General

Sambut Asian Games, Ini 4 Kebijakan Gubernur Anies yang Tuai Banyak Kritikan

OlehWinda Chairunisyah Suryani

featured image

Tinggal menghitung hari lagi, pesta olahraga akbar negara se-Asia, yakni Asian Games 2018 bakal berlangsung di Indonesia. Tepatnya pada tanggal 18 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang. Sebanyak 47 cabang olahraga, nanti akan dipertandingkan untuk 45 negara kontestan dari negara se-Asia.

Presiden Joko Widodo sendiri udah bilang bahwa Indonesia siap menyambut penyelenggaraan Asian Games 2018.

“Kita patut mengucapkan syukur alhamdulillah bahwa dari pagi tadi telah saya cek kesiapan venue-venue dalam rangka Asian Games 2018 ini dan saya sampaikan Indonesia siap menyambut penyelenggaraan Asian Games 2018,” kata Presiden usai meninjau sejumlah venue di Kompleks Gelora Sriwijaya, Jakabaring Sport City, Palembang, Sabtu, 14 Juli 2018.

Meski Jokowi udah yakin banget sebagai tuan rumah Asian Games 2018, tapi sayangnya persiapan di ibu kota DKI Jakarta sendiri nampaknya masih jadi sorotan. Berbagai kebijakan yang mungkin punya maksud baik, justru dapat kritikan tajam.

Apa aja kebijakan Gubernur DKI untuk menyambut Asian Games 2018 yang kerap dapat kritikan?

1. Perluasan Ganjil-Genap

Demi Asian Games 2018, Jakarta membuat kebijakan yang cukup kontroversial dengan melakukan perluasan aturan ganjil genap. Uji coba kebijakan itu bahkan udah dilakukan sejak 2 Juli. Salah satu yang jadi perhatian adalah periode pelaksanaan pemberlakuan ganjil genap yang dilakukan sejak Senin hingga Minggu dimulai pukul 06.00 WIB sampai 21.00.

Hal itu mengartikan bahwa dalam tujuh hari dengan waktu 15 jam setiap harinya, peraturan ganjil genap diberlakukan. Atas kebijakan tersebut, kritikan pun bermunculan.

Gak, gue ga suka perluasan ganjil genap di Jakarta ini dengan alasan apa pun. Dengan jam berlaku 6 pagi - 9 malam dan berlaku weekend juga, ini meniadakan hak pembayar pajak untuk memakai jalan 3-4 hari dalam seminggu.— Pangeran ⚜ (@pangeransiahaan) July 18, 2018

Hingga pada akhirnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya, mau memangkas beberapa ruas jalur perluasan ganjil-genap, karena dianggap terlalu panjang. Rute yang dipangkas terdiri dari Jalan Benyamin Sueb dari semula 4,07 km menjadi 3,25 km, wilayah Tomang sampai dengan Perintis Kemerdekaan menjadi 21,95 km, dan Metro Pondok Indah 6,69 km jadi 3,85 km.

"Hasil tersebut berdasarkan keputusan bersama dan setelah melakukan hasil evaluasi," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, dilansir Kompas.com pada Minggu, 22 Juli 2018.

Hingga pada akhirnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya, mau memangkas beberapa ruas jalur perluasan ganjil-genap, karena dianggap terlalu panjang. Rute yang dipangkas terdiri dari Jalan Benyamin Sueb dari semula 4,07 km menjadi 3,25 km, wilayah Tomang sampai dengan Perintis Kemerdekaan menjadi 21,95 km, dan Metro Pondok Indah 6,69 km jadi 3,85 km.

"Hasil tersebut berdasarkan keputusan bersama dan setelah melakukan hasil evaluasi," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, dilansir Kompas.com pada Minggu, 22 Juli 2018.

2. Pemasangan Bendera Dengan Tiang Bambu

Bendera negara peserta Asian Games 2018 yang terpasang dengan tiang bambu di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara dan sempat viral itu juga menjadi sorotan publik. Bermula dari postingan di akun Facebook milik Thomy Setiawan, bambu yang digunakan untuk tiang bendera itu dianggap sebagai ketidaksiapan Pemprov DKI dalam menyambut Asian Games 2018.

Uniknya, setelah postingan itu viral, tiang bambu sempat dicopot, tapi Gubernur Anies Baswedan memerintahkan agar bendera tiang bambu itu dipasang kembali, dengan alasan itu adalah inisitif warga dan perlu diapresiasi.

Namun, netizen masih ada yang enggak percaya, kalau pemasangan bendera dengan tiang bambu itu adalah inisiatif warga. Pasalnya, warga mana yang mengoleksi puluhan bendera negara peserta Asian Games 2018?

Entah mana yang benar, tapi yang jelas, Anies secara resmi udah mengeluarkan memo yang berisi tentang perizinan pemasangan bendera-bendera Asian Games 2018 menggunakan bambu.

3. Tutup Kali Item Dengan Kain Waring

Menjernihkan Kali Item yang berada tepat di belakang Wisma Atlet, tempat tinggal para olahragawan dan staf resmi yang berasal dari 45 negara peserta, merupakan salah satu usaha Pemprov DKI dalam menyambut Asian Games 2018.

Kali Item yang punya nama asli Kali Sentiong itu memang berwarna hitam pekat dan menyebarkan bau busuk. Berbagai cara sebenarnya udah pernah dilakukan Pemprov DKI Jakarta, seperti memasang aerator (mesin penghasil gelembung udara) dan nano bubble (mesin penginjeksi gas ke dalam cairan) di sekitar kali agar bau menyengat enggak tercium lagi.

Bahkan, dua mesin aerator pun pernah dipasang di Waduk Sunter, yang merupakan salah satu sumber air Kali Item. Sayangnya, usaha itu enggak berhasil, dan akhirnya Pemprov DKI Jakarta pilih jalan pintas, dengan menutup kali dengan kain waring yang punya lebar 20 meter. Kain itu terbentang sejauh 689 meter dari Jembatan Mato hingga Jembatan Jubilee School.

Selain untuk menghalau bau menyengat, pemasangan itu untuk juga untuk menutupi keruhnya Kali Item. Alih-alih berusaha untuk menutupi bau, memilih menggunakan kain waring itu justru jadi bahan kritikan.

"Airnya itu dari mana? Alirannya dari mana? Nah, itu yang dibersihkan. Mau pakai waring seberapa banyak, ya, tidak akan ada manfaatnya. Kan cuma keindahan sesaat aja, tidak menyelesaikan masalah," Sekretaris Fraksi Hanura DPRD DKI Veri Yonnevil dilansir Detik.com pada Jumat, Jumat, 20 Juli 2018.

4. Pembongkoran  JPO di Bundaran HI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga punya rencana untuk membongkar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Bundaran HI. Hal itu dilakukan karena JPO Bundaran HI dianggap menganggu patung selamat datang yang dibangun untuk menyambut peserta Asian Games.

Makanya, nantinya JPO itu bakal dirobohkan, dan akan diganti dengan Pedestrian Light Control atau Pelican Crossing sebagai pengganti sementara. Pelican crossing merupakan lampu lalu lintas untuk penyeberangan, jadi setiap orang yang mau nyebrang di jalan harus tekan tombol di tiang lampu lalu lintas sebelum menyeberang.

"JPO di HI nanti itu akan dicopot untuk sementara akan disiapkan pelican crossing," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin, 23 Juli 2018.

Share: Sambut Asian Games, Ini 4 Kebijakan Gubernur Anies yang Tuai Banyak Kritikan