General

Buronan Mafia Ditangkap Usai Bikin Video Masak, Kenapa Sih, Orang Suka Nge-Vlog?

OlehRay

featured image
Foto: Shutterstock

Interpol Republik Dominika berhasil menangkap buronan usai membuat vlog masak di YouTube. Buronan tersebut diketahui bernama Marc Feren Claude Biart. Peristiwa konyol ini cukup mengejutkan banyak pihak, lantaran buronan itu bukannya memilih bersembunyi justru tergoda untuk menjadi selebritas vlog di negaranya.

Dilansir dari BBC, polisi berhasil mengetahui Biart merupakan orang yang memasak dalam vlog tersebut karena tato yang ada di tubuhnya teridentifikasi dengan ciri-cirinya. Ia akhirnya ditangkap polisi di Republik Dominika pada Rabu (31/3/21). Saat ini, ia telah diekstradisi ke Italia untuk dijebloskan ke penjara.

Buron Sejak 2014

Biart menjadi buron karena dituduh sebagai anggota kelompok mafia 'Ndrangheta. Dalam keterangan kepolisian, selama ini Biart hidup di Kota Boca Chica, Republik Dominika tanpa menarik perhatian publik.

Pria berusia 53 tahun ini, menjadi buronan polisi sejak 2014, saat diduga terlibat dalam kasus penyelundupan kokain ke Belanda atas nama klan Cacciola dari kelompok mafia 'Ndrangheta.

"'Ndrangheta dianggap sebagai salah satu kelompok kejahatan terorganisir terkuat di dunia mengingat mereka mengendalikan arus masuk kokain ke Eropa. Basis kelompok tersebut berada di Calabria, Italia," demikian ditulis BBC.

Seorang pria berusia 66 tahun, bernama Luigi Mancuso dissbut sebagai pimpinannya. Ia dikenal dengan nama samaran "sang Paman", "si Serigala", "Gendut" dan 'Pirang".


Kelompok Mafia Jalani Sidang di Italia

Dikabarkan, sebanyak 355 anggota mafia dan pejabat korup yang didakwa melalui investigasi panjang terhadap kelompok 'Ndrangheta. Saat ini, seluruhnya tengah menghadapi sidang mafia terbesar yang berlangsung di pengadilan Italia, sejak beberapa dekade terakhir.

"Sedemikian banyaknya orang yang dituduh terlibat, perlu lebih dari tiga jam bagi hakim untuk membacakan nama-nama terdakwa pada sidang praperadilan," tulis kantor berita AFP dilansir dari BBC.

Nama-nama yang didakwa, dinyatakan melakukan kejahatan pembunuhan, peredaran narkoba, pemerasan, dan pencucian uang.

"Lebih dari 900 saksi diperkirakan bakal memberikan bukti-bukti dalam persidangan yang dibuka pada Januari lalu dan bakal berlangsung dua tahun," lanjut sumber yang sama.


Kenapa Orang Suka Nge-Vlog?

Fenomena ini menarik perhatian Psikolog Klinis Personal Growth, Counseling & Development Centre Jakarta Ni Made Diah Ayu Anggreni, M.Psi. Nge-vlog yang saat ini tengah menjadi tren, menurutnya membuat banyak orang dari berbagai kalangan dan latar belakang atau karakteristik terpikir ikut serta memproduksi vlog, termasuk seseorang seperti Biart yang notabene buronnan polisi.

"Tujuannya bermacam-macam, ada yang ingin dikenal dan mendapat popularitas, ada yang karena ingin mengikuti tren zaman sekarang, ada yang karena ingin mendapat penghasilan, ada juga yang ingin sharing terkait dengan kehidupan sehari-hari, pengalaman, atau skill-nya," kata Ayu kepada Asumsi.co melalui sambungan telepon, Sabtu (3/4/21). 

Ia menambahkan, di tengah keterbukaan informasi digital saat ini, seseorang dapat dengan mudah mengenali sosoknya lewat vlog yang dipublikasikannya. Apalagi, jika konten tersebut viral dan menjadi perbincangan di dunia maya. Maka, tak heran bila vlog kegiatan masak yang dipublikasikan Biart di YouTube sampai ke tangan polisi.

"Kita bisa melihat dan mengenal orang melalui vlog yang dibuatnya. Sehingga, pembuat vlog harusnya lebih berhati-hati dan memikirkan dampak dari konten yang dibuatnya," ucapnya. 

Namun, lanjutnya, kadang kala seseorang lupa diri serta kurang dalam mempertimbangkan berbagai hal saat nge-vlog, mulai dari mempertimbangkan konten hingga dampak yang mungkin ditimbulkan. 

"Hal ini membuat seseorang tersebut juga tidak dapat memprediksi konsekuensi yang akan diterima di kemudian hari. Perlu dibedakan juga orang yang suka membuat vlog untuk sekadar mengikuti tren atau eksis, dengan orang yang memang ingin menjadi content creator," terang Ayu. 

Menurutnya, orang yang ingin menjadi content cerator pastinya akan lebih memperhatikan isi atau konten yang ingin dibagikan kepada warganet. "Mereka bsa melakukan riset terkait sebelum membuat vlog, menentukan target penonton dan tujuan dari video yang diunggah, serta memperkirakan dampak yang timbul dari konten yang dibuatnya," tandasnya.

Share: Buronan Mafia Ditangkap Usai Bikin Video Masak, Kenapa Sih, Orang Suka Nge-Vlog?