Isu Terkini

Peringatan 100 Tahun Hari Lahir Nelson Mandela, Apa Saja Jasanya Hingga Terus Dikenang?

Winda Chairunisyah Suryani– Asumsi.co

featured image

Mantan Presiden AS Barack Obama pada Selasa, 17 Juli kemarin baru aja  ngasih pidato di stadion kriket Johannesburg, Afrika Selatan. Kehadiran Obama itu untuk memperingati 100 tahun hari lahir tokoh antiapartheid Nelson Mandela.

Ditemani seorang pengusaha, Patrice Motsepe, Obama mengajak orang-orang di seluruh dunia untuk menghormati hak asasi manusia. Sekitar 14 ribu warga Afrika Selatan ikut menghadiri dan mendengarkan pidato dari Presiden Amerika Serikat pertama yang berkulit hitam itu.

Ia juga mengajak generasi muda Afrika Selatan supaya mau ngelanjutin perjuangan hidup Mandela untuk mewujudkan demokrasi, keberagaman, dan HAM. Pidato Obama itu menjadi kegiatan Obama yang paling banyak dipublikasikan sejak ia keluar dari Gedung Putih pada tahun 2017.

Lalu, siapakah sosok Nelson Mandela? Mengapa ia begitu spesial, bahkan Facebook secara khusus mengenang perjuangan Nelson Mandela di halaman utama mereka?

Capture Facebook/Dok.ASUMSI

Berjuang Demi Wujudkan Keseteraan Ras

Mungkin, kalian cukup familiar dengan wajah Nelson Mandela dari berbagai fotonya yang selalu tersenyum. Ia adalah pejuang anti Apartheid, sebuah sistem pemisahan ras yang diterapkan oleh pemerintah kulit putih di Afrika Selatan dari awal abad ke-20 hingga tahun 1990.

Kala itu, pemisahan rasial diterapkan di semua bidang kehidupan, mulai dari kereta api atau bis yang harus punya tempat duduk terpisah bagi orang kulit hitam dan putih. Bahkan di rumah sakit, balai kota dan bank, pintu masuknya aja pun terpisah. Begitu pula dengan wilayah tempat tinggal.

Sedangkan, Mandela terus berjuang melawan sistem Apartheid itu. Ketika ia dipaksa untuk menikah, Mandela justru melarikan diri ke Johannesburg dan kemudian kuliah hukum. Ketika menjadi mahasiswa, pria kelahiran 18 Juli 1918 itu aktif berpolitik untuk membela hak kaum kulit hitam.

Pada tahun 1942, ia pun bergabung dengan gerakan pembebasan, Kongres Nasional Afrika (ANC), dan kemudian mendirikan organisasi pemuda ANC. Di tahun 1956, Mandela bersama dengan 155 aktivis lainnya dituduh melakukan penghianatan kepada negara, karena aktivitasnya dalam memimpin kampanye anti apartheid.

Nelson Mandela. Foto: Reuters

Pada 12 Juni 1964, Mandela dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Ia dinyatakan bersalah karena melakukan sabotase terhadap pemerintahan yang waktu itu didominasi oleh kaum putih, padahal Afrika Selatan sendiri warganya mayoritas berkulit hitam.

"Saya tak membantah jika saya berencana melakukan sabotase. Saya memang nekat, tapi tak bermaksud memicu kekerasan. Saya ingin semuanya berjalan damai dengan langkah ini untuk meruntuhkan pemerintahan diktator," ungkap Mandela, seperti yang pernah dimuat di BBC on This Day.

Meskipun Nelson Mandela dipenjara, tapi semangatnya dalam berjuang melawan ketidakadilan masih membara di jiwa aktivis-aktivis, hingga mereka mengobarkan perang terhadap rezim Apartheid. Atas tekanan masyarakat internasional, akhirnya Mandela dibebaskan.

Mandela bebas setelah mendekam di penjara selama 27 tahun, saat Afrika Selatan dipimpin oleh Presiden F.W. de Klerk.

Jadi Presiden Kulit Hitam Pertama di Afrika Selatan

Pada tanggal 9 Mei 1994, Afrika Serikat melangsungkan Pemilu demokratik pertama mereka. Warga kulit hitam Afrika Selatan mengantre untuk memberikan suara mereka untuk pertama kalinya. ANC menang telak dan Nelson Mandela menjadi presiden kulit hitam pertama.

Pria kelahiran Mvezo, desa kecil di tepi sungai Mbashe di Provinsi Eastern Cape, Afrika Selatan itu juga ditunjuk parlemen menjadi presiden kulit hitam pertama di negara itu untuk memimpin perubahan negara. Atas jasa-jasanya, Mandela  mendapat penghormatan internasional atas upayanya bagi perdamaian di seluruh dunia.

Mandela yang rendah hati hanya memerintah selama satu periode, di tahun 1999 ia menjadi satu dari sedikit pemimpin Afrika yang mundur dengan sukarela. Thabo menggantikan Mandela sebagai pemimpin Afrika Selatan dan ANC.

Setelah mundur dari jabatannya, pria yang punya nama lahir Rolihlahla itu mendirikan Yayasan Nelson Mandela untuk memerangi kemiskinan dan HIV/AIDS. Di usianya yang ke 95 tahun, ia pun wafat di Johannesburg, meninggalkan lebih dari 250 penghargaan internasional yang ia telah terima semasa hidupnya.

Nelson Mandela saat menerima nobel perdamaian pada tahun 1993. Foto: AP

Share: Peringatan 100 Tahun Hari Lahir Nelson Mandela, Apa Saja Jasanya Hingga Terus Dikenang?