4 Sosok yang Bisa Gantikan Sandiaga Uno Jadi Wagub DKI

Majunya Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 membuat kursi wakil gubernur DKI Jakarta jadi kosong. Sejumlah nama pengganti Sandi pun bermunculan. Setelah terpilih jadi cawapres Prabowo, Sandi pun memutuskan untuk meletakkan jabatannya sebagai wagub DKI Jakarta. Hal itu tentu membuat Anies Baswedan saat ini berjalan sendiri tanpa didampingi wakil.

Berdasarkan informasi yang beredar, posisi wagub DKI sendiri tampaknya akan menjadi jatah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Bahkan, Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan bahwa partainya berhak diprioritaskan soal ini. Menurut Sohibul, partainya punya peluang besar untuk mengisi posisi cagub DKI lantaran mereka telah merelakan posisi cawapres Prabowo yang diisi Sandi.

"Tetapi dari PKS memberikan posisi wakil presiden, tentu mereka memberikan hak prioritas kepada PKS untuk menjadi wagub," kata Sohibul di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Agustus 2018.

Baca Juga: Kenapa Sandiaga Uno Bisa Terpilih Menjadi Cawapres Prabowo? 

Sekadar informasi, mekanisme pengisian jabatan wagub sendiri harus melalui paripurna DPRD DKI. Setiap parpol pengusung bisa mengusulkan dua nama melalui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk diteruskan ke DPRD DKI dan dipilih. Lalu, hasil pemilihan tersebut disampaikan kepada Mendagri melalui Gubernur DKI untuk proses ke Presiden dan kemudian untuk pengesahan wagub terpilih.

Kira-kira siapa saja yang berpotensi mengisi kekosongan kursi wagub DKI? Berikut beberapa nama yang bisa menggantikan Sandi sebagai wagub DKI mendampingi Anies Baswedan.

Mardani Ali Sera

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, disebut-sebut masuk dalam daftar nama yang berpeluang mengisi posisi wagub DKI menggantikan Sandi. Bahkan, kabar tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid.  "Salah satu di antaranya (Mardani)," kata Hidayat saat ditanya wartawan di KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Agustus 2018.

Sementara itu, Mardani sendiri angkat bicara saat ditanya soal peluangnya mengisi kursi jabatan wagub DKI. Mardani mengatakan akan taat kepada perintah pimpinan dan siap juga jika diberi amanah untuk mengisi jabatan tersebut. "Di PKS, kita ini prajurit. Disuruh apa saja siap," ucap Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 13 Agustus. Mardani sendiri sudah menjabat sebagai anggota DPR-RI selama dua periode yakni 2009 dan 2014 atau sampai hari ini. Menariknya, kursi DPR tersebut didapatnya bukan dari hasil Pileg 2009 atau pun Pileg 2014.

Baca Juga: Tarbiyah: Kaderisasi Terbaik Partai Politik di Level Kampus

Pada 2011, Mardani dilantik sebagai anggota DPR menggantikan Arifinto yang mengundurkan diri. Lalu pada 23 Februari 2017, Mardani kembali dilantik jadi anggota DPR 2014-2019 sebagai Pergantian Antar Waktu (PAW) menggantikan Sa'duddin yang mengundurkan diri karena mengikuti Pilkada Bekasi. Menariknya, Mardani yang juga dosen di Universitas Mercu Buana itu ternyata merupakan sosok akademisi yang ahli di bidang Teknik Mesin. Politisi berusia 50 tahun itu pernah mengenyam pendidikan S1 Teknik Mesin (1994) di UI. Setelah lulus dari UI, Mardani pun melanjutkan pendidikan pasca-sarjana dan doktoral di Universitas Teknologi Malaysia, masing-masing diselesaikan pada 2000 dan 2004 dengan jurusan yang sama yakni teknik mesin.

Ahmad Heryawan (Aher)

Nama mantan Gubernur Jawa Barat Aher juga digadang-gadang bakal mengisi jabatan wagub DKI menggantikan Sandiaga Uno. Apalagi, Aher juga sudah mundur dari pencalegan di Pileg 2019 atas perintah DPP PKS. Memang mundurnya Aher sebagai caleg ini disebut-sebut karena beliau akan mendapatkan tugas khusus di Pilpres 2019. Namun, belakangan muncul spekulasi bahwa pria kelahiran Sukabumi, 19 Juni 1966 itu akan mengisi posisi wagub DKI.

Karier politik seorang Aher boleh dibilang cukup bagus. Pada tahun 1999, Aher terpilih menjadi salah satu anggota legislatif Provinsi DKI Jakarta.  Lalu, pada tahun 2004 hingga 2009 Aher menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta. Nah, sebelum masa jabatannya di DPRD berakhir, Aher mendapat tugas dari partai untuk maju sebagai calon gubernur Jawa Barat. 

Aher pun berhasil memenangkan Pilgub Jabar dan berpasangan dengan Dede Jusuf untuk memimpin Jabar 2008-2013. Pada Pilgub berikutnya, Ahmad Heryawan kembali maju berpasangan dengan Dedi Mizwar dan terpilih kembali memimpin Jabar pada periode 2013-2018. Namun, ada satu pertanyaan yang muncul soal spekulasi ini. Mau kah Aher turun pangkat dari mantan gubernur Jabar dua periode menjadi wagub DKI?

Muhammad Taufik

Meski porsi PKS untuk mengisi posisi wagub DKI disebut-sebut lebih besar, Gerindra tampaknya tak mau kalah. Salah satu kader Gerindra yang berpotensi mengisi posisi wagub DKI adalah M. Taufik. Bahkan, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, mengungkapkan bahwa partainya sudah menyiapkan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik sebagai pengganti Sandi di kursi wagub DKI.

"Iya Insya Allah. Ya (Taufik) salah satu nama yang akan diusulkan. Saya rasa beliau cocok bisa bekerja sama dengan mas Anies sebagai Gubernur DKI. Apalagi hubungan beliau berdua juga sangat harmonis dan baik," kata Andre di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, dilansir dari Detikcom, Jumat, 10 Agustus 2018. Taufik sendiri saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI. Sebelumnya, Taufik juga pernah menjabat sebagai Ketua KPUD DKI Jakarta dan terjerat pidana korupsi logistik pemilu selama 18 bulan pada 27 April 2004.

Ahmad Dhani

Musisi Ahmad Dhani memang menyebut dua kader PKS, Mardani Ali Sera dan Ahmad Heryawan adalah dua sosok yang tepat untuk mengisi posisi wagub DKI. Bahkan, Dhani menegaskan bahwa menjadi wagub itu enggak sulit.

Baca Juga: Ahmad Dhani dan Dua Artis Seksi yang Pernah Bermasalah di Media Sosial

"Mardani bisa, Aher bisa. Apa susahnya sih jadi wakil gubernur. Dua-duanya tepat. Saya rasa mereka bisa," kata Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dilansir dari Tempo, Senin, 13 Agustus 2018. Nah, karena Dhani bilang jadi wagub DKI itu enggak susah, jadi enggak ada salahnya kan kalau Dhani yang menggantikan Sandi. Jadi PKS dan Gerindra enggak perlu susah-susah juga mencari pendamping Anies.

Related Article