Isu Terkini

3 Perubahan Mengejutkan yang Terjadi Usai Ronaldo Pindah ke Juventus

Ramadhan– Asumsi.co

featured image

Tanpa perlu banyak berbasa-basi, Juventus dengan cepat langsung berhasil menggaet megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, Selasa, 10 Juli. Juventus menebus Ronaldo dengan biaya transfer mencapai 100 juta euro dan dikontrak empat tahun.

Soal pelunasan, Juventus kabarnya bakal melakukan dua kali pembayaran terhadap biaya transfer pemain berusia 33 tahun itu. Tak hanya itu saja, Bianconeri juga harus membayar biaya tambahan sebesar 12 juta euro untuk uang kontribusi berdasarkan regulasi FIFA.

Nah, kepindahan Ronaldo ke Juventus ini tentu mengejutkan banyak pihak, terutama pendukung setia Madrid atau Madridista dan fans Ronaldo sendiri. Ya siapa yang enggak kaget kan ngeliat idola yang sudah mempersembahkan empat trofi Liga Champions buat klub, lalu ujug-ujug pergi?

Tapi, efek domino dari transfer Ronaldo ke Juventus sendiri sebenarnya enggak cuma soal kesedihan Madridista saja. Perubahan besar pun diprediksi bakal muncul di berbagai aspek setelah Ronaldo memastikan diri meninggalkan Santiago Bernabeu.

Apa saja perubahan-perubahan itu?

Fanboys Ronaldo Mendadak Bijak dan Sebagian Jadi Juventini

Kira-kira begini ungkapan bijak fanboys Ronaldo dan Madridista saat Ronaldo resmi bergabung dengan Juventus:

“Madrid is not only about Cristiano Ronaldo.”

“Pemain boleh datang dan pergi kapan saja, tapi Madrid tetap di hati.”

“Tidak ada pemain yang lebih besar dari klub. Madrid lebih besar dari Ronaldo.”

“Biasa aja tuh Ronaldo pergi, kan Madrid masih punya Bale, Benzema, dan Vinicius Junior.”

Husnuzan saja dulu, ya mungkin memang ada Madridista yang biasa-biasa saja pas Ronaldo meninggalkan Madrid. Tapi, apakah Madridista sama sekali enggak terenyuh hatinya jika melihat catatan statistik Ronaldo bersama El Real selama ini?

Aksi Cristiano Ronaldo saat mencetak gol salto spektakuler ke gawang Juventus pada laga leg pertama perempatfinal Liga Champions 2018/19 di Juventus Stadium. Foto: Thenational.ae

Ronaldo itu sudah jadi ikon Madrid sama seperti Lionel Messi di Barcelona saat ini. Bayangkan saja, selama sembilan musim berseragam Madrid, Ronaldo berhasil mencetak total 450 gol dan 131 assists dalam 438 laga. Mentereng kan?

Dari jumlah gol tersebut, pemain yang akrab disapa CR7 itu sukses membawa Madrid meraih 4 gelar Liga Champions, 2 La Liga,1 Copa del Rey, 3 Piala Super Eropa, 3 Piala Dunia Antar Klub, dan 4 kali meraih trofi pemain terbaik Ballon d’Or.

Gimana Madridista masih mengaku enggak sedih? Bohong besar lah ya kalo masih mengaku biasa-biasa saja melihat Ronaldo meninggalkan Madrid dengan sederet catatan hebat dan bergelimang prestasi.

Dalam situasi seperti sekarang ini, pilihan pun tak banyak bagi Madridista. Ini tentu jadi dilema bagi para fanboys Ronaldo yang juga sangat mencintai Madrid, namun berpura-pura untuk tegar.

Apakah mereka akan tetap mendukung Madrid sepenuh hati meski Ronaldo kini berseragam Juventus? Atau sebaliknya, menanggalkan dukungan untuk Madrid dan ramai-ramai ikut Ronaldo hijrah dan berubah jadi Juventini sejati? Who knows.

Coba cek aja jumlah followers akun-akun Instagram-nya Madrid atau fanbase Madrid. Jika berkurang, atau di sisi lain jumlah followers Juventus bertambah, maka kalianlah yang bisa mengambil kesimpulan akhir.

Messi Kehilangan Pesaing, Histeria La Liga Berkurang?

“The Messi-Ronaldo rivalry will never be the same again”. Kira-kira, ungkapan seperti inilah yang muncul seiring kepergian Ronaldo dari Madrid dan La Liga Spanyol menuju Juventus di Seria A Italia.

Tak bisa dipungkiri bahwa Ronaldo dan Messi memang jadi magnet pembius pecinta sepakbola dunia. Keduanya adalah bumbu paling nikmat kala partai El Classico antara Real Madrid vs Barcelona tersaji, tanpa keduanya ya hambar.

La Liga since 2009, when Cristiano joined Real Madrid:

Goals
Messi - 329
Ronaldo - 311

Assists
Messi - 122
Ronaldo - 88

Titles
Messi - 6
Ronaldo - 2

Top Goalscorer
Messi - 5
Ronaldo - 3

Player of the Year
Messi - 5
Ronaldo - 1— bet365 (@bet365) July 10, 2018

Kepergian Ronaldo jelas jadi fase kehilangan bagi Lionel Messi. Yang membuat Messi termotivasi untuk jadi lebih baik adalah Ronaldo, yang menjadi pesaing utama Messi merebut golden boot juga Ronaldo, Messi gagal penalti juga gara-gara Ronaldo.

Lalu, apa lagi?

Messi cukur rambut langsung dibandingin sama Ronaldo, Messi beli mobil baru juga diadu sama mobil baru Ronaldo, Messi nunggak pajak eh Ronaldo juga enggak mau kalah, Ronaldo punya anak tiga Messi pun langsung nambah anak.

Singkatnya, kepergian Ronaldo, selain membuat Messi kehilangan pesaing, juga membuat La Liga Spanyol kemungkinan jadi berkurang histerianya. Messi dan Ronaldo jadi nilai tambah bagi tumbuh besarnya kasta tertinggi Liga Spanyol itu.

Meski begitu, Presiden La Liga Javier Tebas justru menanggapi santai kabar kepergian Ronaldo dari Madrid. Tebas memastikan bahwa La Liga bakal tetap kompetitif dan jadi kompetisi terbaik meski ditinggal pemain bintang seperti Ronaldo.

"Kami sudah bekerja banyak sehingga perpindahan seperti ini tidak begitu berarti. Jika sebelumnya saya khawatir di kisaran angka 9 dari 10, sekarang cuma 4 dari 10. Tidak seperti itu lagi dan kami sudah bekerja keras sehingga tidak bergantung lagi dengan bursa transfer," kata Tebas seperti dilansir Marca, Rabu, 11 Juli.

"Di La Liga, kami lebih besar dari para pemain. Sama seperti Real Madrid yang lebih besar dari nama seorang Cristiano Ronaldo," ucapnya.

Apakah ucapan Tebas bakal terbukti kalau La Liga akan baik-baik saja pasca kepergian Ronaldo? Kita tunggu saja hingga musim baru dimulai.

Ilustrasi Cristiano Ronaldo berseragam Juventus. Foto: Twitter/@@nuovajuvestelle.

Luluhnya Hati Para Juventini yang Membenci Ronaldo

Tuhan memang Maha Adil ya. Bagi Juventini yang sudah terlanjur membenci Ronaldo sejak lama, akhirnya dihadapkan dengan fase tersulit dalam hidup yakni belajar mencintai Ronaldo di Juventus. Duh, so sweet sih ini.

“Haters gonna hate”. Yap, saat Ronaldo masih bersama Madrid, haters Ronaldo yang merupakan Juventini tentu ingat betul bagaimana Ronaldo menjadi penghambat Juventus dalam perjuangan meraih gelar juara Liga Champions, apalagi gol saltonya musim lalu ke gawang Gianluigi Buffon. Nyesek blassss!

Akibat terlalu benci, apapun yang berbau dengan Ronaldo, maka tak ada celah untuk tak membenci kapten Timnas Portugal tersebut.

Momen-momen yang membuat haters Ronaldo bersuka cita adalah saat Ronaldo gagal penalti, gagal cetak gol, ditekel lawan, diving, dapet kartu kuning, marah-marahin wasit, sampai saat Portugal tersingkir di Piala Dunia 2018.

Bayangkan, mereka ini bakal selebrasi seperti mencetak 1000 gol di sebuah pertandingan tarkam, saat melihat momen-momen kegagalan Ronaldo.

Lalu, apa kabar Juventini yang membenci Ronaldo saat tau ikon nomor 7 Madrid itu resmi bergabung dengan Juventus? Mau enggak mau akan luluh dan bertekuk lutut mencintai Ronaldo dan menghapus semua rasa benci yang dulu pernah ada.

Seperti kata pepatah bahwa hakikat dari benci adalah cinta yang ternodai. Lalu, memang benar adanya bahwa terlalu benci malah bisa membuat jatuh cinta dan hal itulah yang kini dirasakan para Juventini yang dulunya sangat membenci Ronaldo.

Share: 3 Perubahan Mengejutkan yang Terjadi Usai Ronaldo Pindah ke Juventus