Covid-19

6 Tempat Isolasi Mandiri Paling Unik di Seluruh Dunia

OlehRendi Widodo

featured
Foto: The Print/Manisha Mondal

Tak hanya cerita negatif yang ditinggalkan oleh pandemi Covid-19 yang dimulai sejak Desember 2019. Ada juga cerita unik tentang bagaimana orang-orang di seluruh dunia melakukan isolasi mandiri (isoman) saat terindikasi Covid-19.

Mulai dari tinggal di atas pohon hingga di dalam kapal selam. Apa saja ide unik, yang kebanyakan terjadi karena terpaksa, yang dilakukan warga dunia saat dituntut melakukan isolasi mandiri? Berikut ini rangkumannya!

Di Atas Pohon

Di Nalgonda, India, seorang pria berusia 18 tahun,Shiva, memilih tinggal di atas pohon untuk melakukan isolasi mandiri. Hal ini dia lakukan karena terbatasnya ruang di dalam rumahnya.

Dikutip dari The Print (16/5/21), Shiva dinyatakan postif mengidap Covid-19 pada tanggal 4 Mei 2021. Akhirnya dia menjalani kesehariannya di atas pohon di sebelah rumahnya dengan platform kayu yang dibuatnya sendiri.

Baca juga: Belum Terima Insentif Sejak November 2020, Nakes Wisma Atlet Merana!

Kampung halaman Shiva merupakan daerah rural yang bahkan mengharuskan perjalanan hingga 30 km untuk sampai ke rumah sakit terdekat.

“Tidak ada pusat isolasi di sekitar sini. Dua hari lalu, pemerintah mengubah sebuah hostel untuk menjadi pusat isolasi. Sebelumnya semua warga di kampungku tidak memiliki apa-apa, bahkan saya sendiri tidak yakin ada pusat isolasi di desa-desa tetangga. Lalu apa lagi yang bisa saya lakukan?” kata Shiva.

Kapal Selam

Seorang kontraktor sipil mengunjungi kapal selam bertenaga nuklir kelas Oscar-II milik Angkatan Laut Rusia. Pria tersebut dalam rangka melakukan pekerjaan terkait kapal selam tersebut. Sayangnya, belakangan terungkap bahwa kontraktor tersebut telah melakukan kontak dengan seseorang yang dinyatakan positif Covid-19.

Karena kejadian ini, seluruh kru kapal selam bernama Orel tersebut harus menikmati waktu lebih panjang di dalam kapal selam mereka untuk menjalani isolasi mandiri. Disebutkan Iflscience terdapat 100 kru di dalam kapal selam tersebut.

Sejumlah kapal selam yang melakukan misi penting tidak akan tahu bahwa pandemi sedang terjadi di permukaan. Berita buruk secara rutin dirahasiakan dari mereka yang bekerja di kapal selam balistik untuk menjaga moral.

“Mereka tidak akan tahu. Para kru kapal selam harus selalu siap pada misi-misi mereka, mereka yang ada di laut tidak membutuhkan informasi tentang pandemi” kata pensiunan Laksamana Prancis Dominique Salles dalam sebuah wawancara dengan New York Times.

Kota Hantu

Dikutip dari Reader Digest, seorang pria di Amerika Serikat, Brent Underwood, dikabarkan membeli kota tambang perak Cerro Gordo, California yang terbengkalai pada tahun 2018.

Dirinya berencana membangun resor pedesaan untuk para pelancong. Namun, berkat salju lebat dan Covid-19, dia akhirnya terdampar di sana sendirian selama berbulan-bulan.

Sementara dia menguasai kota tersebut sendirian, Brent memilih untuk menghindari bangunan rumah susun dan kuburan yang konon berhantu.

"Semakin lama saya di sini, semakin banyak hal terjadi pada saya yang tidak dapat saya jelaskan," katanya. Terlepas dari tetangga dunia lainnya, Brent akhirnya memutuskan untuk tinggal di Cerro Gordo tanpa batas waktu tertentu.

Sebuah Kapal Pancing di Samudra Hindia

Mundur ke Februari 2020, dilaporkan beberapa warga negara Selandia Baru dan Filipina memulai perjalanan memancing komersial selama dua bulan untuk sebuah perusahaan makanan laut. Awalnya, mereka mengira itu seperti pekerjaan rutin lainnya, sayangnya Covid-19 merebak saat mereka masih melaut.

Karena pandemi, kapal mereka tidak diizinkan kembali ke pangkalan di Selandia Baru. Akhirnya, 42 kru kapal tersebut harus terdampar tanpa tujuan di Samudra Hindia.

Perusahaan makanan laut yang menyewa jasa para kru pun harus menghabiskan 300.000 dolar Selandia Baru untuk menyewa dua jet pribadi dan membawa pulang awak kapal tersebut pada Agustus 2020.

Baca juga: Mengenal Triple Mutant, Penyebab Melonjaknya Kasus Covid-19 di India

Kastil Berhantu

Pada 20 Maret 2020 anggota orkestra pan flute dari Bolivia memulai sebuah tur dua minggu di Jerman. Tetapi ketika pandemic Covid-19 menghentikan perjalanan, para musisi muda tersebut tidak dapat kembali ke rumah mereka di Bolivia.

Mereka tinggal di kastil Jerman yang berusia hampir 600 tahun hingga Juni. Kastil itu diduga dihantui oleh hantu salah satu mantan penghuninya, Frederick the Great, dan juga mitosnya dikelilingi oleh 23 kawanan serigala.

 “Kami semua bercanda bahwa hantu Frederick mengikuti kami dan mencoba membuat kami tersandung,” kata salah satu musisi kepada BBC.

Para anggota orkestra menghabiskan hari-hari mereka untuk berlatih, bermain sepak bola, dan berjalan-jalan di sekitar perkebunan kastil.

Kebun Binatang

Empat anggota staf di kebun binatang Paradise Park di Cornwall, Inggris, memutuskan tetap berada di dalam kebun binatang untuk merawat hewan setelah ditutup untuk umum pada 21 Maret 2020 karena Covid-19.

Mereka tinggal di kebun binatang selama 12 minggu, mengikuti rutinitas makan harian mereka dan mendokumentasikan waktu mereka bersama hewan di media sosial. Kebun binatang dibuka kembali pada awal Juli.

Share: 6 Tempat Isolasi Mandiri Paling Unik di Seluruh Dunia