Isu Terkini

Berkat Asian Games, Puluhan Atlet Asal Jateng 'Diguyur' Bonus Berlimpah

OlehFariz Fardianto

featured image

Kesuksesan kontingen Indonesia dalam meraih 98 medali pada ajang Asian Games 2018 dirayakan suka cita oleh seluruh masyakat pelosok Tanah Air.

Bahkan, lima puluh delapan atlet Asian Games asal Jawa Tengah diarak keliling di pusat kota begitu menjejakkan kakinya di Kota Semarang, Jawa Tengah. Dari jumlah itu, terselip nama-nama dua puluh lima atlet peraih medali. Mulai lima peraih emas, enam peraih perunggu serta empat belas peraih perunggu.

Mereka diarak keliling Jalan Pahlawan menuju Jalan Sriwijaya, MT Haryono, Mataram memutar ke Jalan Gajahmada dan kembali ke Jalan Pahlawan.

"Yang pasti saya bangga sekaligus bahagia karena mampu memberikan yang terbaik bagi Indonesia," kata Aries Susanti Rahayu, peraih dua medali emas dari cabor panjat tebing (sport climbing), tatkala menghadiri acara penyambutan rombongan atlet Asian Games di pelataran Gedung Gradhika Bakti Praja, Jalan Pahlawan, Semarang, Selasa 4 September 2018.

Bagi atlet asal Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Grobogan itu, keberhasilannya tahun ini benar-benar terasa istimewa. Sebab, selain digelontor bonus mencapai Rp 1,5 miliar yang ia dapatkan dobel setelah meraih emas dua kali untuk kategori lomba beregu dan individu.

Penyerahan hadiah kepada para atlet Indonesia asal Jawa Tengah. Foto: Dok. Asumsi.co

Dobel Bonus

Tak hanya itu saja, kata Aries. Bonus yang ia terima saat ini menjadi pelecut semangatnya untuk meningkatkan prestasi pada Olimpiade 2022 di China nanti.

"Pastinya kita akan terus berlatih untuk lebih berprestasi dan menggapai yang terbaik saat olimpiade nanti. Butuh kerja keras lebih dari sebelumnya," akunya.

Aries bilang dirinya juga mendapat bonus senilai Rp 100 juta dari pihak Pemprov Jawa Tengah. Penyerahan bonus dilakukan oleh Penjabat Gubernur Jateng, M Syarifuddin.

25 Atlet Raih Medali Asian Games

Sedangkan, Ketua KONI Jawa Tengah, Brigjen TNI (Purn) Subroto mengungkapkan bonus juga diberikan bagi para peraih perak maupun perunggu. Rinciannya Rp 75 juta untuk peraih perak dan 50 juta untuk peraih perunggu.

Ia menyebut ada sebanyak 250 atlet Indonesia ditambah 120 pelatih yang berpartisipasi di Asian Games 2018. Jawa Tengah sendiri, kata Subroto menyumbangkan 58 atlet dan sembilan pelatih yang tersebar di 21 cabor.

"Di Jateng, mereka berdomisili di 25 kabupaten dan kota. Baik yang dapat medali maupun yang tidak semuanya kebagian jatah bonus," bebernya.

Saat Asian Games berlangsung, ada sejumlah atletnya menyumbangkan medali. Mulai downhil, sepak takraw, wushu, bridge, panjat tebing hingga bulu tangkis.

"Kami berharap atlet-atlet yang berprestasi saat ini tidak hanya berbicara di tingkat nasional tapi juga cabor di tingkat olimpiade," tuturnya.

Jadi Momentum Pembenahan Infrastruktur Olahraga

Menurut Gubernur Jawa Tengah terpilih, Ganjar Pranowo, prestasi yang telah diraih oleh para atletnya harus diimbangi dengan layanan olahraga yang memadai.

"Kami mau KONI dan Dinpora buat sistem informasi olahraga yang mumpuni. Jadi kita cari kurang apa saja yang kurang. Kita harus atur pola pembinaan yang dilakukan dengan bagus," ungkapnya.

Ganjar pun tak lupa mengingatkan kepada jajarannya supaya membenahi sarana dan prasarana olahraga yang ada saat ini.

Ia tidak ingin momentum puncak para atletnya justru membuat mereka berpaling dan memilih pindah ke negara lainnya. "Ini momentum olahraga Jateng yang tidak boleh mundur. Harus terus maju. Saya khawatir mereka pindah ke negara lain," ujar Ganjar.

Share: Berkat Asian Games, Puluhan Atlet Asal Jateng 'Diguyur' Bonus Berlimpah