Isu Terkini

7 Penumpang Meninggal, Ini Fakta-fakta Kecelakaan KMP Yunicee di Selat Bali

OlehRay

featured image
Foto: Unsplash

Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee dilaporkan tenggelam di Selat Bali sekitar pukul 19.20 WITA. Sebanyak 7 orang dilaporkan meninggal dalam tragedi ini. Seperti apa kronologi dan fakta-fakta yang menyelimuti peristiwa ini?

Kecelakaan Saat Mau Bersandar di Pelabuhan

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adiwibawa, seperti dikutip CNN mengatakan kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju ke Pelabuhan Gilimanuk, hingga pihaknya menerima informasi kapal tersebut tenggelam sekitar pukul 19.20 WITA.

Ia menerangkan, kapal tersebut tenggelam saat akan bersandar di pelabuhan. Meski begitu, dirinya belum dapat memastikan posisi kapal tersebut tengah mengantre untuk bersandar atau tidak. "Lumayan agak jauh juga tenggelamnya. Kapal tenggelam seluruhnya," kata Adi.

Mengutip Tempo, Komandan Kodim Banyuwangi Letkol Infantri Yuli Eko menjelaskan lebih jauh soal kronologi yang menyebabkan tenggelamnya kapal tersebut. 

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Gilimanuk, Bali, KMP Yunice berangkat atau menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk. 

Baca juga: Kapal Selam KRI Nanggala-402 Diduga Kuat Tenggelam di Kedalaman 850 Meter | Asumsi

Sebelum tenggelam, KMP sempat antre untuk bersandar di Pelabuhan Gilimanuk. Tak lama, kapal tersebut terbawa arus laut ke arah selatan pelabuhan. "Saat menunggu untuk bersandar terjadi kecelakaan dan kapal tenggelam," ucapnya. 

Diduga Terseret Ombak 

Menyadur Kompas.com, Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi Banyuwangi Benyamin Ginting mengatakan, saat kecelakaan berlangsung kapal diduga diterjang gelombang tinggi. 

Akibat gelombang tinggi ini, kata dia, kapal terseret arus hingga tenggelam. "Gelombang tinggi tiga sampai lima meter. Kapal ini terseret arus ke selatan. Kemungkinan itu yang menyebabkannya," kata Benyamin di Pelabuhan Ketapang, Selasa malam. 

Sejauh ini, lanjut dia, Tim SAR gabungan masih berusaha melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Penyelidikan lanjutan juga akan dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Mengutip laporan terbaru Detik.com, Kepala Basarnas Bali, Gede Darmada mengatakan 44 penumpang selamat dalam kecelakaan ini. "Selamat 44 orang," ucapnya. 

6 Orang Hilang dan 7 Penumpang Meninggal Dunia

Selain penumpang yang selamat, Darmada juga menyampaikan jumlah terkini penumpang yang dinyatakan hilang dan meninggal dunia. "Jumlah korban meninggal 7 orang, dalam pencarian 6 orang," ucapya dikutip dari sumber yang sama.

Sukro Winoto (44), salah satu korban selamat dari tragedi KMP Yunicee, menceritakan detik-detik kapal yang ditumpanginya tenggelam di Selat Bali. Sewaktu para penumpang dikabarkan kalau kapal mulai karam, ia bergegas mengenakan pelampung dan terjun ke tengah laut. 

Baca juga: Kapal Selam KRI Nanggala 402 Hilang Kontak, Ini Kapal Selam di Deretan Alutsista Indonesia | Asumsi

Ia mengaku, saat berada di laut langsung berteriak minta tolong saat ada kapal yang lewat di sekitarnya. "Ada setengah jam nunggu kapal lewat dan teriak minta tolong," kata Sukro dikutip dari Kompas.com. 

AKBP I Ketut Gede Adiwibawa, seperti dilaporkan sumber yang sama menjelaskan Tim SAR Gabungan saat ini terus melakukan penyisiran dan pencarian korban terus yang difokuskan di beberapa titik, mulai dari sepanjang bibir pantai Gilimanuk

Lokasi ini menjadi fokus titik karena di sekitar wilayah ini banyak ditemukan korban yang selamat dan meninggal dunia. "Beberapa korban kami evakuasi ada yang evakuasi kami arahkan ke Ketapang, kemudian kami sisir juga di sepanjang pantai Gilimanuk, ada korban yang selamat dan ada juga korban yang meninggal dunia," jelasnya. 

Diduga Kelebihan Penumpang

Gubernur Bali Wayan Koster, seperti dilaporkan Detik.com mengungkapkan adanya indikasi kelebihan muatan di dalam KMP Yunicee. Ia menjelaskan berdasarkan data sementara, KMP Yunice berangkat dengan membawa 41 penumpang dan 16 ABK dengan total keseluruhan ada 57 orang. 

Dari informasi yang diperolehnya, saat ini sudah ditemukan 59 korban, 6 korban dinyatakan meninggal dunia dan 53 orang selamat. “Dari data yang tercatat memang kelihatan ada selisih antara yang tercatat dengan yang ditemukan. Beda data yang masuk sebagai manifest dengan fakta sesungguhnya," ungkapnya.

Adapun saat ini, ia belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan yang menurutnya mungkin bisa disebabkan berbagai faktor. 

“Kita belum bisa buru-buru menyimpulkan penyebabnya, salah satu bisa karena usia kapal, human error dan bisa juga karena faktor alam,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan pada Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XI Jawa Timur Rocky Surentu, melansir Okezone menyebut kapal ini laik berlayar. Ia juga menepis adanya dugaan kelebihan muatan.

Soal adanya ombak tinggi saat terjadi kecelakaan, ia juga memastikan kalau saat itu kondisi gelombang dalam keadaan stabil untuk kawasan perairan yang dilintasi KMP Yunicee. 

"Di Ketapang kondisi ombak tidak tinggi, dan di tengah (Selat Bali) gelombang tinggi. Mengenai muatan kapal juga sesuai," katanya. 

Share: 7 Penumpang Meninggal, Ini Fakta-fakta Kecelakaan KMP Yunicee di Selat Bali