Isu Terkini

Leani Ratri, Si Juara Dunia Bulutangkis Incar Emas Asian Para Games

OlehRamadhan

featured image

Indonesia akan bertumpu pada cabang olahraga bulutangkis di ajang Asian Para Games 2018 yang akan berlangsung pada 6-13 Oktober mendatang di Jakarta. Salah satu atlet yang akan menjadi andalan untuk mendulang medali adalah Leani Ratri Oktila. Seperti apa targetnya?

Sebelum jauh mengenal sosok Ratri sebagai atlet bulutangkis tanah air yang bergelar juara dunia di Asian Para Games 2018, mari kita pahami seperti apa cabor bulutangkis yang akan dimainkan oleh kaum disabilitas tersebut.

Cabor bulutangkis di Asian Para Games sendiri memiliki aturan tersendiri, yang tergantung pada jenis kecacatan yang disandang oleh masing-masing atlet. Secara garis besar, ada dua kategori yang berlaku yakni atlet yang menggunakan kursi roda WH (Wheelchair) dan berdiri atau biasanya disingkat menjadi S (Standing), dan Standing Lower (SL).

Dalam setiap pertandingannya, ada nomor single, double, serta mixed dari kedua kategori ini yang dipertandingkan, sama persis seperti cabor bulutangkis di Asian Games 2018 kemarin. Lalu tak hanya itu saja, ada lagi penjelasan lainnya dari aturan cabor bulutangkis bagi kaum disabilitas ini.

Kategori WH sendiri memiliki aturan khusus yang dibedakan menjadi WH 1 dan WH 2, kemudian disusul dengan aturan untuk S yang terdiri dari empat kelas. Seperti diketahui, WH 1 khusus atlet dengan gangguan berat dari pinggul ke bawah serta tangan atau kaki.

Lalu, WH 2 khusus untuk atlet dengan gangguan lebih ringan dibandingkan WH 1. Sedangkan SL 3 diberlakukan untuk atlet dengan gangguan keseimbangan berjalan yang buruk: bertanding setengah lapangan dan SL 4 untuk atlet dengan gangguan keseimbangannya ringan dan bermain seperti pada umumnya. Untuk SL 5, itu berlaku untuk atlet dengan gangguan tubuh di bagian atas. Lalu SS 6 untuk atlet yang bertubuh pendek.

Sementara Ratri sendiri akan bertanding untuk kategori SL 4. Sebenarnya, Ratri sendiri merupakan mantan atlet nasional bulutangkis umum yang sudah berlatih bulutangkis sejak usia tujuh tahun. Namun, kecelakaan pada 2011 lalu membuat kaki kirinya menyusut hingga sedikit pincang.

Ratri pun tak bisa berjalan seperti sedia kala dan harus dibantu dengan tongkat untuk bisa berjalan. Meski begitu, Ratri tetap tak ingin meninggalkan dunia bulutangkis yang sudah ia geluti sejak kecil dan berharap bisa mewujudkan mimpinya untuk meraih prestasi tinggi.

Ratri pun akhirnya memutuskan untuk pindah ke nomor bagi penyandang disabilitas. Meski sempat menjalani masa-masa sulit di awal perjuangannya sebagai atlet bulutangkis disabilitas, ia tetap tak menyerah. Berkat kerja kerasnya, pebulutangkis asal Riau kelahiran 6 Mei 1991 itu pun pelan-pelan berhasil meraih prestasi bahkan hingga ke level internasional.

Pada tahun 2012, Ratri bergabung dengan pemusatan latihan bulutangkis National Paralympic Committee di Solo. Di sana, ia mulai berlatih sebagai atlet bulutangkis difabel. Dari situlah, ia mulai ikut kejuaraan internasional.

Kesempatan pun tak pernah disia-siakan Ratri hingga berbagai ajang hampir selalu berakhir gelar juara. Dari mulai Asian Para Games Incheon 2014, ASEAN Para Games Singapore 2015, ASEAN Para Games Kuala Lumpur 2017 dan yang terakhir World Para Badminton Championship Ulsan 2017, hingga banyak turnamen individu lainnya.

Di Asian Para Games 2018 nanti, Ratri sendiri akan tampil di nomor ganda putri SL4 bersama pasangannya Khalimatus Sayidah. Ia pun ditargetkan oleh pelatihnya untuk meraih 1 medali emas. Namun, Ratri sendiri memiliki target sendiri yang lebih tinggi yakni meraih tiga medali emas untuk single (tunggal), double (ganda), dan mix (campuran).

Ratri dan rekan-rekannya sesama atlet bulutangkis sendiri sudah menjalani pelatnas di Solo selama 10 bulan terakhir jelang tampil di ajang Asian Para Games. Selama masa pelatnas itu, mereka juga sempat melakoni try out ke tiga negara seperti Dubai, Thailand, dan Irlandia, serta mengikuti pelatihan di PB Djarum Kudus.

Sekadar informasi, Ratri pernah meraih prestasi gemilang di Asian Para Games 2014. Saat itu, Ratri meraih medali emas pada nomor ganda campuran SL3,4/SU5 bersama Fredy Setiawan. Lalu medali perak ganda putri SL3,4/SU5 bersama Khalimatus Sadiyah, dan medali perunggu dari nomor tunggal putri SL4.

Bahkan yang terbaru, Ratri berhasil meraih tiga medali emas di Dubai Para-Badminton International 2018. Pada ajang yang berlangsung 10-16 April lalu itu, tiga medali emas Ratri diraih dari kategori single dalam dua set langsung 21-11, 21-7 mengalahkan Zehra Baglar dari Turki.

Kemudian di nomor ganda berpasangan dengan Faustine Noel dari Prancis juga menang 21-17, 21-7 mengalahkan pasangan Zehra Baglar dari Turki dan Manasi Girishchandra Joshi dari India. Terakhir, di nomor ganda campuran berpasangan dengan Hary Susanto juga menang 21-18, 21-18 mengalahkan Lucas Mazur dan Faustine Noel.

Jika melihat hasil itu, termasuk gelar juara dunia di tahun ini, Ratri diyakini bisa kembali meraih medali emas di ajang Asian Para Games 2018. Lebih jauh, Ratri sendiri juga ingin tampil di ASEAN Para Games Manila 2019 dan Paralympic Tokyo 2020.

Share: Leani Ratri, Si Juara Dunia Bulutangkis Incar Emas Asian Para Games