Politik

Testimoni Peserta KLB Demokrat: Diimingi Rp 100 Juta, Dapat Cuma Rp 10 Juta

Ramadhan– Asumsi.co

featured image
Tangkapan Layar YouTube Agus Yudhoyono

Mantan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kotamobagu, Sulawesi Utara, Gerald Piter Runtuthomas mengaku diimingi uang senilai Rp 100 juta untuk hadir ke Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, beberapa hari lalu.

Namun, ia hanya diberikan uang Rp 5 juta setelah KLB selesai. Dalam testimoninya, mulanya, Gerald mengaku dihubungi oleh seseorang bernama Vecky Gandey untuk bisa memilih Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lewat KLB.

Gerald menyebut sempat menolak ajakan mengikuti KLB tersebut. Namun, saat dihubungi untuk kedua kalinya, ia diiming-imingi uang Rp 100 juta jika hadir di KLB dan memilih ketua umum baru, yakni Moeldoko. Padahal, kata Gerald, dia tidak memiliki hak suara untuk memilih ketua umum baru.

"Saya ikut (KLB) karena diiming-imingi uang besar Rp 100 juta. Kalau sudah tiba di lokasi akan dapat 25 persen, yaitu Rp 25 juta. Selesai KLB akan dapat sisanya Rp 75 juta. Tapi nyatanya kita cuma dapat uang Rp 5 juta," kata Gerald dalam video testimoni yang ditayangkan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang disiarkan melalui kanal YouTube Agus Yudhoyono, Senin (8/3/21).

Baca Juga: AHY: Saya Tak Ada Masalah dengan Moeldoko, tapi..

Mengetahui uang yang didapat tidak sesuai janji, Gerald dan kader-kader Partai Demokrat daerah lainnya pun memberontak di acara KLB tersebut. Ia membeberkan bahwa daerah pertama yang memberontak adalah Maluku, disusul Papua, lalu Sulawesi Utara.

Setelah itu, Gerald mengatakan protes tersebut akhirnya bisa diredam karena mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, memberikan tambahan uang senilai Rp 5 juta.

"Saya tak terima karena sudah berkorban sudah melawan Ketua DPC saya sehingga dipanggil dan ditambah uang Rp 5 lima juta. Total itu dapat uang Rp 10 juta."

Gerald mengaku dirinya datang ke KLB tersebut dengan alasan bahwa Ketua DPC tidak bisa menghadiri acara itu. Padahal sesuai AD/ART, seorang Wakil Ketua DPC tidak memiliki hak untuk memberikan suara di KLB.

"Dibilang sama Pak Vecky nggak apa-apa, yang penting nanti di lokasi KLB akan pilih ketum baru, yaitu Moeldoko," ucapnya.

Baca Juga: Cerita Penolakan Gatot Nurmantyo saat Diajak Kudeta AHY dari Ketum Demokrat

Gerald juga mengaku merasa bersalah dan menyesal karena mengikuti KLB Demokrat tanpa seizin Ketua DPC Kotamobagu.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya dengan keterlibatan saya, tanpa pamitan sama ketua, tanpa minta persetujuan, tanpa minta SK saya sudah melangkahi ketua, datang ikut kongres dengan ajakan Bapak Vecky karena iming-iming uang gede," kata Gerald.

Beberapa jam sebelum konpers ini digelar, AHY dan rombongan Partai Demokrat datang ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Ia datang ke sana dengan tujuan menyampaikan keberatan atas berlangsungnya acara yang diklaim sebagai kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (5/3).

AHY didampingi Sekjen PD Teuku Riefky Harsya mengaku datang ke Kemenkumham bersama 34 Ketua DPD PD. Ia mengatakan KLB Deli Serdang abal-abal dan ilegal, sebab, menurutnya, KLB itu tidak sesuai dengan AD/ART PD. 

Sebelumnya, KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3) lalu, menetapkan Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Mantan Panglima TNI itu terpilih secara voting dengan mengalahkan Marzuki Alie yang kala itu juga dicalonkan sebagai calon ketua umum Partai Demokrat.

Share: Testimoni Peserta KLB Demokrat: Diimingi Rp 100 Juta, Dapat Cuma Rp 10 Juta