Budaya Pop

Terima Kasih Tabloid BOLA, dari Kita Semua yang Sudah Diedukasi

Hafizh Mulia — Asumsi.co

featured image

Semua orang punya ingatannya masing-masing tentang tabloid BOLA. Beberapa pembaca rela sampai tidak jajan makan siang di sekolah untuk membeli tabloid yang hingga tahun 1997 itu, hanya terbit setiap hari Jumat. Pembaca lain pernah menggunakan tabloid BOLA sebagai satu-satunya sumber informasi tentang sepak bola dan beberapa olah raga lainnya, mulai dari jadwal pertandingan hingga informasi latar belakang atlet kesukaannya, terutama ketika Wikipedia dan koneksi internet belum semudah sekarang aksesnya. Apapun itu, tabloid BOLA pernah berada di puncak kejayaan sebagai satu-satunya tabloid informasi untuk penikmat olah raga yang haus akan informasi.

Per edisi hari ini, Jumat 26 Oktober 2018, tabloid BOLA resmi menghentikan penerbitannya. Pengumuman yang diumumkan oleh media sosial BOLA di tanggal 17 Oktober 2018 itu sontak memicu nostalgia para pembacanya yang dulu begitu banyak. Tabloid BOLA yang dulu pernah menguasai pasar, pada akhirnya harus menutup penerbitan selamanya, tunduk pada arus digitalisasi media.

Tentunya, ada banyak fakta menarik yang bisa dikulik dari 34 tahun kiprah tabloid BOLA. Berikut beberapa di antaranya:

Terbit di Tanggal 3 Maret 1984 Sebagai Sisipan Harian Kompas, tampilkan Diego Maradona Sebagai Cover Pertama yang Mandiri

Perjalanan 34 tahun tabloid BOLA diawali sebagai sisipan Harian Kompas di tanggal 3 Maret 1984. Saat itu, awalnya, rubrik olahraga di harian Kompas yang hanya satu halaman ternyata menarik minat yang cukup tinggi di pasaran. Keterbatasan ruang untuk berbicara tentang sepak bola dan olah raga lain di harian Kompas menghadirkan ide untuk menciptakan media baru khusus membahas olahraga. Jakob Oetama, yanga kala itu adalah Pemimpin Umum Kompas, menunjuk Ignatius Sunito dan Sumohardi Marsis sebagai pelaksana pembuatan tabloid BOLA.

Empat tahun berselang menjadi sisipan di harian Kompas, edisi 2 April 1988 menjadi edisi pertama tabloid BOLA resmi terbit mandiri. Edisi pertama tersebut cukup unik, karena di bagian cover menunjukkan Diego Maradona dengan headline “Maradona ke Galatama?” Di masa awal, BOLA terbit seminggu sekali di hari Jumat, dengan total jumlah 24 halaman.

Ikon Si Gundul  yang Menjadi Ciri Khas Akhirnya Menjebol Gawang di Episode Terakhir

Si Gundul, adalah salah satu komik strip di tabloid BOLA, yang pemeran utamanya memiliki nama Si Gundul. Di volume terakhir tabloid BOLA ini, akhirnya Si Gundul mencetak gol. Si Gundul digambarkan oleh tabloid BOLA sebagai karakter yang mengalami nasib sial, yaitu tidak pernah berhasil mencetak gol. Tabloid BOLA pun memberikan kesempatan untuk Si Gundul di volume terakhirnya ini dengan cara menyundul bola yang datang sebagai pantulan dari tiang gawang lawan. Selamat tinggal, Si Gundul!

Sembilan Kali Mengawal Piala Dunia

Semenjak terbit di tahun 1984, Piala Dunia sudah berlangsung sembilan kali. Selama sembilan kali itu juga, tabloid BOLA selalu hadir dan melakukan liputan terbaru dari Piala Dunia. Piala Dunia pertama kali yang diliput oleh tabloid BOLA adalah Piala Dunia tahun 1986 di Meksiko. Sedangkan Piala Dunia terakhir adalah Piala Dunia 2018, yang baru saja selesai diselenggarakan di Rusia.

Mulai dari Terbit Sekali Seminggu, Menjadi Enam Kali Seminggu

Di masa-masa awal terbit, tabloid BOLA merupakan tabloid mingguan yang terbit seminggu sekali di hari Jumat. Mengalami beberapa perubahan sekaligus beradaptasi dengan keinginan dan kondisi pasar, BOLA pun akhirnya terbit selama enam kali dalam seminggu, dengan edisi mingguan hadir di hari Sabtu. BOLA berhenti mempublikasikan seminggu sekali di tahun 1997. Semenjak saat itu, tabloid BOLA mulai menerbitkannya menjadi dua kali seminggu, yaitu Selasa dan Jumat. Setelah dua kali seminggu, pengubahan demi pengubahan terjadi sehingga terciptalah penerbitan yang dilakukan seperti saat ini, yaitu enam kali seminggu.

Ucapan Selesai dan Terima Kasih di Cover Terdepan Tabloid BOLA

BOLA menutup volume terakhirnya dengan menuliskan kata “SELESAI” dan “Terima Kasih” di bagian halaman depannya. Tiga kata ini menjadi cover halaman depan terakhir untuk tabloid BOLA. Terima kasih kembali, BOLA!

Share: Terima Kasih Tabloid BOLA, dari Kita Semua yang Sudah Diedukasi