Isu Terkini

Dari Belitung Sampai Sumba, Ini 4 Tempat di Indonesia yang Makin Ramai Pengunjung Berkat Diangkat Ke Layar Lebar

OlehWinda Chairunisyah Suryani

featured image

Selain rekomendasi dari teman dan media sosial, biasanya tempat wisata yang kece bisa kita ketahui dari sebuah film yang diangkat ke layar lebar. Berkat pengambilan gambar yang menarik dengan latar pemandangan alam, membuat orang-orang jadi tertarik ingin berkunjung ke lokasi pembuatan film tersebut.

Tak ayal, banyak tempat yang akhirnya jadi semakin banyak dikunjungi masyarakat karena keberadaan sebuah film. Nah, tempat apa aja sih di Indonesia yang sering dikunjungi masyarakat setelah melihat keindahan pemandangannya di film?

1. Pulau Belitung – Film Laskar Pelangi

Film Laskar Pelangi yang berlatar tempat di Belitung, sebuah pulau di lepas pantai timur Sumatera, yang masuk dalam wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Film yang berhasil menyedot 4,7 juta penonton di akhir penayangannya ini juga sukses mengharumkan nama Pulau Belitung.

Meskipun film Laskar Pelangi bercerita tentang dunia pendidikan, namun penonton nampaknya juga terkesima dengan keindahan Pulau Belitung. Berkat film yang dirilis pada 25 September 2008 ini, wisatawan lokal maupun mancanegara melonjak. Enggak cuma itu aja, pertumbuhan travel di daerah tersebut juga ikutan maju secara signifikan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung Darwis Sitorus mengungkapkan, semenjak film Laskar Pelangi booming, jumlah kunjungan tamu asing dan domestik terus mengalami lonjakan. Darwis bilang, kalau di tahun 2012 jumlah tamu asing yang datang untuk berwisata ke Belitung mencapai 1.864 orang, sedangkan domestiknya 221.747 orang. Di tahun 2013 pun naik. Wisatawan asing 2.035 orang, wisatawan lokal 236.370 orang. Total 238.405 orang.

Bahkan, makin tahun pun terus meningkat. Di tahun 2014, juga kembali terjadi peningkatan untuk wisatawan asing sebanyak 2.361 orang sedangkan wisatawan lokal mencapai 282.968 orang, sehingga totalnya menjadi 285.329 orang.

"Nah justru di tahun 2015 ini kembali meningkat cukup tajam, orang asing saja mencapai 3.498 orang, lokal 301.938 orang. Tahun 2015, jumlah wisatawan asing yang menginap di hotel berbintang di Belitung meningkat menjadi 3.498 orang dari 2.361 orang tahun 2014," ujar Darwis Sitorus dilansir dari mediaindonesia.com pada 12 Oktober 2016.

Sadar dengan makin terkenalnya daerah Belitung, para pengusaha pun juga berbondong-bondong membuka tempat penginapan di sana. Jika di tahun 2012, tercatat ada 19 hotel, berganti tahun di 2013 meningkat menjadi 28 hotel, di tahun 2014 kembali meningkat menjadi 35 hotel, terakhir di tahun 2015 melonjak hingga 40 hotel.

2. Gunung Mahameru – Film 5 Cm

Sebelum adanya film 5 cm, Gunung Mahameru memang sudah terkenal karena merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. Namun, biasanya, hanya para pendaki-pendaki profesional aja yang berkunjung ke sana.

Kemudian, datanglah film 5 Cm, sebuah film yang diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama, mengangkat cerita tentang persahabatan yang berpetualang di puncak Gunung Mahameru. Film 5 Cm yang cukup laris di akhir tahun 2012 itu pengaruhnya pun sangat terasa. Menurut Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ayu Dewi Utari, jumlah pendakian ke Semeru melonjak drastis setelah film besutan Rizal Mantovani diputar di layar lebar.

Menurut Ayu, lonjakan pendakian terjadi selama sepekan dari 25 Desember 2012 sampai 1 Januari 2013. Diperkirakan ada 5-10 ribu pengunjung. Jumlah pengunjung, kata Ayu, berlipat hingga 100 persen lebih. Padahal, selama ini TNBTS nyaris enggak pernah dapat pengunjung melebihi 5.000 orang dalam setahun.

3. Yogyakarta – Ada Apa Dengan Cinta 2

Viralnya kisah cinta Rangga dan Cinta di film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC2) ini juga ngasih pengaruh positif bagi pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Enggak cuma satu tempat aja yang terjadi kenaikan pengunjung, tapi beberapa tempat yang menjadi latar AADC2 pun ikut ramai.

Contohnya nih, hampir semua pengunjung Via Via Resto and Bakery, di Jalan Prawirotaman no 30, biasanya adalah wisatawan asing karena mereka hanya menjual roti berjenis vegan dan dessert yang jarang disukai warga Indonesia. Sebelumnya, pengunjung yang datang berkisar antara 10-15 orang.

Tapi, setelah dijadikan latar pada saat kali pertama Carmen dan Milly melihat Rangga, tempat ini mengalami kenaikan 40% pengunjung. Sekarang untuk tiap shift wisatawan yang datang sebanyak 40-45 orang, kebanyakan wisatawan lokal dari Bandung dan Jakarta. Selain itu wisatawan asing yang berasal dari Asia juga mulai banyak berkunjung, seperti dari Malaysia dan Singapura.

Manajer Via Via Resto Romdiyatmi bilang kalau tempat mereka mengalami kenaikan omset dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. Kenaikan omset dari 300 ribu rupiah per shift menjadi 600 ribu hingga satu juta rupiah. Shift pagi dari pukul 08.00-15.00 dan shift sore pada pukul 15.00-23.00 WIB.

Wisata alam yang ditampilkan dalam film yang meraup lebih dari 2,5 juta penonton ini juga menaikkan jumlah pengunjung Candi Ratu Boko. Suryono, penjaga loket dan pengelola parkir Candi Ratu Boko, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung yang datang sebelum AADC 2 hanya 200-300 wisatawan per hari, sekarang bisa mencapai 500 wisatawan. Pada hari libur akan mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dengan total seribu lebih wisatawan.

4. Pulau Sumba – Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Sebenarnya, ada beberapa film yang mengambil latar syuting di Pulau Sumba, seperti film Pendekar Tongkat Emas, film Susah Sinyal, film Atambua 39 Derajat Celcius, dan Humba Dreams, dan Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak garapan sineas Mouly Surya.

Di film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, yang mendapat beberapa penghargaan, seperti film dengan skenario terbaik pada Festival International du Film deFemmesde Sale (FIFFS) di Maroko edisi ke-11, penghargaan Asian NestWave dari The QCinema Festival di Filipina, dan tokoh Marlina yang diperankan oleh Marsha Timothy juga berhasil mendapatkan penghargaan sebagai aktris terbaik dari Sitges International Fantastic Film Festival.

Yap, jalan cerita film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak ini memang penuh dengan pesan moral. Spesialnya lagi, penonton akan dimanjakan matanya dengan keberadaan salah satu padang sabana terbaik Indonesia yang ada di daerah puncak perbukitan Sumba Nusa Tenggara. Padang rumput, rumah kecil minimalis dan sederhana, dengan segala keunikan dan ciri khas daerah.

Berkat film yang sekaligus mengangkat keindahan alam itulah, menjadikan Pulau Sumba yang memiliki empat kabupaten mengandalkan pemasukan daerahnya dari sektor pariwisata.

Share: Dari Belitung Sampai Sumba, Ini 4 Tempat di Indonesia yang Makin Ramai Pengunjung Berkat Diangkat Ke Layar Lebar