General

‘Teletubbies Effect’ dan Strategi Sandiaga Uno di Pilpres 2019

Ramadhan– Asumsi.co

featured image

Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno kerap melontarkan kalimat-kalimat nyeleneh dalam berbagai statement-nya. Bahkan baru-baru ini, Sandi menyebut istilah Teletubbies Effect untuk menciptakan situasi sejuk pada Pilpres 2019 mendatang.

Istilah itu sendiri muncul seiring aksi berpelukan antara Presiden RI Joko Widodo dengan calon presiden Prabowo Subianto pada ajang Asian Games 2018 beberapa waktu lalu. Momen itu terjadi ketika pesilat Hanifan Yudani merangkul Jokowi dan Prabowo usai meraih medali emas.

Momen pelukan Jokowi dan Prabowo itu disambut baik oleh masyarakat. Menurut Sandi, itu tentu jadi satu hal yang positif terutama bagi masyarakat yang selama ini kerap terbelah soal pilihan politik.

"Kemarin Pak Prabowo dan Presiden Jokowi berpelukan, itu menunjukkan satu kedekatan yang sangat-sangat menyejukkan buat masyarakat," kata Sandi usai main basket di halaman Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta, Sabtu, 15 September.

Sandi pun ingin menebar nilai-nilai positif yang sama di masyarakat. Maka dari itu, mantan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut mengikuti jejak tersebut saat bertemu dengan sahabat karibnya Erick Thohir yang kini jadi lawan politik di Pilpres 2019.

Baca Juga: Disindir Sandiaga, Terobosan Ridwan Kamil Jadi Jawaban

"Saya belum berpelukan sama Pak Kiai (Ma'ruf Amin), tapi mungkin akan cium tangan Pak Kiai," katanya.

Sandi sendiri mengatakan momen berpelukan kepada lawan politiknya itu sebenarnya merupakan pesan kepada masyarakat agar tetap menjaga situasi sejuk dan kondusif di tengah geliat tahun politik. Untuk itu, Sandi ingin kontestasi politik saat ini tetap menjunjung tinggi nilai persatuan. Sandi pun menamai momen berpelukan itu sebagai Teletubbies Effect.

"Bahwa kita menyikapi ini sebagai proses kontestasi yang mudah-mudahan memperkuat persatuan dan kesatuan kita, bukan justru memecah belah. Jadi, Teletubbies Effect itu kan berpelukaaaan, itu sangat menyejukkan gitu," ucap Sandiaga.

Lebih lanjut, Sandi sendiri membeberkan bahwa istilah Teletubbies Effect sendiri terinspirasi dari kebiasaan keluarganya. Apalagi, berpelukan merupakan hal yang wajib dilakukan setiap hari di lingkungan keluarganya.

"Karena sudah ada risetnya juga, berpelukan itu mengeluarkan zat-zat positif dan zat-zat kasih sayang, zat-zat cinta di dalam badan kita dan mengalir di seluruh raga kita," kata pria kelahiran 28 Juni 1969 tersebut.

Menariknya, tutur kalimat Teletubbies Effect yang dilontarkan Sandi itu tampaknya punya makna sendiri. Selain memang untuk menyejukkan publik, menurut Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC), Zaenal A. Budiyono, itu bagian dari strategi politik.

“Sandi yang tancap gas sebelum kampanye resmi, melakukan hal tersebut (melontarkan kalimat-kalimat nyeleneh) untuk menutup kekurangan Prabowo. Selama ini Prabowo dikesankan cenderung kaku dan formal,” kata Zaenal kepada Asumsi.co, Minggu, 16 September.

Baca Juga: Farhat Abbas dan Buni Yani, Dua Sosok Kontroversial di Kubu Jokowi dan Prabowo

Dengan ucapan-ucapannya tersebut, Zaenal menilai bahwa Sandi bisa membaca situasi di tataran millenial. Apalagi sebagian pilihan kata yang dituturkan Sandi adalah kosakata bahasa Inggris sehingga bakal mudah juga dipahami anak muda.

“Sandi ini juga kan lebih luwes dan memahami kebutuhan pemilih milenial. Selama ini ceruk pemilih muda banyak tersedot ke Jokowi. Sandi berupaya mengurangi dominasi Jokowi di anak muda,” ujar Dosen FISIP di Universitas Al-Azhar Indonesia tersebut.

Aksi-aksi Sandi yang kerap melontarkan kalimat-kalimat nyeleneh itu pun sebenarnya tak jadi masalah. Bahkan, Zaenal mengatakan hal itu justru bisa meningkatkan elektabilitas Sandi beserta Prabowo jelang Pilpres 2019.

“Sejauh ini upayanya disambut baik publik, terbukti elektabilitas Prabowo naik pasca pendaftaran capres di survei. Sandi juga memiliki stamina politik yang cukup, termasuk menghadapi banyak serangan di sosmed.”

Menurut Zaenal, aksi Sandi tersebut tak akan berhenti sampai di sini saja. Ke depan, terutama jelang Pilpres 2019 nanti, Sandi diprediksi akan tetap mengeluarkan kalimat-kalimat nyeleneh dari mulutnya tersebut.

“Saya prediksi ke depan akan banyak istilah-istilah aneh dan lucu dari Sandi. Semua dilakukan untuk menarik pemilih milenial, seperti juga Jokowi naik moge, dll.”

“Poinnya, politik kita mengalami pergeseran dari perdebatan substantif ke gimmick politik. Selama gimmick tidak mengalahkan substansi ya tidak apa-apa. Kalau sebaliknya bahaya, karena pilpres akan seperti layaknya reality show.”

Share: ‘Teletubbies Effect’ dan Strategi Sandiaga Uno di Pilpres 2019