Teknologi

Siap-siap, Puing Roket China Terjun Bebas ke Bumi Pekan Ini!

OlehIrfan Muhammad

featured image
Foto: China.org

Sejumlah pakar memperkirakan puing-puing dari roket China, Long March 5B akan menghantam bumi pekan ini. Roket yang diluncurkan pada 29 April 2021 di Wenchang, Provinsi Hainan ini, mengutip New York Times mungkin tidak akan jatuh di daerah dengan manusia, namun peluang ini pun diyakini tidak sepenuhnya akan bekerja dengan baik.

New York Times melaporkan, bagian dari roket terbesar China, Long March 5B, jatuh tak terkendali di orbit setelah meluncurkan bagian dari stasiun luar angkasa baru negara itu pekan lalu. Hal ini yang disinyalir menyebabkan hantaman puing ke bumi pada hari Sabtu atau Minggu pekan ini.

Melansir The Guardian, Gedung Putih telah menyerukan perilaku ruang angkasa yang bertanggung jawab karena puing-puing dari roket China, yang dianggap tidak terkendali. Komando Luar Angkasa AS mengklaim bagian sepanjang 30 meter (100 kaki) akan menjadi salah satu puing terbesar dari puing-puing luar angkasa yang jatuh ke Bumi.

Baca juga: Elon Musk: Akan Banyak yang Mati di Mars, Ini Sederet Risikonya!

Aerospace Corp. mengatakan, mereka memperkirakan puing-puing itu akan menghantam Pasifik dekat Khatulistiwa setelah melewati kota-kota AS bagian timur. Orbitnya mencakup sebagian besar planet dari Selandia Baru ke Newfoundland.

Sekretaris pers Gedung Putih, Jen Psaki, mengatakan pada hari Rabu, Amerika Serikat berkomitmen untuk mengatasi risiko kemacetan yang meningkat karena puing-puing ruang angkasa dan aktivitas yang berkembang di luar angkasa. Pihaknya juga ingin bekerja dengan komunitas internasional untuk mempromosikan perilaku ruang angkasa yang bertanggung jawab.

Jonathan McDowell, astrofisikawan di Universitas Harvard, menyebut kalau kemungkinan jatuhnya bagian roket ke bumi sangat mungkin terjadi.

“Terakhir kali mereka meluncurkan roket Long March 5B, mereka berakhir dengan batang logam besar yang panjang beterbangan di langit dan merusak beberapa bangunan di Pantai Gading,” katanya.

Menurut McDowell, ini adalah salah satu bagian buruk dari kelalaian China dalam aktivitas luar angkasanya. Apalagi, potongan-potongan roket ini bukanlah barang dengan berat ringan.

“Benda yang beratnya lebih dari 10 ton, kami tidak membiarkannya jatuh dari langit tanpa terkendali dengan sengaja," ucap dia.

Roket Long March 5B membawa modul utama Tianhe, atau Harmoni Surgawi, ke orbit pada 29 April. China merencanakan 10 peluncuran lagi untuk membawa bagian tambahan dari stasiun luar angkasa ke orbit.

Holger Krag, kepala kantor puing-puing luar angkasa Badan Antariksa Eropa, mengatakan stasiun laser Austria mampu melacak roket yang jatuh. Data terbaru menunjukkan ia berada dalam orbit elips mulai dari 165km hingga 292km dari Bumi.

Sulit untuk menentukan kapan dan di mana roket akan jatuh, tetapi perkiraan ESA saat ini antara 8 Mei dan 10 Mei. Lintasan roket berarti bahwa setiap bagian yang selamat dan masuk kembali ke bumi akan mendarat antara 41 derajat utara dan 41 derajat selatan, di sebidang tanah yang membentang dari wilayah selatan Spanyol, Portugal dan Italia hingga ke Australia.

Krag mengatakan tidak mungkin untuk memprediksi berapa banyak roket yang akan bertahan masuk kembali tanpa memiliki detail desain tahap pertama Long March 5B.

Untuk diketahui, sekitar 150 ton perangkat keras antariksa jatuh kembali ke bumi setiap tahun dan sejauh ini tidak ada korban jiwa. Sebagian besar terjun ke Pasifik. "Kasus khusus ini menggabungkan cukup banyak massa dalam satu peristiwa yang luar biasa, tetapi tidak akan terlalu banyak mengubah profil risiko tahunan," kata Krag.

Baca juga: Heli Robotik NASA Berhasil Terbang di Mars, Ini Misinya!

Pada Mei 2020, roket China lainnya jatuh tak terkendali ke Atlantik di Afrika barat. Itu adalah puing-puing terberat yang jatuh tak terkendali sejak bekas stasiun luar angkasa Soviet Salyut 7 pada 1991.

Stasiun luar angkasa pertama China, Tiangong-1, jatuh ke Pasifik pada tahun 2016 setelah Beijing mengonfirmasi telah kehilangan kendali. Pada 2019, badan antariksa mengendalikan penghancuran stasiun keduanya, Tiangong-2, di atmosfer.

Pada bulan Maret, puing-puing roket Falcon 9 yang diluncurkan oleh perusahaan AS SpaceX juga jatuh ke Bumi di Washington dan di pantai Oregon.

Tanggapan China

Badan antariksa China belum mengatakan apakah roket itu dikendalikan atau akan turun ke bumi di luar kendali. Tapi surat kabar Global Times, yang diterbitkan oleh Partai Komunis China, mengklaim eksterior Long March 5B memiliki paduan aluminium "berkulit tipis". China mengklaim bagian ini mudah terbakar di atmosfer sehingga risiko untuk manusia sangatlah jauh.

Share: Siap-siap, Puing Roket China Terjun Bebas ke Bumi Pekan Ini!