Lima Syarat Buat Kalian yang Ingin Ikut Program Rumah DP 0 Rupiah

Guys, kalian masih ingat janji kampanye Anies Baswedan soal rumah DP 0 rupiah kan? Nah, janji kampanye yang paling diingat warga DKI Jakarta itu akhirnya sekarang mulai direalisasikan oleh Gubernur DKI Jakarta tersebut. Wah, siap-siap nih kalian warga DKI.

Nah, seperti diketahui nih guys, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sudah melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan rumah susun (rusun) untuk program hunian terjangkau dengan DP (down payment) 0 rupiah.

Pembangunan itu dilakukan di Jl Haji Naman, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Kawasan ini terletak di samping Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa. Targetnya, pembangunan perdana hunian satu tower setinggi 20 lantai ini akan rampung dalam kurun waktu satu setengah tahun. Rencananya, akan dibangun 2 tower rusun dengan kapasitas 700 unit lebih dengan kisaran harga Rp 185 juta.

"Di Januari 2018 kami bersyukur sekali salah satu janji yang paling diingat warga, rumah DP nol rupiah kita lunasi. Jadi kita jadwalkan bulan April itu bisa jalan, tapi warga sudah bisa tahu ancer-ancer harganya. Dari ancer ancer itu warga bisa memproyeksikan 320 juta dengan 185 juta itu tersedia di sini" kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan seperti dilansir dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Kamis (18/01).

Seperti penjelasan Anies bahwa nantinya akan tersedia sebanyak 703 unit hunian di tower tersebut, dengan rincian sebanyak 513 tipe 36 yang memiliki dua kamar dan tipe 21 dengan satu kamar. Gimana dengan harganya guys? Nah, untuk tipe 36 akan dijual dengan harga Rp 320 juta dan tipe 21 seharga Rp 185 juta. 

Anies menegaskan bahwa semua unit tersebut diperuntukkan bagi masyarakat Jakarta berpenghasilan di bawah 7 juta. Proses pembeliannya sendiri baru bisa dilakukan melalui Bank DKI setelah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dari program tersebut dibentuk.

Anies menjelaskan bahwa program hunian terjangkau itu dibangun melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bekerjasama dengan Kementerian PUPR yang menyediakan hunian dengan DP satu sersen. 

“Artinya dengan skema 1 persen, lalu yang 1 persennya dari kita. jadi pembiayaan dpnya menjadi 0 persen karena yang 1 persen disediakan lewat APBD,” jelas Anies.

Tower yang berdiri di lahan seluas 1,4 hektare tersebut dibangun atas kerja sama PD Pembangunan Sarana Jaya yang merupakan salah satu BUMD Pemprov DKI Jakarta dengan PT Totalindo.
 
"Bagaimana hasil dan suasananya, ini yang jadi rujukan. Kami titipkan kepercayaan rakyat ke dua institusi ini," sambungnya.

Image result for penampakan rumah dp 0 rupiah
Sumber foto: Istimewa

Lalu, gimana soal syarat-syarat kepada warga yang ingin memiliki hunian DP 0 rupiah itu ya? Ternyata setidaknya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi warga yang ingin ikut dalam program rumah DP 0 rupiah tersebut, apa saja?

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta, Agustino Darmawan menjelaskan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi warga untuk dapat mengikuti program rumah DP 0 rupiah. Syarat yang pertama ya harus ber-KTP DKI Jakarta.

"Program ini untuk warga DKI, yang ber-KTP DKI," kata Agustino Darmawan seperti dinukil dari Kompas.com, Jumat (18/01).

Lalu, syarat yang kedua adalah warga yang ingin ikut program tersebut harus sudah menikah. Kemudian untuk syarat ketiga, warga tersebut belum memiliki rumah. Gimana dengan syarat keempat?

"Nanti ada syarat melampirkan surat keterangan dari lurah setempat yang menyatakan warga tersebut belum pernah memiliki rumah," jelasnya.

Persyaratan berikutnya atau yang kelimat, warga yang ingin ikut program tersebut harus berpenghasilan di bawah Rp 7 juta dan minimal memiliki gaji sesuai upah minimum provinsi (UMP DKI).

“Kalau gajinya tidak UMP, bagaimana mau nyicil,” sambungnya.

Selain membangun rusun baru, Pemprov DKI ternyata juga akan menggunakan rusun-rusun lama berusia 20 tahun untuk program rumah DP 0 rupiah. Agustino Darmawan mengatakan ada sekitar 100 unit rusun yang dapat disediakan Pemprov DKI Jakarta di tahun ini. 

Namun, rusun-rusun tersebut tentu harus dipugar terlebih dahulu sebelum dijual ke masyarakat berpenghasilan rendah. Soal biaya pemugarannya, Agustino menjelaskan bahwa tak boleh lebih dari nilai jual rusun. 

"Misalnya harga satu unit rusun Rp150 juta, kalikan 100 berarti Rp15 miliar. 30 persen dari Rp15 miliar berarti berapa? Sekitar Rp5 miliar. Tapi dalam realisasi itu bisa lebih rendah,” jelas Agustino. 

Sekadar informasi, selain di Pondok Kelapa, pembangunan hunian DP 0 rupiah selanjutnya juga telah direncanakan di daerah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Selamat ya buat warga DKI Jakarta, siap-siap deh ikutan program itu.

Related Article