5 Permintaan Penting Presiden Jokowi Jelang Tahun Politik

Gak kerasa ya ternyata tahun politik sudah mulai mendekat di penghujung tahun 2017 ini. Untuk itu, Presiden RI Joko Widodo berharap sederet partai politik (parpol) bisa memberikan dampak positif bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia.

Agenda padat itu terdiri dari pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 serentak, pemilihan anggota legislatif (Pileg), hingga pemilihan presiden (Pilpres) pada 2019 nanti. Jelang tahun politik itu, Jokowi meminta semua organisasi parpol harus solid dan kompak.

Beberapa permintaan untuk elemen parpol itu disampaikan mantan Wali Kota Solo itu saat memberikan sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-11 Partai Hanura, di Pantai Marina, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (23/12) lalu.

Apa aja sih permintaan Jokowi kepada parpol agar momentum Tahun Politik bisa dilewati dengan baik dan lancar? Yuk simak pernyataan Jokowi berikut.

“Kepemimpinan parpol harus memberikan teladan untuk rakyat, melakukan pendidikan politik untuk masyarakat,” kata Presiden Jokowi seperti dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Sabtu (23/12).

Tak hanya dua harapan itu saja, Jokowi juga menjelaskan tiga permintaan lainnya seperti kewajiban parpol untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).     

“Orientasi parpol harus jelas, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, memperkuat Pancasila, dan memperkokoh Bhinneka Tunggal Ika,” tambahnya.

Sekali lagi Jokowi menegaskan bahwa NKRI benar-benar harus djaga. Bersamaan dengan itu, nilai-nilai Pancasila dan Bhinekka Tunggal Ika juga harus diperkuat.

“Artinya apa? NKRI selalu diuji tapi kita tahu bahwa NKRI itu tahan uji. Pancasila juga diuji tapi kita tahu Pancasila itu tahan uji, tahan banting. Bhinneka Tunggal Ika juga selalu diuji, tapi kita tahu bahwa Bhinneka Tunggal Ika itu tahan uji,” lanjutnya.

“Meskipun kita berbeda beda, kita bermacam-macam tapi kita tetap satu dalam NKRI,” pungkasnya.

Jokowi juga mengajak kader Partai Hanura agar selalu waspada untuk membela kepentingan bangsa dan negara. Presiden berusia 56 tahun itu juga berharap Hanura bisa mengembangkan politik yang santun, berkarakter, berhati nurani, menjauhi fitnah dan caci maki, berlandaskan hati nurani rakyat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pada kesempatan itu, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang, serta para kader Partai Hanura dari seluruh Indonesia.

Related Article