Isu Terkini

Pelican Crossing Thamrin Resmi Digunakan, Yuk Kenali Beberapa Bentuk Penyeberangan Jalan di Dunia!

OlehHafizh Mulia

featured image

Hari ini, 30 Juli, Pelican Crossing yang akan digunakan untuk menggantikan Jembatan Penyebarangan Orang (JPO) di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat resmi dibuka untuk umum. JPO yang dinilai mengganggu pemandangan karena menghalangi pemandangan ke arah patung selamat datang di Bundaran HI ini pun akan dibongkar hari ini juga.

Pelican crossing merupakan singkatan dari pedestrian light controlled crossing. Pelican crossing sama seperti zebra cross yang juga dilengkapi dengan tanda garis-garis putih di aspal, dan sudah dilengkapi dengan alat kontrol lampu pengatur lalu lintas di tempat penyeberangan jalan.

Melalui pelican crossing, maka penyeberang jalan bisa menggunakan alat pengatur lalu lintas yang ada. Itu artinya, pejalan kaki akan lebih bebas menyeberang jalan karena kendaraan akan berhenti saat tombol pelican crossing ditekan dan muncul lampu merah, sebaliknya jika pejalan kaki tak menekan tombol, maka pelican crossing akan tetap berwarna hijau dan kendaraan bebas melintas.

Pelican crossing sendiri kabarnya akan dijaga selama 24 jam penuh oleh petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta. "Petugas hadir untuk memberikan rasa tenang pada saat mereka menyeberang. Menyeberang jalan di Indonesia ini sering menegangkan. Karena itu, mereka hadir untuk membantu supaya mereka tenang karena ada petugas. Petugasnya ada 24 jam," kata Anies Baswedan di Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 30 Juli.

Nah, menariknya guys, sebenarnya Pelican Crossing dan bentuk penyeberangan lainnya sudah banyak tersebar di jalanan Jakarta. Namun, ternyata masih banyak lho jenis-jenis penyeberangan lainnya yang ada di berbagai negara dengan perbedaan yang signifikan pula. Penasaran? Berikut ulasannya!

Pelican Crossing

Pelican Crossing. sumber foto: highwaycodeuk.co.uk

Pertama, mari kita kenali yang sedang ramai dibicarakan oleh netizen ibu kota terlebih dahulu. Kata Pelican sebenarnya berasal dari kata Pelicon, yaitu singkatan dari Pedestrian Light Controlled (Lampu Pejalan Kaki yang Terkontrol). Awalnya, Pelican Crossing digunakan di Inggris Raya pertama kali di tahun 1969.

Cara kerja Pelican Crossing ini sebenarnya sederhana. Penyeberangan ini memiliki dua tiang lampu lalu lintas yang terletak di dua titik penyeberangan. Ketika tidak ada pejalan kaki yang ingin menyeberang, lampu lalu lintas untuk kendaraan bermotor akan terus bertahan hijau, dan lampu lalu lintas untuk pejalan kaki akan selalu merah.

Namun, ketika pejalan kaki ingin menyeberang jalan, terdapat tombol yang dapat ditekan oleh pejalan kaki di kedua tiang lampu untuk mengubah lampu lalu lintas menjadi hijau untuk pejalan kaki dan merah untuk kendaraan bermotor. Biasanya, akan terdapat layar indikator dan suara yang mengindikasikan berapa lama sisa waktu untuk menyeberang bagi pejalan kaki.

Zebra Crossing

Zebra Crossing.Foto: www.trafficchoices.co.uk

Selanjutnya, ada Zebra Crossing. Di Indonesia, Zebra Crossing ini amat dikenali dan sering disingkat menjadi zebra cross saja. Zebra Cross ini tentunya terinspirasi dari warna hitam putih mirip hewan Zebra yang digunakan untuk tempat pejalan kaki menyeberang jalan. Istilah ini pertama kali digunakan di tahun 1948 di Inggris Raya.

Salah satu fitur utama yang membedakan Zebra Crossing dengan Pelican Crossing adalah fitur lampu lalu lintas. Untuk kondisi jalanan yang lengang dengan kendaraan bermotor, biasanya tidak perlu membutuhkan lampu lalu lintas, sehingga Zebra Crossing lah yang digunakan. Penyeberang jalan hanya perlu lebih berhati-hati dalam menyeberang karena tidak ada lampu lalu lintas yang menjadi indikator untuk kendaraan bermotor berhenti.

Toucan Crossing

Toucan Crossing. Foto: www.highwaycodeuk.co.uk

Kemudian, penyeberangan lain yang juga digunakan di seluruh dunia adalah Toucan Crossing. Istilah Toucan sendiri berasal dari dua kata yaitu two dan can, yang memiliki arti bisa dua. Maksud dari bisa dua ini adalah karena penyeberangan ini dapat digunakan oleh dua jenis penyeberang sekaligus, yaitu pejalan kaki dan pengguna sepeda.

Toucan Crossing ini merupakan sebuah usaha untuk memberikan keramahan bagi pengguna sepeda. Untuk memberikan keramahan tersebut, lebar dari penyeberangan jalan pun berbeda dengan Zebra Crossing. Jika Zebra Crossing pada umumnya memiliki lebar sebesar 2,8 meter, Toucan Crossing memiliki lebar 4 meter. Selain lebar, yang berbeda di penyeberangan ini adalah adanya gambar sepeda di lampu lalu lintas.

Pegasus Crossing

Pegasus Crossing. Foto: www.horseandhound.co.uk

Senada dengan Toucan Crossing, penyeberangan jalan ini tidak hanya mengakomodasi kepentingan para pejalan kaki saja. Bedanya, alih-alih sepeda, penyeberangan ini digunakan juga untuk pengendara kuda! Yap, penggunaan nama Pegasus pun disengaja karena nama tersebut adalah nama binatang mitos yang menyerupai kuda. Dua negara yang familiar dengan penyeberangan ini adalah Peru dan Inggris Raya.

Sama juga dengan Toucan Crossing, di lampu indikator akan tertera gambar kuda dan pengendaranya bersebelahan dengan gambar manusia. Selain itu, untuk mengakomodasi pengendara kuda, tombol untuk mengubah lampu lalu lintas menjadi hijau bagi pengendara kuda dan manusia dibedakan. Tombol khusus pengendara kuda diletakkan lebih tinggi agar sesuai dengan tinggi pengendara tersebut.

Share: Pelican Crossing Thamrin Resmi Digunakan, Yuk Kenali Beberapa Bentuk Penyeberangan Jalan di Dunia!