Ini Dia 3 Skenario Menarik di Pilpres 2019 Menurut ICMI

Hitung-hitungan skenario terus bermunculan jelang bergulirnya kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Pembahasan soal sosok calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung jadi salah satu isu yang menarik.

Sejauh ini memang baru Presiden RI, Joko Widodo yang dipastikan maju setelah dideklarasikan sebagai capres oleh PDIP di Pilpres 2019. Nama lain seperti Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto masih belum mengambil sikap.

Meski begitu, pembicaraan kini sudah memasuki soal perkiraan skenario yang akan terjadi pada pertarungan Pilpres 2019 nanti. Wakil Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Bidang Politik Dalam Negeri, Priyo Budi Santoso menyebutkan setidaknya ada tiga skenario yang bisa terjadi dalam Pilpres 2019. 

Seperti apa sih guys skenario yang mungkin terjadi di pertarungan Pilpres 2019 mendatang? Yuk disimak penjelasan berikut.

Skenario Pertarungan Jokowi vs Prabowo

Belakangan, hampir sebagian besar survei selalu menempatkan Joko Widodo dan Prabowo Subianto di peringkat teratas dalam hal elektabilitas. Keduanya memang diprediksi akan kembali mengulang pertarungan sengit seperti yang terjadi di Pilpres 2014 lalu.

Benar saja, menurut Priyo Budi Santoso yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI itu, skenario pertama yang mungkin terjadi adalah pertarungan antara kubu Jokowi vs Prabowo.

"Pertama adalah, head to head antara kubu. Ini agak berisiko pada demokrasi, mengulang pilpres sebelumnya yaitu kubu Jokowi dan Prabowo," kata Priyo Budi Santoso dalam diskusi "Peta Politik Indonesia: Kiprah ICMI dalam Tahun Politik 2018" di Jakarta, dinukil dari Kompas.com, Kamis 8 Maret.

Pertarungan Jokowi vs Prabowo jilid dua bisa saja terjadi lagi. Pasalnya, pada Rabu 7 Maret kemarin, Partai Gerindra akan mengumumkan Prabowo Subianto sebagai capres di akhir Maret 2018 ini. 

Itu artinya, sudah dipastikan Prabowo akan kembali berjumpa rivalnya, Jokowi yang sudah lebih dulu dideklarasikan sebagai capres oleh PDI-P, di Pilpres 2019.


Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia saat mengadakan diskusi dengan tema Peta Politik Indonesia 2018: Kiprah ICMI dalam Tahun Politik, Menteng-Jakarta, Rabu 7 Maret 2018. Foto: ICMI.

Skenario Poros Ketiga

Menurut Priyo, skenario kedua adalah kemungkinan munculnya poros ketiga di luar pertarungan Jokowi dan Prabowo. Sehingga nantinya akan muncul tiga calon pasangan yang akan bertarung dalam Pilpres 2019. 

Poros koalisi ketiga ini berpotensi dibentuk oleh tiga partai, yakni Partai Demokrat, PKB, dan PAN. Keberadaan poros ketiga, menurut Priyo, justru akan semakin meredam potensi gesekan kuat antara kubu pendukung Jokowi dan Prabowo. 

Menurut Priyo, poros ketiga bisa membuat kompetisi demokrasi pada Pilpres 2019 menjadi lebih sehat. "Ini bagus untuk demokrasi dan menghindari tumbukan-tumbukan konflik secara langsung," ujar politisi kelahiran Surabaya pada 30 Maret 1966 tersebut.

Skenario Calon Tunggal

Skenario ketiga atau skenario terakhir yang mungkin terjadi adalah soal satu pasangan calon atau calon tunggal yang akan mengikuti Pilpres 2019. Priyo menilai hal itu bisa saja terjadi mengingat MK telah menolak uji materi Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. 

MK menyatakan bahwa Pasal 222 yang mengatur mengenai ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold tersebut tidak bertentangan dengan UUD 1945. itu artinya, parpol atau gabungan parpol harus mengantongi 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres pada 2019. 

"Itu saya baca dimungkinkan, karena dipaksakan oleh 20 persen kursi DPR atau 25 persen jumlah suara sah. Sangat mungkin adanya calon tunggal," ujar politisi Partai Golkar berusia 51 tahun tersebut.

Related Article