Isu Terkini

Menristekdikti Temukan Semua Kampus di Palu Hancur Diterjang Tsunami

OlehFariz Fardianto

featured image

Bencana gempa bumi 7,4 maghnitudo yang disusul tsunami tak hanya meluluhlantakan pemukiman padat penduduk di Kota Palu, Donggala dan Sigi. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M Nasir juga mendapati laporan banyaknya gedung-gedung kampus swasta maupun negeri yang roboh akibat guncangan gempa dan tsunami.

Ia mengatakan setelah ditetapkan tanggap darurat pasca bencana tsunami, pihaknya kemudian menghitung ulang total kerugian yang dialami di sektor pendidikan atas kejadian tersebut. "Saat ini sedang pendataan. Situasi belum sempurna. Karena masih masa evakuasi. Namun yang pasti korban jiwa pasti ada, baik dari kalangan dosen, mahasiwa maupun pegawainya. Bahkan ada satu keluarga dosen yang hilang. Tetapi apakah mereka terdampak tsunami atau dia pergi, sampai kini belum dimonitor," kata Nasir, usai menghadiri seminar di Gedung Prof Sudharto, Universitas Diponegoro, Tembalang Semarang, Sabtu 6 Oktober 2018.

Kerugian Capai Rp 283 M

Nasir bilang terdapat enam sampai tujuh kampus di Kota Palu yang mengalami kerusakan parah. Kampus-kampus yang rusak diterjang tsunami yaitu satu kampus Univerditas Tandulako, Universitas Muhammadiyah Palu, Gedung Universitas Terbuka Cabang Palu serta UIN Palu. "Kelihatannya yang UIN sudah tidak bisa digunakan. Tapi Tandukalo juga terdampak sangat parah," sergahnya.

Lebih jauh, Nasir memperkirakan kerugian yang dialami akibat kerusakan gedung perguruan tinggi di Palu mencapai Rp 283 miliar. Taksiran kerugian itu dihimpun dari data tim teknis Kemenristekdiktu yang meninjau ke pusat bencana. "Belum lagi dari KemenPUPR," jelasnya. Pihaknya saat ini sedang menyisir anggaran bersama Kemenkeu untuk memulihkan situasi Kota Palu dan sekitarnya pasca tsunami.

Ia berjani secepatnya akan membenahi seluruh infrastruktur pendidikan yang rusak parah. Targetnya bakal kelar di tahun 2019 nanti. "Pembangunan diselesaikan 2019 mendatang," bebernya.

Terapkan Proses Kuliah Daring

Untuk memulihkan kegiatan belajar-mengajar di sana, Nasir mengaku sudah mengirimkan 10 tenda darurat. Dalam waktu dekat 30 sampai 40 tenda lagi akan didistribusikan ke lokasi bencana. Pembuatan tenda darurat untuk mengantisipasi musim penghujan yang akan tiba sebentar lagi sekaligus langkah antisipasi jangka pendek.

Masing-masing tenda kapasitasnya  40 50 orang. Ia menyebut kapasitas tenda yang besar diharapkan mampu menampung mahasiswa agar tetap bisa berkuliah.

"Kami ketemu pengurus majelis rektor perguruan tinggi Indonesia yang beranggotakan 38 orang. Nantinya mahasiswa di sana dirancang tetap berkuliah, jika menempuh pendididikan dokter maka bisa disetor ke perguruan tinggi lainnya yang punya fakultas kedokteran,".

Menristek M Nasir bersama Rektor Undip Yos Johan Utama usai menggelar seminar di Gedung Prof Sudharto Tembalang. Foto: Dok. Asumsi.co

"Namun bisa juga mereka belajar secara daring. UI misalnya sudah menjembatani perkuliahan jarak jauh dengan mahasiswa yang kena bencana di Palu. Bisa juga dengan program CTS," lanjutnya.

Nasir memastikan biaya pendidikan bagi mahasiswa korban tsunami di Palu akan ditanggung oleh pemerintah. Pun demikian dengan biaya hidupnya. Sebab sistem serupa juga diterapkan bagi korban gempa di Lombok NTB.

"Hari ini kita malah sudah menyerahkan beasiswa bagi 4.000 mahasiswa terdampak gempa Lombok. Dan mengcover ongkos pendidikannya juga. Ini dilakukan pula di Palu dan Donggala yang saat ini belum tersentuh," tuturnya.

Undip Siap Tampung Mahasiswa dari Palu

Bak gayung bersambut, Rektor Undip, Yos Johan Utama telah memperbolehkan mahasiswa dari Palu untuk berkuliah ke kampusnya. Izin diberikan termasuk bagi mahsiswa Universitas Tadulako yang terdampak bencana.

Mahasiswa Tandulako akan ditampung di gedung TCII-BTB. Terdapat 50 kamar dan tiap kamarnya bisa diisi empat orang. "Mereka di sini kuliah dan kuliah di sini, diakui di tempat asalnya," katanya.

Seluruh mata kuliah yang ada di Undip pun bisa mereka ikuti, dengan syarat nilai akan ditransfer ke Universitas Tandulako, Palu. Bahkan, mereka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk meneruskan perjalanannya menuntut ilmu. "Di sini mereka tidak bayar, gratis bagi semua jurusan," paparnya. "Mereka nanti kuliah satu semester. Atau dua semester pun nggak masalah," bebernya.

Terakhir, Yos telah memerintahkan kepada para dosen Undip untuk menjadi orangtua asuh bagi mahasiswa terdampak tsunami asal Palu.

Share: Menristekdikti Temukan Semua Kampus di Palu Hancur Diterjang Tsunami