Internasional

Mengenal Hari Libur Nasional Juneteenth di AS yang Resmi Ditetapkan Joe Biden

OlehCitra

featured image
Ocala.com

Amerika Serikat secara resmi mengakui Juneteenth sebagai hari libur federal. Hal itu setelah presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menandatangani RUU menjadi undang-undang pada Kamis (17/6/2021). Undang-undang tersebut akhirnya dikenal sebagai Undang-Undang Hari Kemerdekaan Nasional Juneteenth.

Dalam upacara Gedung Putih yang meriah, Biden menekankan perlunya negara untuk mengenal sejarahnya, bahkan apabila sejarah itu memalukan. Biden mengatakan, negara yang besar tidak mengabaikan momen-momen paling menyakitkan dalam sejarah.

“Kami berdamai dengan kesalahan yang kami buat. Dan mengingat saat-saat itu, kami mulai pulih dan tumbuh lebih kuat,” kata Biden, sebelum menandatangani RUU.

 “Saya baru menjadi presiden selama beberapa bulan, tetapi saya pikir ini akan menjadi salah satu penghargaan terbesar yang saya miliki sebagai presiden,” imbuhnya, dikutip dari The Guardian.

Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, turut menghadiri acara. Harris merefleksikan hari bersejarah itu dalam identitasnya. Ia menjadi anggota parlemen kulit hitam yang berjuang untuk memajukan RUU tersebut. Apalagi kini, Harris menjadi wanita kulit hitam pertama yang menjabat sebagai wakil presiden AS.

“Kami berkumpul di sini, di sebuah rumah yang dibangun oleh orang-orang yang diperbudak. Kami tinggal selangkah lagi dari tempat Presiden Abraham Lincoln menandatangani Proklamasi Emansipasi,” kata Harris.

“Kami telah datang jauh, dan masih jauh untuk pergi. Tapi hari ini adalah hari perayaan. Ini bukan hanya hari kebanggaan. Ini juga hari bagi kita untuk menegaskan kembali dan mendedikasikan diri kita untuk bertindak,” ujar Harris, dikutip dari NPR.

Lantas, apa sih Juneteenth itu, dan seberapa penting sehingga ditetapkan menjadi Hari Libur Federal?

Juneteenth merupakan gabungan dari kata “June” atau Juni, dan “nineteenth”, atau sembilan belas. Sesuai namanya, Juneteenth diperingati setiap tahun pada tanggal 19 Juni.

Juneteenth menjadi hari untuk memperingati berakhirnya perbudakan di Amerika Serikat. Juneteenth juga disebut sebagai Hari Emansipasi atau Hari Kemerdekaan Juneteenth.

Riwayat Juneteenth berakar pada tahun 1863. Kala itu, selama Perang Saudara Amerika, Presiden Abraham Lincoln mengeluarkan Proklamasi Emansipasi. Dikutip dari Britannica.com, Proklamasi Emansipasi tersebut menyatakan bahwa lebih dari tiga juta budak yang tinggal di negara-negara Konfederasi bebas.

Namun, pada kenyataannya, Proklamasi Emansipasi tidak serta merta membebaskan orang yang diperbudak. Melansir dari History.com, Proklamasi hanya berlaku untuk tempat-tempat di bawah kendali Konfederasi dan tidak untuk negara-negara perbatasan yang memegang budak atau sudah di bawah kendali Uni. Namun, saat pasukan Utara maju ke Konfederasi Selatan, banyak orang yang diperbudak melarikan diri ke Union.

Di Texas, perbudakan terus berlanjut karena negara bagian tidak mengalami pertempuran skala besar atau kehadiran signifikan pasukan Union. Banyak budak dari luar Lone Star State telah pindah ke sana. Mereka melihatya sebagai tempat yang aman untuk perbudakan.

Kebebasan akhirnya datang pada 19 Juni 1865. Sekitar 2.000 tentara Union tiba di Teluk Galveston, Texas. Melansir dari NPR, kala itu, Mayor Jenderal Gordon Granger dari Union menyampaikan pesan yang sangat penting: perang berakhir, Union telah menang, dan berakhirnya perbudakan di Galvaston, Texas. Lebih dari 250.000 orang kulit hitam yang diperbudak di negara bagian itu pun dibebaskan melalui dekrit eksekutif.

Jenderal Granger membacakan General Order Nomor 3, bahwa perbudakan tidak lagi ditoleransi. Semua budak juga bebas dan selanjutnya akan diperlakukan sebagai pekerja sewaan jika mereka memilih untuk tetap tinggal di perkebunan.

Rakyat Texas diberitahu bahwa sesuai dengan Proklamasi dari Eksekutif Amerika Serikat, semua budak bebas. Ini melibatkan prsamaan mutlak hak dan hak milik antara mantan tuan dan budak, dan hubungan yang sampai sekarang di antara mereka menjadi majikan dan buruh upahan,” kata Jenderal Granger, mengutip dari laman Juneteenth.com.

Deklarasi oleh Jenderal Granger tersebut kemudian dianggap sebagai titik puncak berakhirnya perbudakan. Para mantan budak yang mendengar deklarasi tersebut sontak bergembira. Mereka segera merayakannya dengan berdoa, berpesta, bernyanyi, dan menari.

Sayangnya, emansipasi tidak terjadi dalam semalam untuk semua orang. Dalam beberapa kasus, beberapa budak menyembunyikan informasi tersebut hingga setelah musim panen. Perayaan pun pecah kala itu di antara orang kulit hitam yang baru dibebaskan, dan lahirlah Juneteenth.

Pada Desember di tahun yang sama, perbudakan di Amerika secara resmi dihapuskan dengan diadopsinya Amandemen ke-13. Amandemen itu menyatakan: "Baik perbudakan maupun penghambaan paksa, kecuali sebagai hukuman atas kejahatan yang pihak tersebut telah dihukum dengan sepatutnya, tidak akan ada di Amerika Serikat, atau tempat mana pun, yang tunduk pada yurisdiksi mereka."

Dikutip dari situs resmi National Museum of African American History & Culture, masa pasca-emansipasi yang dikenal sebagai Rekonstruksi (1865-1877) menandai era harapan besar bagi bangsa secara keseluruhan. Orang-orang yang sebelumnya diperbudak segera berusaha untuk bersatu kembali dengan keluarga, mendirikan sekolah, mencalonkan diri untuk mendapat jabatan politik, mendorong undang-undang radikal, dan bahkan menuntut pemilik budak untuk memberi kompensasi.

Bagaimana Juneteenth Dirayakan?

Setahun setelah deklarasi Jenderal Granger, perayaan Juneteenth resmi berlangsung untuk pertama kalinya di Texas dengan istilah “Jubilee Day”. Di sana, orang-orang Texas melakukan ibadah seperti pertemuan doa dan menyanyi rohani. Mereka juga melakukan selebrasi dengan mengenakan pakaian baru sebagai cara untuk mewakili kebebasan baru mereka. Selain itu, pria dan wanita yang sebelumnya diperbudak, beserta keturunan mereka, juga melakukan ziarah tahunan ke Galveston.

Perayaan mencapai level baru pada tahun 1872. Mengutip dari New York Times, kala itu, sekelompok menteri dan pengusaha Afrika-Amerika di Houston membeli 10 hektar tanah dan membangun Emancipation Park. Ruang publik itu dibuat sebagai tempat perayaan Juneteenth tahunan di kota tersebut.

Dalam beberapa tahun, orang Afrika-Amerika di negara bagian lain turut merayakan dan menjadikannya tradisi tahunan. Puncaknya, ketika orang kulit hitam bermigrasi dari Texas ke bagian lain negara, tradisi Juneteenth menyebar. Pada tahun 1979, Texas menjadi negara bagian pertama yang menjadikan Juneteenth sebagai hari libur resmi.

Kini, perayaan dan tradisi Juneteenth bervariasi di seluruh Amerika Serikat. Melansir dari BBC, beberapa negara bagian menggelar parade. Orang-orang berkumpul untuk makan dan bermain game. Ada pula pembacaan pidato, nyanyian, hingga kebaktian di gereja. Beberapa negara bagian menggelar rodeo, kontes, konser, dan parade.

Makanan juga menjadi ikon penting dalam perayaan Juneteenth. Barbekyu menjadi salah satu cara paling populer untuk menandai Hari Kemerdekaan Nasional ini bersama keluarga dan teman. Hidangan paling terkenal dalam Juneteenth adalah “salad Marcus Garvey,” yang berasal dari nama aktivis kulit hitam. Salad ini terbuat dari kacang merah, hijau, dan hitam.

Bagaimana Juneteenth Menjadi Hari Libur Federal?

Upaya untuk membuat Juneteenth sebagai hari libur federal membutuhkan waktu puluhan tahun.

Seperti yang dilakukan Opal Lee. Pada 2016, Opal Lee yang berusia 89 tahun berjalan kaki dari Texas, tempat lahirnya Juneteenth, ke Washington DC dalam upaya mendorong anggota parlemen. Melansir dari BBC, dia berjalan sejauh empat kilometer setiap hari. Hingga dalam dua setengah tahun, dia berhasil ke parlemen.

49 negara bagian dan Washington DC kemudian secara resmi mengakui Juneteenth sebagai hari libur negara bagian. South Dakota menjadi negara bagian terakhir yang mengakuinya.

Saat Barack Obama masih menjadi senator Illinois, ia ikut mensponsori undang-undang untuk menjadikan Juneteenth sebagai hari libur nasional. Namun, undang-undang itu tidak pernah disahkan, bahkan setelah dia menjadi presiden.

Hingga akhirnya, pada Rabu (16/6/2021) lalu, DPR AS mendukung undang-undang tersebut dengan hasil suara 415-14, sehari setelah disetujui dengan suara bulat oleh Senat. Dengan tanda tangan Presiden Biden, undang-undang tersebut akhirnya disahkan. Juneteenth akan menjadi hari libur federal baru pertama, sejak Hari Martin Luther King Jr diberlakukan pada tahun 1983.

Sebanyak14 anggota DPR dari Partai Republik menolak RUU tersebut. Seorang anggota parlemen dari Montana mengatakan undang-undang itu semua tentang "politik identitas". Sementara itu, seorang penentang di Kentucky mengatakan, pengesahan UU tersebut akan menciptakan kebingungan dan mendorong orang Amerika untuk memilih salah satu dari dua hari sebagai hari kemerdekaan mereka berdasarkan identitas rasial mereka.

Share: Mengenal Hari Libur Nasional Juneteenth di AS yang Resmi Ditetapkan Joe Biden