Isu Terkini

Mariska Halinda, Si Atlet Taekwondo yang Mengubah Hobi Jadi Medali

OlehRamadhan

featured image

Indonesia tak pernah kehabisan stok atlet-atlet perempuan berprestasi di berbagai cabang olahraga. Salah satu srikandi tanah air yang siap mengibarkan bendera Merah Putih di hajatan Asian Games 2018 adalah Mariska Halinda.

Mariska Halinda adalah atlet taekwondo perempuan yang menjadi andalan Indonesia di perhelatan olahraga se-Asia yang berlangsung setiap empat tahun sekali tersebut. Target medali emas pun diletakkan di pundaknya.

Sebelum berhasil masuk menjadi salah satu atlet taekwondo yang akan mewakili Indonesia di Asian Games 2018, Mariska sendiri harus berjuang melalui perjalanan panjang. Sejak awal, taekwondo sebenarnya hanyalah hobi yang dijalankannya.

Seperti apa cerita perjalanan Mariska sebagai atlet taekwondo profesional yang bakal mewakili Indonesia di Asian Games 2018? Lalu, apa target Mariska di perhelatan olahraga terbesar se-Asia yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang tersebut?

Dari Hobi dan Ikut Jejak Ayah-Kakak

Mariska merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Kadim dan Siti Aisyah yang lahir di Samarinda pada 28 Maret 1994 silam.

Seperti dikutip dari laman resmi Asian Games 2018, Selasa, 17 Juli, Mariska mengakui bahwa ia menyukai olahraga taekwondo sejak TK karena mengikuti jejak sang ayah dan kakaknya. Mariska pun tergelitik untuk ikut latihan juga.

Lama kelamaan, Mariska jatuh cinta dengan olahraga beladiri asal Korsel tersebut dan malah jadi hobi. Awalnya, ayahnya lah yang mengenalkan olahraga taekwondo kepada sang kakak, meski akhirnya Mariska lah yang serius berlatih.

Aksi atlet taekwondo perempuan andalan Indonesia, Mariska Halinda. Foto: Instagram/@Mariska_Halinda.

Nah, lantaran sudah ikut berlatih taekwondo sejak kecil, Mariska pun mulai ikut pertandingan saat kelas 3 SD. Lalu, kemampuan taekwondo Mariska mulai terasah saat dirinya bergabung dengan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan di Jakarta saat SMA.

Di sanalah, Mariska mulai serius berlatih untuk menjadi atlet taekwondo. Kini, Mariska sangat bersyukur karena berkat latihan dan kerja kerasnya selama ini, hasil yang ia dapat pun tak mengecewakan.

Prestasi Mengkilap Mariska Halinda

Setelah berlatih keras dan mendapatkan penghargaan saat bertanding di level sekolah dasar, prestasi Mariska pun berlanjut di kejuaraan daerah maupun nasional. Seperti kata pepatah, “proses tak akan mengkhianati hasil” dan hal itulah yang dirasakan Mariska.

Prestasi gemilang seperti gelar juara 2 Indonesia Open 2012 membuat Mariska terpilih dan dipanggil Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) untuk mewakili Indonesia di ajang olahraga bergengsi Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

Sayangnya, Mariska belum berhasil membawa pulang medali untuk Indonesia dari ajang empat tahunan tersebut. Saat itu, Mariska dinilai masih baru oleh pelatih dan harus terus berlatih lebih keras lagi.

Mariska baru bisa membuktikan kemampuannya di SEA Games 2015 Singapura dan SEA Games 2017 Malaysia. Tak tanggung-tanggung, pada dua event olahraga se-Asia Tenggara itu, Mariska berhasil mempersembahkan medali emas di kelas 53 kg kyorugi (tarung).

Meski gagal di turnamen internasional pertamanya, Mariska tak lantas menyerah dan terus berlatih serta berusaha memberikan yang terbaik. Hasilnya, Mariska terus naik kelas dan berhasil meraih medali emas di SEA Games 2015 di Singapura dan SEA Games 2017 di Malaysia.

Lalu, ia juga menyabet medali emas Kazakhstan Terbuka, medali perunggu Kejuaraan musim panas Korea Selatan 2015, medali perunggu Islamic Solidarity Games 2017.

Medali Emas Jadi Target Mariska

Totalitas Mariska sudah menjadi komitmennya selama ini. Bahkan, demi mengharumkan nama Indonesia, Mariska rela tiga kali melewatkan hari lebaran bersama keluarga karena harus berlaga di berbagai pertandingan.

Mariska Halinda merayakan keberhasilannya dengan mengibarkan bendera Merah Putih usai meraih medali emas di SEA Games 2017. Foto: Instagram/@Mariska_Halinda.

Misalnya saja pada tahun 2014 lalu saat Mariska harus melewati libur lebaran di Korea Selatan. Kala itu, Mariska dan rekan-rekannya yang lain dari tim taekwondo Indonesia harus mengikuti latihan persiapan jelang Asian Games Incheon, 2014.

Kondisi yang sama berlanjut di tahun 2016, di mana Mariska dan tim saat itu harus kembali melewatkan masa libur lebaran di Korea Selatan untuk pemusatan pelatihan luar negeri di Korea Selatan jelang kualifikasi Olimpiade Rio 2016 di Brasil.

Kemudian pada tahun 2017, Mariska kembali melewatkan momen lebaran di Indonesia karena ia dan tim harus mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Taekwondo 2017 yang berlangsung selama satu pekan, di Muju, Korea Selatan.

"Menjadi seorang atlet memang tidak mengenal tanggal merah ataupun libur nasional. Semua jadwal disesuaikan dengan jam latihan dan waktu pertandingan," ujarnya.

Kini, dengan modal prestasi dan pengalaman serta perjuangan kerasnya itu, Mariska menatap ajang Asian Games 2018 dengan optimisme tinggi. Ia pun akan berjuang untuk mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.

“Pecundang selalu berkata susah dan tidak bisa, tapi pemenang selalu berkata walaupun susah aku akan tetap melakukannya," kata Mariska seperti dilansir laman resmi Kementerian Pariwisata, Senin, 9 Juli.

Share: Mariska Halinda, Si Atlet Taekwondo yang Mengubah Hobi Jadi Medali