4 Cara Anies Baswedan Antisipasi Banjir Demi Lindungi Warga Jakarta

Warga DKI Jakarta tengah harap-harap cemas lantaran hujan deras lagi rajin-rajinnya melanda Ibu Kota. Yes, apa yang identik dengan Jakarta tercinta ini kalo lagi musim hujan guys? Apalagi kalo bukan banjir. Nah, untuk mengantisipasi tamu langganannya ini, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan udah "gercep" alias gerak cepat menyiapkan langkah antisipasi. Apa aja ya?

Ingatkan Warga DKI Jakarta

Melihat potensi banjir yang bisa melanda Jakarta kapan saja, Anies langsung memantau air kiriman di pintu air Manggarai, Senin (05 Februari) sore hari, ketika ketinggian air di sana baru 780 cm dengan status siaga 3. Sore kemarin, posisi air kiriman dari Bendungan Katulampa sudah berada di Pos Depok. 

"Kita sedang monitor di Manggarai, per saat ini adalah 780 cm. 780 cm itu masuk siaga 3," kata Anies Baswedan di pintu air Manggarai, seperti dinukil dari Kompas.com, Senin (05 Februari) kemarin.

"Bila nanti di atas 850 cm, maka masuk siaga 2, bila di atas 950 cm maka siaga 1. Pukul 15.00 di Katulampa memang sudah turun, tadi 240 (cm) sekarang posisinya 140 (cm), tetapi air sudah sampai di Depok," terang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Tak lupa, Anies juga mengingatkan warga di sekitaran sungai Ciliwung agar terus waspada akan tingginya limpahan air. Anies tidak mau warga menganggap enteng masalah air kiriman ini, terutama warga yang tinggal di daerah aliran sungai Ciliwung.

"Saya ingatkan kepada seluruh warga di daerah aliran Sungai Ciliwung harap waspada potensi limpahan air yang sangat deras dan amat tinggi, jangan dianggap enteng," kata Anies.

Pemprov DKI Siaga Satu

Potensi banjir Jakarta membuat Anies bergerak cepat. Ia meminta seluruh jajaran Pemprov DKI agar berada dalam posisi siaga. Anies pun meminta agar pintu-pintu air di seluruh wilayah DKI harus dibuka semua. 

Tak hanya itu, pompa air milik Dinas Bina Marga dan Dinas Sumber Daya Air juga harus siap digunakan. Hal lain yang penting diperhatikan adalah soal ketinggian air laut yang juga berpotensi menambah besar debit air di Jakarta.

"Di Muara Baru ada lebih 20 mobile pompa siaga di sana. Kami akan monitor terus ketinggian air laut yang mudah-mudahan tidak akan tambah tinggi," terang Anies.

Berikut wilayah DKI Jakarta yg berpotensi #Banjir akibat luapan sungai | dihimbau kpd Masyarakat agar ttp waspada & hati2 utk wilayah terdampak. | #Banjir secara realtime dapat dilihat di @petabencana | Laporkan kejadian gawat darurat di sekitar anda ke 112. #OperasiSiagaIbukota pic.twitter.com/9BJHRkg0aR

— BPBD DKI Jakarta (@BPBDJakarta) 5 Februari 2018

Beri Instruksi dan Tugas ke SKPD

Anies pun memberikan sederet instruksi kepada jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar siap siaga menghadapi datangnya air kiriman dari Katulampa. Anies berharap instruksi itu langsung dijalankan agar bisa mengantisipasi datangnya banjir.

"Sekali lagi saya instruksikan semua jajaran untuk jalankan pesan Operasi Siaga ibu kota yaitu siap, tanggap, dan galang," jelas Anies.

Instruksi ini diberikan tidak hanya pada wali kota di daerah terkait, namun juga pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sumber Daya Air, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga Satpol PP. 

"Laksanakan instruksi ini dengan cepat dan galang seluruh kekuatan untuk mengamankan warga dan Ibu Kota," tegas Anies.

Jaga Ketat Semua Pintu Air

Tak hanya itu saja, Anies juga meminta untuk pihak-pihak terkait tetap stand by setiap saat memantau debit air. Anies juga meminta semua pintu air di Jakarta dalam posisi dijaga ketat.

"Dan kami pantau dari waktu ke waktu. Jadi, kami memastikan semua pintu-pintu air dalam posisi responsif ketika memang ternyata terjadi limpahan air yang semakin besar," lanjut Anies.

"Yang penting sekarang pastikan bahwa ketika ada masalah semua pasukan siap dan saya juga posisinya stand by. Yang penting adalah semuanya kerja semuanya aman," pungkas Anies.

Related Article