General

4 Anak Politisi yang Bertarung Jadi Caleg di Pemilu 2019

OlehRamadhan

featured image

Pendaftaran calon legislatif (caleg) sudah resmi ditutup oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejak Selasa, 17 Juli 2018 lalu pada pukul 00.00 WIB. Banyak Caleg dari beragam latar belakang yang ikut meramaikan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Panggung Pileg 2019 memang jadi magnet besar bagi sejumlah warga negara Indonesia untuk menjadi wakil rakyat. Untuk jadi anggota DPR, mereka harus berasal dari anggota partai politik yang terpilih dari mekanisme pemilu.

Dimulai dari menteri, akademisi, sampai artis atau publik figur, ramai-ramai mencoba peruntungannya untuk jadi anggota DPR RI periode 2019-2024. Menariknya, ada pula sejumlah anak politisi yang juga ikut bersaing.

Siapa saja ya anak para politisi yang akan ikut bertarung di Pileg 2019 nanti? Lalu, seperti apa rekam jejaknya di kancah perpolitikan tanah air? Berikut ulasannya.

Puan Maharani - Putri Megawati Soekarnoputri

PDIP mendaftarkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, sebagai Caleg di Pileg 2019. Anak Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri ini akan bertarung memperebutkan satu kursi DPR RI di Dapil Jawa Tengah.

Terkait majunya Puan sebagai Caleg, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Andreas Hugo Pareira, membenarkan hal itu. Andreas menambahkan, selain Puan, ada pula Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly, yang juga ikut nyaleg.

"Yang dari eksekutif itu ada Mba Puan, ada Pak Laoly yang jadi caleg," kata Andreas di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Juli.

Menurut Andreas, Puan dan Yasonna sendiri memang diminta oleh PDIP untuk maju menjadi caleg. Lalu, lantaran keduanya merupakan menteri, PDIP pun langsung meminta izin kepada Presiden Joko Widodo agar keduanya diperbolehkan menjadi caleg.

"Iya, kan mereka kader partai. Nah ini kan mereka bantu Pak Presiden sehingga Pak Presiden bilang perlu harus tetap stanby di eksekutif, ya ada juga misal Mas Pramono Anung enggak nyaleg," ujarnya

Bukan tanpa alasan PDIP mendaftarkan perempuan kelahiran Jakarta, 6 September 1973 lalu itu sebagai caleg. Menurut Wasekjen DPP PDIP Eriko Sotarduga, Puan memiliki jumlah pemilih yang cukup besar di Dapil Jawa Tengah V (Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali).

"Kalau saya tidak salah hampir 400.000 angkanya, kan besar sekali. Alangkah sayangnya suara seperti itu, kan tidak bisa dipungkiri itu memilih Mbak Puan, memilih PDIP dan Mbak Puan. Kan sayang kalau beliau tidak maju, lalu kita kehilangan suara yang sedemikian besar," kata Eriko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 17 Juli.

Selain sebagai menteri, cucu dari Presiden pertama RI Soekarno itu juga pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI untuk tahun 2012-2014.

Saat itu, Puan berada di Komisi VI yang mengawasi BUMN, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta anggota badan kelengkapan dewan BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen).

Edhie Baskoro - Putra SBY

Anak bungsu Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro, kembali mencalonkan diri jadi caleg di Pileg 2019. Ibas, sapaan akrabnya, disebut sebagai calon unggulan dari Partai Demokrat di Dapil Jawa Timur 7.

Hal itu ditegaskan langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan. "Seperti biasa, unggulan kami adalah Mas Ibas," kata Hinca di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018.

Hinca menjelaskan bahwa Dapil Jawa Timur 7 meliputi Kabupaten Pacitan dan sekitarnya. Menurut Hinca, Ibas akan bisa menarik banyak suara dan diterima masyarakat di sana.

"Kami harapkan bisa diterima oleh masyarakat, penggemar, pendukung, dan para simpatisan Demokrat," ujarnya.

Sekadar informasi, Ibas sendiri tercatat sebagai anggota DPR RI 2009-2014. Sosok kelahiran Bandung, pada 24 November 1980 itu terpilih sebagai wakiil rakyat pada bulan April 2009 dengan perolehan suara tertinggi se-Indonesia yakni mencapai 327.097 suara di Dapil Jatim VII.

Saat itu, Ibas bertugas sebagai anggota Badan Anggaran dan Komisi I DPR RI yang membidangi hubungan luar negeri, pertahanan, dan informasi dan komunikasi.

Lalu, Ibas kembali terpilih jadi anggota DPR RI periode 2014-2019 dari dapil yang sama dengan perolehan 243.747 suara. Kali ini Ibas bertugas di Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, ekonomi kreatif, pariwisata, pemuda dan olahraga.

Tak hanya itu saja, sosok berusia 37 tahun tersebut juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Pariwisata dan Olahraga dari tahun 2010 hingga tahun 2015.

Hanafi Rais -  Putra Amien Rais

Hanafi Rais merupakan putra tertua dari Ketua MPR periode 1999-2004, Amien Rais. Pria kelahiran Chicago, Amerika Serikat pada 10 September 1979 ini saat ini tercatat sebagai anggota DPR RI Komisi I periode 2014-2019.

Maka dari itu, di Pileg 2019 nanti, Hanafi kembali maju sebagai caleg dari PAN. Sosok berusia 38 tahun ini yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PAN ini pun maju sebagai caleg di Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sekadar informasi, Hanafi sendiri pernah menjadi dosen di Universitas Gajah Mada, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, Lembaga Ketahanan Nasional, dan Akademi Militer Magelang.

Prananda Surya Paloh - Putra Surya Paloh

Prananda Surya Paloh merupakan putra dari Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh. Pria kelahiran Singapura, pada 21 September 1988 tersebut merupakan sosok politisi dari Partai Nasdem.

Prananda juga saat ini tercatat sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019 mewakili Dapil Sumut I, yang meliputi Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Serdang Bedagai.

Di DPR, pria berusia 29 tahun ini ditempatkan di Komisi I (pertahanan, intelijen, luar negeri, komunikasi, dan informasi) dan di Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP). Di Pileg 2019 nanti, Prananda maju sebagai caleg di dapil yang sama.

Prananda sendiri menyatakan siap menambah suara NasDem di dapilnya. Jika pada Pemilu 2014 lalu Prananda meraih hasil cukup memuaskan, ia pun menargetkan ada peningkatan suara di Pileg 2019 nanti.

"Melihat begini 2014 lalu, perolehan saya Prananda adalah rangking 4 cukup menggembirakan,” kata Prananda usai Surya Paloh melantik DPD, DPC, KSNC se-Tanah Tinggi, Sumut, seperti dikutip dari Merdeka.com, Rabu, 9 Mei 2018.

“Tetapi suara partai itu 103 ribu, jadi itu kursi kesembilan atau kesepuluh. Makanya saya tekankan bersama semua, Partai NasDem paling tidak suara saya bisa 200 ribu suara dan untuk NasDem 300 ribu suara jadi bisalah paling tidak tambahan 2 kursi," ujarnya.

Share: 4 Anak Politisi yang Bertarung Jadi Caleg di Pemilu 2019