Isu Terkini

Riza Chalid Muncul di Acara Nasdem, Ini Dia 4 Kasus yang Pernah Melilitnya

OlehWinda Chairunisyah Suryani

featured image

Riza Chalid, orang yang dicari-cari karena kasus ‘Papa Minta Saham’, tiba-tiba muncul di sebuah acara yang diselenggarakan oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Sosok Riza Chalid memang sempat dinyatakan menghilang setelah tersangkut kasus yang melibatkan manta Ketua DPR RI Setya Novanto pada tahun 2015 lalu.

Jaksa Agung HM Prasetyo sendiri saat itu mengaku enggak tahu di mana posisi Riza Chalid. Prasetyo hanya tahu kalau Riza sedang berada di luar negeri dan enggak bisa dipanggil paksa. Karena itu, kehadiran Riza Chalid dalam acara Akademi Bela Negara (ABN) partai NasDem angkatan ke-2, pada Senin, 16 Juli 2018 pun akhirnya membuat publik terheran-heran.

Kehadiran itu diketahui dari sebuah video yang tersebar ke media sosial, di mana video itu memperlihatkan Riza duduk di tempat duduk barisan depan saat Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan.

Gara-gara video yang tersebar itu pula, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD juga ikut diserang netizen, sebab Mahfud tampak duduk di barisan yang sama dengan Riza.

Kasus Papa Minta Saham itu ditangani oleh kejagung dan seingat sy sdh ditutup berdasar vonis MK ttg rekaman. Kok nanya ke sy? Anda kan bs tanya ke kejagung. Urusan dia hadir di acara Nasdem itu juga bkn urusan sy & anda tp urusan yg ngundang. Krn sy diundang ya “wajib” datang. https://t.co/lSvG0oDbrD— Mahfud MD (@mohmahfudmd) July 19, 2018

Lalu, apa aja sih kasus yang sempat menjerat Riza Chalid?

1. Kasus Papa Minta Saham

Ya, nama Riza Chalid memang mulai dikenal publik sejak tersebar rekaman kasus "papa minta saham" pada akhir 2015. Dalam rekaman pembicaraan, Riza yang merupakan seorang pengusaha besar diduga lagi ngebahas tentang pembagian saham bersama mantan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan Setya Novanto.

Dalam rekaman itu Riza juga mencatut nama Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kejaksaan Agung juga sempat mengabulkan gugatan yang menyatakan Riza dan Novanto terlibat dalam permufakatan jahat atas tindak pidana korupsi saham Freeport.

Tapi, Riza enggak pernah diselidiki Kejaksaan Agung maupun KPK karena ia menghilang setelah kasusnya diketahui publik. Saat itu, kabarnya, Riza pergi keluar negeri. Padahal, Novanto yang diseret ke Mahkamah Kehormatan Dewan sampai mengundurkan diri dari posisi Ketua DPR.

Sayangnya, Mahkamah Konstitusi melakukan uji materi undang-undang Informasi dan Transaksi Teknologi yang diajukan oleh Setya Novanto. Materi yang diujikan adalah Pasal 5 Ayat 1 dan Ayat 2 dan Pasal 44 huruf b tentang penyadapan. Dari putusan itu, memutuskan bahwa rekaman pertemuan Riza, Novanto, dan Sjamsoeddin tersebut enggak bisa diproses lagi karena ilegal.

2. Peran Riza di Pilpres 2014

Rekaman itu juga sekaligus membongkar peran Riza di pemilihan presiden 2014 lalu. Dalam rekaman itu Riza sempat menyinggung perannya sebagai pemodal untuk pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Ia kabarnya mendanai pembelian Rumah Polonia yang kemudian menjadi markas pasangan Prabowo-Hatta dan koranObor Rakyat yang berisi berita-berita buruk tentang Joko Widodo.

Riza dan Novanto kala itu memang berada di kubu Koalisi Merah Putih. Dalam rekaman itu juga, Riza dan Novanto di antaranya menyinggung bantuan dana sebesar Rp 500 M yang mereka berikan ke pasangan Prabowo-Hatta.

Tapi dana itu akhirnya tak jadi diberikan karena pasangan Prabowo-Hatta kalah di Pilpres.

“Padahal duit kalau dibagi dua pak, hepi Pak. 250 M (Rp 250 M) ke Jokowi-JK, 250 M ke Prabowo-Hatta, kita duduk aja. Ke Singapura, main golf, aman. hahaha," kata Riza Chalid dalam rekaman.

3. Kasus Minyak Si Raja Minyak

Riza ini memang cukup dikenal di bisnis perminyakan luar negeri. Di Singapura, dirinya mampu memenangkan tender-tender besar untuk perusahaannya, PT Global Energy Resources, perusahaan yang menjadi pemasok utama minyak mentah buat Pertamina Energy Trading Limited (Petral).

Makanya, dalam artikel Tempo yang berjudul Jejak Licin Saudagar Minyak, Riza disebut dekat dengan Bambang Trihatmodjo, anak ke-3 Soeharto. Dari peran Bambang itulah, selama puluhan tahun Riza bisa mengendalikan Petral.

Namun, ia pernah tersandung kasus impor 600 ribu barel minyak mentah ramuan Zatapi oleh Pertamina. Di mana, ketika itu Petral ngebeli minyak campuran bernama Zatapi, melalui dua perusahaan yang terafiliasi dengan Riza, yaitu Global Resouces Energy dan Gold Manor.

Transaksi itu pun dipermasalahkan oleh Komisi VII DPR RII dalam rapat kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral kala itu, Pramono Yusgiantoro pada Februari 2008. DPR mempertanyakan sejumlah kejanggalan di balik tender tersebut, dengan dugaan Pertamina tekor Rp 65 miliar hanya pada satu transaksi.

Tapi, lagi-lagi kasus Riza tak diusut, karena dihentikan oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan dianggap tidak merugikan negara.

4. Ikut Terseret Kasus Gurita Cikeas

Riza yang diberi julukan ‘The Gasoline Godfather’ yang artinya ‘rajanya raja minyak’ ini juga sempat diduga berkongsi jahat dengan Keluarga Cikeas. Dalam buku George Junus Aditjondro yang berjudul ‘Gurita Bisnis Cikeas’ menyebutkan kalau harus membayar premi kepada keluarga SBY sebesar 50 sen Dolar per barel minyak.

Jadi, setiap ekspor 100 barel, maka yang masuk ke kantong keluarga mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebesar US$5.000.

Share: Riza Chalid Muncul di Acara Nasdem, Ini Dia 4 Kasus yang Pernah Melilitnya