Sains

Sampai 'Telan' Pemukiman Warga di Meksiko, Ini Penyebab Terjadinya Sinkhole

OlehRay

featured image
Foto: Pablo Spencer/AP

Sebuah lubang raksasa yang berukuran lebih luas dari lapangan bola muncul di Zacatapec, Meksiko, sejak akhir Mei lalu. Kini, ukuran lubang raksasa tersebut dilaporkan semakin meluas. 

Banyak Disebabkan Faktor Geologis

Melansir AP, lubang raksasa tersebut saat ini sudah mulai menelan kawasan pertanian hingga pemukiman warga. Awalnya lebar dari lubang yang disebut sinkhole ini hanya sekitar 30 meter. Tapi kini melebar sampai 80 meter. 

Para ahli dan pihak berwenang kini terus menyelidiki penyebab kemunculan sinkhole tersebut, meski dugaan yang berdasarkan simpulan sementara sudah didapatkan. Dilaporkan, drone juga diterjunkan untuk meneliti area sekitar sinkhole. 

"Kemungkinan besar penyebabnya kesalahan geologis atau variasi kandungan air tanah," demikian disampaikan para ahli.

Baca juga: Menelaah Potensi Gempa Bumi saat Gerhana Matahari | Asumsi 

Di sisi lain, lokasi sinkhole malah jadi tempat warga berfoto. Bukannya menjauh, warga malah mendekat ke lokasi sinkhole meski polisi telah memasang garis pembatas. "Ini bukanlah atraksi buat turis atau tempat wisata yang bisa dikunjungi bersama keluarga," seru pihak kepolisian setempat kepada warga. 

Warga pun segera diminta untuk meninggalkan area sekitar terjadinya fenomena alam ini. Pemerintah Mexico juga telah mengirimkan tentara untuk menjauhkan warga dengan jarak 600 meter dari tepi lubang raksasa ini.

Fenomena alam serupa juga pernah terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada 23 Desember 2019. Kala itu, sinkhole terjadi di Dusun Tana Takko, Desa Lebbo Tengae, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kompas.com melaporkan, lubang tersebut terletak di area persawahan warga, hingga membuat mereka terkejut. Sebab, lubang besar yang tanahnya seolah masuk ke perut Bumi ini cuma sebesar drum, namun terus membesar hingga memiliki diameter 15 meter dan dasarnya cukup dalam. 

Menyikapi fenomena alam ini, Juru Kampanye Greenpeace, Arifsyah Nasution, mengatakan, sinkhole paling banyak terjadi karena disebabkan oleh faktor alam atau geologis. 

"Memang faktor penyebabnya yang paling utama ini adalah alam. Kita tahu, berbeda lokasi, berbeda area, dan berbeda negara, pasti berbeda juga struktur geologisnya. Struktur tanah yang merupakan bagian dari Bumi ini kan, bergerak atau hidup. Saat terjadi pergerakan pada struktur tanah ini, misalnya karena gempa, maka menyebabkan guncangan yang mengakibatkan penurunan muka tanah," jelas dia kepada Asumsi.co melalui sambungan telepon, Rabu (16/6/21).

Perilaku Manusia Bisa Jadi Pemicu

Ulah tangan manusia juga bisa menjadi penyebab terjadinya sinkhole. Arifsyah menerangkan, ada sejumlah pemicu yang bikin struktur tanah melakukan pergerakan hingga terjadi sinkhole, seperti eksploitasi air tanah hingga penambangan ilegal. 

Baca juga: BMKG: Potensi Gempa dan Tsunami Meningkat, Ini Daerah yang Perlu Waspada! | Asumsi

"Ini juga bisa disebabkan karena pengambilan air tanah yang terlalu masif, kemudian menyebabkan komposisi air di dalam tanah berkurang sehingga tidak bisa lagi menampung beban dan tanahnya jadi padat. Ini banyak terjadi di kawasan pesisir," katanya. 

Sementara pada penambangan ilegal, biasanya mereka yang melakukan pengeboran atau menggali untuk keperluan tambang bawah tanah tidak melakukan riset atau kajian secara mendalam soal kemungkinan terjadinya kerusakan struktur tanah atas perbuatan mereka.

"Galian beberapa jenis tambang, misalnya emas, itu banyak yang ambil dari tambang tertutup, dibuat hole, jaringan terowongan bawah tanah, sehingga bisa menyebabkan sinkhole ini. Dari pertambangan ini, enggak stabil struktur tanahnya dan ini banyak terjadi di tambang-tambang emas ilegal," terang Arifsyah. 

Ia kemudian mengimbau pentingnya memanfaatkan air tanah secara bijak untuk kebutuhan rumah tangga. Perilaku membuang air secara berlebihan, menurutnya, mesti dihindari. 

Sedangkan, bagi para penambang, harus mengamati secara jeli struktur tanah yang bakal digali dan tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Bila hal ini diabaikan, maka kerusakan alam siap-siap menanti. 

"Faktor manusia karena pengambilan air berlebihan dari tanah, atau penggalian konstruksi yang sembarangan, ini sangat bisa menjadi trigger untuk terjadinya sinkhole. Ini memang fenomena alam yang bisa terjadi karena faktor-faktor yang dinamis. Namun perilaku kita dalam menjaga alam adalah hal yang utama," pungkasnya.

Share: Sampai 'Telan' Pemukiman Warga di Meksiko, Ini Penyebab Terjadinya Sinkhole