Isu Terkini

Kalian Anak Muda tapi Ingin Naik Haji? Begini Caranya!

OlehHafizh Mulia

featured image

Naik haji merupakan salah satu rukun Islam yang sepatutnya dilaksanakan ketika telah tercapai satu kondisi: mampu. Sayangnya, untuk mampu naik haji dari Indonesia semakin sulit. Mulai dari harga paket haji yang melambung tinggi untuk paket plus nya, hingga waktu tunggu yang semakin lama untuk haji reguler. Tahun 2017 yang lalu saja, rata-rata waktu tunggu haji bisa sampai 17 tahun. Sudahlah mahal, waktu untuk menunggunya pun sangat lama. Namun, sebenarnya tidak ada yang tidak mungkin kalau kalian ingin naik haji di masa muda. Asal, ikuti beberapa hal berikut ini!

Ketahui Biaya dan Durasi Menunggu Paket Haji

Salah satu kekurangan yang masih seringkali terjadi di Indonesia adalah kekurangan informasi. Kekurangan informasi ini bisa terjadi karena beberapa alasan, mulai dari calon jama’ah yang kurang proaktif untuk mencari informasi, atau memang agen haji yang kurang transparan dalam informasinya. Paket-paket haji di Indonesia saat ini yang umum ada dua macam. Paket Haji Reguler dan Paket Haji Plus (Khusus).

Untuk paket Haji Reguler, hal ini diselenggarakan langsung oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.  Prosesnya pun cukup panjang. Dengan biaya 25 juta Rupiah yang disetor ke bank, calon jamaah akan mendapatkan nomor validasi. Setelah nomor validasi didapat dari bank, buku tabungan, dokumen bukti setoran awal, dan nomor validasi didaftarkan ke Kementerian Agama terdekat. Setelah itu, calon jama’ah pun mendapatkan dokumen pendafataran haji (SPPH) dan Nomor Porsi. SPPH dan Nomor Porsi ini lah yang akan menentukan seberapa lama kamu diperkirakan akan menunggu untuk mendapat giliran haji.

Sedangkan untuk paket Haji Plus (khusus), haji ini diselenggarakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang sudah berizin resmi dan diawasi oleh Kementerian Agama RI. Program ini merupakan program haji alternatif, karena waktu tunggu yang lama (rata-rata 17 tahun) bisa dipangkas menjadi hanya 6-7 tahun saja. Namun tentunya, paket ini memiliki harga yang cukup mahal. Jika biaya awal pendaftaran untuk haji reguler 25 juta Rupiah, maka biaya Haji Plus minimal di angka USD 10.000, atau setara dengan 140 juta Rupiah (dengan kurs $1=14.000). Tentu harga ini bisa berubah sewaktu-waktu.

Jangan Buang-Buang Duit buat Hal yang Gak Perlu

Nah, udah tahu kan sekarang betapa susahnya naik haji? Apalagi untuk naik haji muda, dibutuhkan kemampuan finansial dan kesabaran menunggu yang luar biasa. Kalau begitu, salah satu cara yang mampu adalah jangan buang-buang duit buat hal yang enggak perlu! Satu gelas kopi yang berharga Rp 50.000 tentu bisa disubstitusi dengan kopi seharga Rp 20.000. Mulailah nabung untuk keperluan hal yang penting, terutama buat kalian yang merencanakan hal-hal yang berbiaya besar seperti naik haji.

Mulai Nabung di Tabungan Haji

Kalau merasa khawatir tabungan tidak terkontrol, salah satu cara yang ampuh adalah dengan nabung di tabungan haji. Bank-bank nasional, khususnya yang memiliki brand syariah, memiliki beragam perencanaan yang bisa diikuti agar nabung untuk naik haji tidak menjadi sia-sia. Bebrapa bank yang menawarkan tabungan haji tersebut seperti Tabungan Haji Syariah Bank Muamalat, Tabungan Haji Bank Tabungan Negara (BTN), Tabungan Haji Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah), Tabungan Haji Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRI Syariah), dan Tabungan Haji Bank Syariah Mandiri (BSM). Tabungan-tabungan ini menjamin kalian untuk menabung dengan aman tanpa bunga, biaya awal yang rendah, dan tetap dapat digunakan seandainya ada keperluan mendadak sewaktu-waktu.

Jadi, sudah siap belum untuk naik haji muda?

Share: Kalian Anak Muda tapi Ingin Naik Haji? Begini Caranya!