh kemerdekaan untuk berinovasi,” ujar Jokowi.

Ma'ruf juga meminta para jajaran kampus dan tenaga pendidik lainnya untuk memberikan perhatian dan juga penguatan dalam pengajaran wawasan kebangsaan.

"Prinsip Merdeka Belajar yang dicanangkan pemerintah perlu dijadikan prinsip dan tekad dari seluruh warga kampus dan para mahasiswa terutama dalam meningkatkan riset dan inovasi," jelas Ma'ruf.

Mendikbutristek Nadiem Makarim juga meminta para mahasiswa untuk mengeksplorasi pengalaman belajar di luar program studinya.

"Kemendikbutristek memberikan hak kepada semua mahasiswa di seluruh Indonesia untuk belajar di luar program studinya atau di luar kampusnya selama tiga semester," jelas Nadiem.

Share: Jokowi Peringatkan Potensi Mahasiswa Terpapar Radikalisme dari Luar Kampus