Keuangan

Ini Deretan Stimulus Pajak yang Lanjut di 2021

OlehAdmin

featured
Dokumentasi Kemenkeu

Kementerian keuangan secara resmi memberikan kelonggaran berupa insentif perpajakan. Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap bisa bertahan di tengah pandemi. 

Dikutip dari CNBC Indonesia, awalnya, insentif perpajakan yang diberikan pemerintah pada 2020 lalu akan berakhir di akhir tahun. Namun karena pandemi belum berakhir akhirnya insentif ada yang diperpanjang hingga 30 Juni 2021 bahkan ada juga yang terus diperpanjang hingga 31 Desember 2021. 

Berikut beberapa Insentif yang diperpanjang oleh pemerintah : 

Diskon PPnBM Kendaraan Bermotor 

Diskon ini diberikan khusus pembelian mobil dengan kapasitas silinder hingga 1.500 cc dan tingkat kandungan dalam negeri minimal 70%. Diskon 100% atau PPnBM 0% yang awalnya hanya hingga Mei diperpanjang hingga Agustus 2021. Sementara itu, September-Desember diskon PPnBM diberikan sebesar 50%. 

Diskon PPN 100% DTP sektor Properti 

Diskon PPN 100% untuk sektor properti ini diberikan pemerintah untuk pembelian rumah tapak atau rusun baru yang sudah tersedia dan bukan inden dengan harga jual maksimal Rp 2 miliar. Serta diskon 50% untuk pembelian rumah tapak atau rusun baru dengan harga jual Rp 2 miliar - Rp 5 miliar. 

PPh 21 DTPInsentif ini diberikan kepada karyawan yang memiliki NPWP dan penghasilan bruto yang bersifat tetap dan teratur yang disetahunkan tidak lebih dari Rp 200 juta. Karyawan tersebut akan mendapatkan penghasilan tambahan dalam bentuk pajak yang tidak dipotong karena atas kewajiban pajaknya ditanggung oleh pemerintah. 

PPh Final UMKM DTP 

Pelaku UMKM mendapat insentif PPh final tarif 0,5% sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2018 (PPh Final PP 23) yang ditanggung pemerintah. Dengan demikian wajib pajak UMKM tidak perlu melakukan setoran pajak. Pihak-pihak yang bertransaksi dengan UMKM juga tidak perlu melakukan pemotongan atau pemungutan pajak pada saat melakukan pembayaran kepada pelaku UMKM. 

Pembebasan PPh 22 Impor 

Wajib pajak yang bergerak di salah satu dari 730 bidang usaha tertentu (sebelumnya 721 bidang usaha), perusahaan KITE, atau perusahaan di kawasan berikat mendapat insentif pembebasan dari pemungutan PPh pasal 22 impor. 

Pengurangan Angsuran PPh 25 

Wajib pajak yang bergerak di salah satu dari 1.018 bidang usaha tertentu (sebelumnya 1.013 bidang usaha), perusahaan KITE, atau perusahaan di kawasan berikat mendapat pengurangan angsuran PPh pasal 25 sebesar 50% dari angsuran yang seharusnya terutang.Pengembalian Pendahuluan PPNPengusaha kena pajak (PKP) berisiko rendah yang bergerak di salah satu dari 725 bidang usaha tertentu (sebelumnya 716 bidang usaha), perusahaan KITE, atau perusahaan di kawasan berikat mendapat insentif restitusi dipercepat hingga jumlah lebih bayar paling banyak Rp 5 miliar.

Share: Ini Deretan Stimulus Pajak yang Lanjut di 2021