3 Hal yang Perlu Kalian Tahu Soal Situs KPU yang Masih Down

Situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terutama portal publikasi dan informasi Pilkada dan Pemilu masih belum bisa diakses hingga pagi ini, Selasa, 2 Juli. Kondisi ini pun membuat banyak yang bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya.

Sebenarnya, keadaan ini sudah terjadi sejak beberapa hari lalu dan berdasarkan pantauan Asumsi.co pada pukul 07.10 WIB hari ini, situs KPU masih down. Sebenarnya halaman depan atau home sendiri masih terbuka, namun saat masuk kanal Pilkada 2018, maka langsung down, coba klik di sini.

Setelah membuka situs dengan alamat infopemilu.kpu.go.id itu sendiri, maka layar langsung berubah jadi warna orange dan muncul tulisan "Untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi Hasil Pemilihan, untuk sementara layanan ini kami tidak aktifkan."

Demi Menangkal Serangan

Ketua KPU Arief Budiman memberikan penjelasan terkait situs resmi KPU RI yang tak bisa diakses sampai hari ini. Menurut Arief, tak bisa diaksesnya situs resmi KPU memang dilakukan agar bisa menangkal serangan yang datang dari peretas (hacker).

"Prinsipnya proses rekap terbuka. KPU menyediakan akses rekap dan penghitungan suara lewat website KPU. Kadang bisa dibuka dan kadang tidak bisa dibuka, itu untuk menangkal serangan yang datangnya kadang tiap menit," kata Ketua KPU Arief Budiman dalam diskusi MNC Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 30 Juni.

"Kita buka dan kita tutup untuk menangkal serangan. Mohon maaf kalau sering buka tutup. Bukan kami tidak transparan, tapi ini untuk menangkal serangan yang datang tiap menit, bukan jam," ujar Arief.

Situs infopemilu.kpu.go.id tak bisa dibuka sejak Jumat (29/6) malam. Hingga Sabtu (30/6) pukul 10.15 WIB pagi ini, situs itu masih belum bisa diakses. Situs tersebut berisi informasi hitung cepat KPU yang berdasarkan pada form C1 di tingkat TPS. 

Serangan ke Situs KPU Sudah Muncul Saat Hari Pencoblosan

Memang benar Arief mengakui bahwa situs KPU RI sengaja dinonaktifkan lantaran adanya serangan dari pihak-pihak luar. Ternyata Arief menjelaskan bahwa serangan itu bahkan sudah muncul saat hari pencoblosan di Pilkada Serentak 2018.

"Sebenarnya pada tanggal 27 (Juni) gangguan dari luar sudah datang," kata Arief di Kantor KPU, Jakarta, Minggu, 1 Juli.

Seperti diketahui, pada 27 Juni itu, ada sekitar 171 daerah di seluruh Indonesia yang melaksanakan Pilkada 2018. Berarti di saat sebagian besar masyarakat tengah sibuk mencoblos, di saat itu pula serangan terhadap situs KPU RI mulai berlangsung. 

Terkait Masukan dari Tim IT

Memang, tingginya animo masyarakat saat Pilkada Serentak 2018 berlangsung membuat banyak pula yang mengakses situs KPU RI. Hal itu dilakukan demi memantau hasil real count Pilkada 2018 yang secara resmi ada di situs KPU.

Terkait hal itu, Arief juga mengatakan bahwa memang banyak pihak yang mengakses situs KPU, mulai dari akses untuk menggunggah data hingga masyarakat yang ikut mengakses untuk melihat perolehan suara paslon di Pilkada 2018.

Maka, atas dasar itu pula lah, tim IT KPU menyarankan untuk menutup sementara situs KPU. Meski begitu, penutupan situs KPU tentu tidak menghentikan proses pengunggahan data.

"Nah oleh pihak terkait kami diinstruksikan untuk membersihkan terlebih dahulu kemudian dibentengi, baru kemudian kalau sudah tepat proses scanning di daerah akan dikirimkan dan dipublikasi ke publik," kata Arief.

Arief pun meminta maaf kepada masyarakat Indonesia bila situs hitung cepat KPU masih tidak bisa diakses. Namun, Arief menegaskan bahwa KPU akan segera membuka akses situs mereka jika kondisi sudah aman.

"Mohon maaf kepada masyarakat kalau kadang situs KPU di-off-kan sehingga masyarakat kadang tidak bisa memantau, tapi kalau sudah aman jelas akan kami buka kembali," ujar Arief.

Related Article