Isu Terkini

Dibuat Doodle Oleh Google, Apa yang Membuat Taman Nasional Bunaken Begitu Spesial?

OlehWinda Chairunisyah Suryani

featured image

Taman Nasional Bunaken adalah taman laut pertama di Indonesia yang terletak di Sulawesi Utara. Taman ini terletak di Segitiga Terumbu Karang, menjadi habitat bagi 390 spesies terumbu karang, dan juga berbagai spesies ikan, moluska, reptil dan mamalia laut. Hari ini, Google secara khusus menampilkan karya doodle-nya untuk memperingati ulang tahun ke-27 Taman Nasional Bunaken. Ya, Taman nasional ini didirikan pada tahun 1991, dengan 97% luas wilayahnya menjadi habitat laut, sementara 3% sisanya merupakan daratan.

Lalu, mengapa Taman Nasional Bunaken menjadi begitu spesial?

Masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO

Bunaken adalah nama sebuah pulau yang terletak di mulut Teluk Manado, berdekatan dengan Tanjung Pisok. Sekitar awal 1980-an, Bunaken telah menjadi magnet bagi para penyelam wisata bawah laut karena keanekaragaman biota dan topografi terumbu karang yang terjal.

Meskipun areanya rentan terhadap ancaman perubahan iklim, namun Bunaken akhirnya dijadikan kawasan konservasi taman nasional laut di Sulawesi Utara. Bahkan, berhasil ditetapkan sebagai salah satu daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Kunjungan wisatawan pun terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Jumlah pengunjung yang datang ke Manado telah meningkat luar biasa. Jika saya tidak salah, jumlahnya meningkat dari 12.000 orang per tahun menjadi 12.000 per bulan. Dengan program ini kita bisa menarik lebih banyak wisatawan dan memperbaiki perekonomian di Manado," jelas Wakil kepala promosi investasi di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Himawan Hariyoga saat menjelaskan tentang Festival Pesona Bunaken 2018.

Berada dalam Kawasan ‘Segitiga Emas’

Taman Laut Nasional Bunaken mempunyai area dengan luas 75.265 ha ini dikelilingi beberapa pulau, di antaranya Pulau Naen, Pulau Manado Tua, Pulau Siladen, dan Pulau Mantehage, , Pulau Bunaken, beserta anak pulau yang di sekelilingnya. Secara geografis, Pulau Bunaken itu termasuk dalam wilayah perairan ‘Segitiga Emas’, karena adanya lebih dari sekitar 3000-an spesies ikan yang ditemukan di sana, dan merupakan jalur perairan laut yang menghubungkan laut Filipina, laut Papua, dan laut Indonesia. Karena kekayaan alam yang ada di Bunaken, organisasi nasional maupun internasional non pemerintah saling bekerja sama dalam menjalankan konservasi terumbu karang dan mangrove. Maka dari itu, kawasan Pulau Bunaken dijadikan sebagai Taman Laut Nasional yang diresmikan oleh Menteri Kelautan pada 1991 silam.

Memiliki Beragam Suku

Karena lokasi taman nasional ini meliputi bagian utara Pulau Bunaken, Siladen, Manado Tua, Mantehage, Nain dan sekitar perairan Meras hingga Tiwoho di Pulau Sulawesi, maka tak heran wilayah itu punya beragam suku di dalamnya. Misalnya, ada Etnis Sangihe yang paling dominan mendiami kawasan Bunaken. Mereka ini kebanyakan berasal dari Pulau Siau, Kabupaten Sangihe, yang dikenal dengan gunung api Karangetang. Ada pula keturunan Bajo, yang saat ini tinggal di Pulau Nain dan pesisir Arakan (Rap-rap). Dulu, keluarga Bajo menukarkan hasil tangkapan ikannya dengan keluarga etnis Sangihe. Sistem barter ini bertahan cukup lama sejak sekitar tahun 1980-an. Selain Bajo dan Sangihe, Taman Nasional Bunaken juga ada etnis Minahasa, Gorontalo, Bugis, Bolaang Mongondow, Buton, dan Ternate.

Share: Dibuat Doodle Oleh Google, Apa yang Membuat Taman Nasional Bunaken Begitu Spesial?