Isu Terkini

Makna Artistik dan Politis Desain Medali Asian Games 2018

OlehRamadhan

featured image

Medali resmi Asian Games 2018 sudah diluncurkan sejak satu bulan yang lalu atau tepat pada Sabtu, 30 Juni 2018. Medali emas, perak, dan perunggu di pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut memiliki desain yang memang sarat makna.

Yap, Panitia Pelaksanaan Asian Games 2018 (INASGOC) meluncurkan desain medali yang merupakan gabungan tujuh jenis motif batik. Tentu, desain dan motif batik itu ingin menegaskan soal keberagaman yang ada di Indonesia.

“Desain medali ini menggabungkan beberapa motif batik yang digunakan oleh maskot. Dan ini adalah representasi dari keragaman suku, budaya, agama, dan ras. Yang ikut berpartisipasi dan mendukung acara olahraga terbesar di Asia,” ujar Ketua Umum INASGOC, Erick Thohir.

Selain itu, Erick juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terlibat dalam menyukseskan Asian Games yang kurang dari dua bulan lagi. Presiden Klub Sepakbola Inter Milan itu berharap tak hanya penyelenggaraannya saja, tapi juga sukses bagi Tim Indonesia.

Desain medali Asian Games 2018. Foto: Antara

“Ini simbol kesatuan kita dan ke-Bhinekaan kita sebagai bangsa. Dan kita harus bersatu untuk suksesnya Asian Games, kita juga harus bersatu untuk suksesnya Tim Indonesia,” ucap sosok kelahiran Jakarta, 30 Mei 1970 tersebut.

Selain motif batik yang melekat, terdapat pula logo Asian Games 2018 yang terinspirasi dari arsitektur Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Soal desain medali dengan motif batik tersebut, Putu Wijaya, seorang sastrawan sekaligus sosok yang dikenal kerap menulis cerpen, puisi, hingga melukis, punya tanggapan bagus. Menurut Putu, ada empat nilai yang terkandung dalam desain itu.

“Kalau saya boleh menjawab secara pribadi, desain itu memiliki nilai taktis, strategis, dan politis di samping artistik,” kata Putu kepada Asumsi.co, Selasa, 7 Agustus 2018.

Putu menjelaskan bahwa Asian Games 2018 ini memang jadi kesempatan besar Indonesia untuk mempromosikan diri secara luas kepada penduduk dunia. Maka dari itu, unsur budaya diselipkan di dalam desain medali tersebut.

Medali Asian Games 2018. Foto; Twitter/@AsianGames2018

“Menjadi penyelenggara event olahraga terbesar di Asia itu adalah sebuah kehormatan sekaligus peluang mempromosikan NKRI. Mengambil momentum itu tidak hanya dengan acuan artistik tapi dibarengi semangat mengenalkan keberagaman budaya di Indonesia sudah sepantasnya,” ujarnya.

“Sekaligus menunjukkan walau di tempat/negara lain ada Batik, tapi Indonesia lah ‘kerajaan’ batik.”

“Sejatinya, dengan begitu banyak ragam, corak berbagai batik di Indonesia yang bukan hanya jadi warisan tradisi tapi hidup dalam berbagai keperluan di masyarakat dan dikonsumsi seluruh lapisan masyarakat tua muda, atas, dan bawah.”

Putu menegaskan bahwa desain medali Asian Games 2018 ini sangat bagus. Selain itu, kontennya atau isinya klasik dipadu dengan desainnya modern. “Batik kan begitu. Menurut saya Indonesia itu begitu. Saya suka.”

Indonesia sendiri terus mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games 2018 yang berlangsung 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Kesiapan venue dan para atlet tampaknya sudah mendekati maksimal.

Berikut Fakta Menarik Medali Asian Games 2018:

Terbuat dari bahan zinc alloy, campuran logam dengan seng yang biasa digunakan untuk medali.

Didesain oleh wanita bernama Elysa Munster, bersama dua orang dalam timnya.

Proses desain sendiri memakan waktu selama satu tahun dan beberapa kali revisi.

Kesulitan pembuatan medali sendiri ada pada mempertahankan ornamen batik di medali yang berbentuk kecil.

Diperebutkan total 5.600 medali dengan rincian 1.700 medali emas, 1.700 medali perak, dan 2.200 medali perunggu.

Share: Makna Artistik dan Politis Desain Medali Asian Games 2018