3 'Nyinyiran' Lucu Fadli Zon Untuk Pemerintah dalam Tiga Hari Terakhir

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon emang terkenal blak-blakan saat mengkritik kinerja pemerintah. Kalo nyinyirin Presiden Jokowi sih udah biasa ya, tapi kali ini, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti, hingga soal zakat PNS juga kena sasaran nyinyir legislator asal Bogor, Jawa Barat ini.

Nyinyiran tersebut dilontarkan Fadli Zon dalam dua hari terakhir antara Kamis dan Jumat. Yang jelas, meski nyinyiran itu berupa kritik serius dan bagus untuk pemerintah, namun netizen kebanyakan menanggapinya santai dan bahkan buat lucu-lucuan.

Ya, ngomongin politik gak mesti serius mulu kan guys, namanya netizen pasti selalu butuh hiburan. Seperti apa sih nyinyiran Bang Fadli kepada pemerintah? Berikut Asumsi merangkum aksi Bang Fadli dalam tiga hari terakhir buat kalian.

Nyindir Menteri Susi dan langsung direspon

Fadli Zon menyindir kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti lewat akun Twitter pribadinya @fadlizon. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengkritik soal kebijakan penenggelaman kapal asing di bawah Menteri Susi.

"Di tempat lain, kita membangga-banggakan jumlah kapal nelayan asing yang berhasil ditenggelamkan, serta klaim populasi ikan yang meningkat, seolah itu adalah ukuran keberhasilan Kementerian Kelautan dan Perikanan," kicau Fadli Zon, Rabu 07 Februari.

"Padahal, pada saat bersamaan, nelayan kita masih menjadi kelompok termiskin, bahkan sempat menjadi kelompok yang rentan terkena kriminalisasi gara-gara persoalan alat tangkap," sambungnya.

Tak tinggal diam, Menteri Susi pun langsung merespon dengan cepat pernyataan Fadli tersebut. Menteri Susi menyindir balik dengan menanyakan prestasi yang sudah dicapai politisi kelahiran Jakarta pada 1 Juni 1971 silam itu. Apa kata Susi?

"Ukuran keberhasilan yang telah anda lakukan apa Pak Fadli YTH? Mohon pencerahan," kicau Menteri Susi lewat akun Twitter resminya @susipudjiastuti.

Fadli pun membalas komentar Menteri Susi tersebut. Fadli menyebut sudah menulis tiga buah buku berjudul ‘Berpihak Pada Rakyat’. Bahkan politisi berusia 46 tahun itu pun  mempersilahkan Menteri Susi untuk datang pada peluncuran bukunya pada Kamis 08 Februari kemarin.

"Bu Susi Pudjiastuti silakan datang dan kritik saya. Acaranya besok di Press Room DPR jam 13.00," kata Fadli, dinukil dari Kompas.com, Rabu 7 Februari.

Mention Presiden Jokowi di Twitter, nanya apa ya?

Tak cuma Menteri Susi, Presiden Jokowi juga jadi sasaran kritik Fadli Zon. Politisi berkacamata itu melontarkan sindiran kepada Presiden Jokowi terkait rangkap jabatan lewat Twitter. 

Tak tanggung-tanggung, sindiran itu dilancarkan Fadli lewat akun Twitter resminya @fadlizon dengan me-mention langsung akun Twitter Presiden Jokowi, @jokowi. Dalam cuitannya pada Jumat 09 Februari itu, Fadli mengunggah potongan pernyataan Jokowi yang bicara soal rangkap jabatan.

"Tidak boleh ngerangkep-ngerangkep jabatan. Kerja di satu tempat saja belum tentu bener, kok," kata Jokowi dalam penggalan video itu.

Dalam keterangannya, Fadli menuliskan bahwa kata-kata Jokowi yang merupakan Presiden RI itu tak lagi bisa dipegang. "Kata Pak @Jokowi soal rangkap jabatan. Jadi kata-kata semakin tak bisa dipegang," kicau Fadli.

Memang soal rangkap jabatan sendiri, Presiden Jokowi membiarkan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto tetap menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Lalu, ada juga Menteri Sosial, Idrus Marham yang menjabat sebagai Korbid Kelembagaan Golkar. 

Bang Fadli Khawatir Zakat PNS Dibikin Beton

Ada satu sindiran lucu lagi yang dilontarkan Fadli Zon kepada pemerintah terutama soal rencana gaji PNS yang bakal dipotong untuk pembayaran zakat sebesar 2,5 persen. Fadli menilai wacana zakat profesi sebesar 2,5 persen bagi PNS Muslim yang disampaikan Menteri Agama, Lukam Hakim Saifuddin itu tidak perlu dilakukan.

Berdasarkan penuturan Fadli, persoalan zakat merupakan urusan pribadi. Urusan itu juga disebut sudah ditangani melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Fadli pun menyindir dengan menyebut nanti dana dari zakat PNS itu malah untuk membangun beton. Hmm, beton apa ya guys? 

"Jadi tidak usah dipotong, itu hanya menyusahkan ASN. Takutnya nanti dipotong dipakai lagi sama pemerintah untuk bangun beton-beton dan sebagainya," kata Fadli Zon di Gedung DPR, Jakarta, seperti dikutip dari Detikcom, Kamis 08 Februari. 

Bukan tanpa alasan Fadli melontarkan kritik tersebut. Fadli khawatir zakat yang merupakan hak orang miskin malah digunakan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur yang sedang digalakan pemerintah.

Sekadar informasi, sebelumnya Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) berisi pemotongan 2,5 persen gaji PNS untuk zakat. Nah, rencana itulah yang kemudian menimbulkan pro kontra.

Related Article