Isu Terkini

Penembakan di Boulder, Colorado, Renggut 10 Nyawa

OlehIrfan Muhammad

featured image
Unsplash/Chip Vincent

Amerika Serikat kembali dirundung muram. Belum kering air mata korban penembakan Atlanta, kali ini terjadi lagi penembakan di Boulder, Colorado. Sejumlah laporan media Amerika Serikat mencatat penembakan yang merenggut 10 nyawa itu terjadi tidak lebih dari sepekan sejak kejadian di Atlanta.

Dalam situs berita npr.org, penembakan ini terjadi pada Senin (22/3/2021) malam waktu setempat di sebuah toko. Sebuah media merekam rekaman seorang pria bertelanjang dada yang berjalan keluar dari toko bernama King Soopers dengan borgol. Kaki kanannya berlumuran darah dari lutut hingga bagian bawah. Dia dibawa dengan ambulans. Namun, belum ada keterangan resmi apakah pria tersebut pelaku penembakan.

Dalam laporan ABC disebutkan sempat terjadi adu tembak antara pelaku dengan polisi. Polisi yang datang setelah ada laporan penembakan di area parkir King Soopers pada pukul 14:49 langsung mendatangi tempat kejadian dan disambut dengan tembakan dari seseorang.

Polisi lantas mengancam pelaku dan memintanya keluar dengan mengangkat tangan tanpa senjata. Sekitar pukul 16:15 petugas telah membersihkan supermarket dan pelanggan yang telah berada di dalam selama cobaan berat, dikawal keluar.

Belum jelas bagaimana kelanjutan dari tragedi penambakan ini. Namun kekerasan yang melibatkan penggunaan senjata api memang menjadi masalah lama Amerika Serikat.

Berdasarkan data BBC, pada 2017 dilaporkan bahwa 40 persen warga AS memiliki senjata api atau tinggal di rumah yang menyimpan senjata api. Sepanjang tahun 2013-2016, Amerika Serikat memiliki catatan buruk terkait pembunuhan dengan senjata api, yakni 64 persen di tahun 2016. Sangat jauh dengan Kanada yang ada di angka 30,50 persen, Inggris di 4,50 persen (sepanjang 2015-2016) dan Australia sebanyak 13 persen (stahun 2013 ke 2014).

Data yang dilansir dari Badan Pencegahan Bunuh Diri AS juga memperlihatkan kepemilikan senjata api menjadi alat untuk bunuh diri yang paling lazim di gunakan di AS.

Di Colorado sendiri, penembakan yang menewaskan banyak orang bukan hanya sekali ini terjadi. Pada 1999, dua siswa di Columbine High School bernama Eric Harris dan Dylan Klebold membunuh 12 siswa dan satu guru dengan senjata api. Penembakan yang dikenal sebagai The Columbine High School Massacre ini juga membuat 21 orang terluka hingga disebut sebagai tragedi penembakan paling mematikan sepanjang sejarah AS.

Pada Juli 2012, seorang pria melepaskan tembakkan di sebuah bioskop di Aurora selama pertunjukkan "The Dark Knight Rises". Penembakan ini menewaskan 12 orang dan melukai 58 lainnya.

Selang tiga tahun, tepatnya November 2015, terjadi lagi penembakkan di klinik Planned Parenthood, Colorado Springs. Penembakkan itu membunuh tiga orang dan melukai sembilan orang. Dan pada Mei 2019, seorang siswa tewas dan delapan lainnya terluka dalam penyerangan di STEM School Highlands Ranch.

Kebijakan Kepemilikan Senjata Dipertanyakan

Rentetan kekerasan yang dilakukan dengan senjata api dalam satu dekade terakhir di AS telah menimbulkan respons publik atas perlunya pengetatan kepemilikan senjata api.

Survei Gallup yang dilakukan setelah penembakkan massal Las Vegas pada 2016 menunjukkan perubahan persepsi warga AS yang semula menganggap kepemilikan senjata sebagai hal yang biasa saja menjadi cukup khwatir. Sementara sebanyak 55 persen responden mendukung pengetatan kepemilikan senjata api menjadi hanya milik aparat dan penegak hukum.

Aspirasi ini sempat hendak digolkan Presiden Barack Obama namun tersandung suara dari Partai Republik.

Mengutip BBC, penolakan atas aspirasi pengetatan kepemilikan senjata api juga muncul dari Asosiasi Senapan Nasional (NRA). NRA berdalih, kepemilikan senjata api oleh masyarakat sipil membuat AS lebih aman.

Rentetan penembakan yang terjadi di Colorado pun diharapkan bisa membuat aturan kepemilikan senjata api ditinjau ulang. Mengutip pernyataan Roberto, seorang warga Boulder kepada USA Today: "Saya berharap tragedi ini akan membantu mengubah UU senjata dan kita semua dapat bekerja sama untuk membuat dunia yang lebih damai untuk anak-anak kita".

Share: Penembakan di Boulder, Colorado, Renggut 10 Nyawa