Isu Terkini

Perkembangan Terkini Pencalegan: Dinamika Pindah Partai dan Caleg ex-Koruptor

OlehHafizh Mulia

featured

Pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) untuk mengikuti Pemilu Serentak 2019 telah ditutup hari Selasa (17 Juli) kemarin. Semua partai yang terverifikasi telah mencantumkan nama-nama bacaleg yang akan berjuang untuk mendapatkan satu tempat legislatif, baik di tingkat nasional maupun daerah. Setelah didaftarkan, telah terdapat beberapa temuan dan perkembangan terbaru dari proses pendaftaran bacaleg tersebut. Penasaran apa saja? Yuk, lihat!

Masih Ada Partai Politik yang Cantumkan Nama-Nama Bermasalah sebagai Bakal Calon Legislatif

Untuk Pemilu Serentak 2019, KPU telah mengeluarkan aturan soal tidak diiizinkannya nama-nama mantan narapidana korupsi menjadi calon legislatif. Namun begitu, dengan alasan bahwa hak politik merupakan hak seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), masih ada beberapa partai politik yang mendaftarkan orang-orang yang pernah terjebak kasus korupsi.

Pertama, Partai Demokrat. Partai ini mencantumkan dua nama mantan narapidana korupsi untuk menjadi bacaleg DPRD di Jambi. Lalu, Gerindra. mendaftarkan Muhammad Taufik, salah seorang yang pernah terjebak kasus korupsi, untuk menjadi calon anggota legislatif di DPRD DKI Jakarta. Ketiga, partai Golkar. Partai ini mencantumkan dua nama mantan narapidana korupsi untuk menjadi caleg di tingkat DPR dan DPRD. Keempat, PDIP. Partai ini mendaftarkan satu mantan napi korupsi sebagai caleg untuk DPRD Sidoarjo.

Syarat Belum Terpenuhi, Status Caleg PBB Belum Diterima KPU

Dari seluruh partai yang mengikuti Pemilu Serentak 2019, hanya Partai Bulan Bintang yang dipimpin oleh Yusril Ihza Mahendra yang berkas nya belum diterima. Alasan dari belum diterimanya status PBB adalah karena ada beberapa berkas yang belum dipenuhi oleh bacaleg dari PBB. Salah satunya adalah form B1 yang belum dibawa. Hal ini dapat berakibat tidak diizinkannya PBB untuk mendaftarkan caleg di beberapa dapil.

Banyaknya Kader yang Pindah Partai untuk Maju di Pemilu Serentak 2019

Dalam Pemilu Serentak 2019 kali ini, salah satu yang terlihat nyata adalah adanya kader partai yang pindah partai untuk maju sebagai calon legislatif. Sebagai salah satu strategi politik, perpindahan kader ini memang biasa terjadi menjelang pemilu. Salah satu partai yang memang terlihat perpindahan kader-kadernya adalah PAN, Partai Hanura, dan NasDem.

Gagal Nyalon, Kepala Daerah ini Maju jadi Caleg Pemilu Serentak 2019

Selain perpindahan kader, Pemilu Serentak 2019 ini juga diwarnai oleh adanya bacaleg yang sebelumnya pernah gagal menjadi calon kepala daerah. Beberapa nama tersebut adalah TB Hasanuddin (mantan calon gubernur Jawa Barat) yang maju sebagai caleg di dapil Majalengka, Dedi Mulyadi (mantan calon wakil gubernur Jawa Barat) yang maju sebagai caleg di dapil Purwakarta-Karawang-Bekasi, dan Djarot Saiful Hidayat (mantan calon wakil gubernur Jakarta dan mantan calon gubernur  Sumatera Utara) yang maju sebagai caleg di dapil Sumatera Utara III.

Share: Perkembangan Terkini Pencalegan: Dinamika Pindah Partai dan Caleg ex-Koruptor