Isu Terkini

Dwi Fadhilah, Atlet Karate Muda yang Berani Berlaga di Asian Games 2018

Winda Chairunisyah Suryani– Asumsi.co

featured image

Salah satu cabang olahraga yang menjadi langganan Indonesia mendulang medali emas adalah karate. Tapi, olahraga bela diri asal Jepang ini sempat mengalami permasalahan, di mana empat atlet yang punya potensi untuk menyumbang medali di Asian Games 2018 sempat mengundurkan diri.

Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate Do Indonesia (PB FORKI) bilang bahwa masalah dimulai ketika para atlet menyatakan enggan dilatih pelatih baru. Usut punya usut, kemunduran para atlet potensial itu juga dikarenakan adanya doktrin dari pelatih lama.

"Keempat atlet ini tidak terima dilatih pelatih baru. Padahal, pelatih lama kurang bagus. Sepanjang pelatnas SEA Games, ia hanya muncul di tempat latihan tiga kali. Setelah kami telusuri, mereka didoktrin pelatih lama yang tak masuk lagi dalam susunan pelatih Asian Games," ujar Sekretaris Jenderal PB FORKI Lumban Sianipar pada media usai bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di Jakarta, Rabu, 21 Februari 2018 lalu.

Akhirnya, PB FORKI memilih untuk menuntaskan polemik di pemusatan latihan nasional (pelantas). Nasib empat atlet potensi medali Asian Games 2018 Jakarta-Palembang diganti karateka junior.

“Kalau sudah pilihan masing-masing, saya tidak mungkin semacam ngemis, ‘please dong, datang, datang,’ kan tidak seperti itu. Ya, kalau sudah memilih mundur kan saya ucapkan terima kasih.”

Meskipun punya masalah, karateka Indonesia harus tetap optimis. Dwi Fadhilah salah satunya. Anak dari Sujendi dan Sri Sulastri ini pernah menang dalam kompetisi juara dunia karate antar pelajar. Ya, saat umurnya baru menginjak usia 17 tahun, Dwi udah berhasil naik podium utama di Kejuaraan Karate Dunia antar pelajar bertajuk Coupe Internationale de Kayl, di Luxemburg pada 2016.

Di Asian Games nanti, Dwi masuk dalam kateogori Kumite (perkelahian) yang biasanya dilakukan oleh para karateka tingkat lanjut sabuk biru atau lebih. Kumite ini sendiri dibagi atas kumite perorangan dengan pembagian kelas berdasarkan berat badan dan kumite beregu tanpa pembagian kelas berat badan (khusus untuk putra).

Nah, Dwi masuk dalam Kumite -50 Kg. Ia pun terus berlatih kecepatan dan teknik menyerang di pelatnas karate, di Coloto, Cianjur, Jawa Barat. Para peserta pelatnas memang harus berlatih dua kali dalam sehari. Apalagi, Dwi masih belum banyak mengantongi medali di tingkat internasional.

“Makin deg-degan sih, buat ke Asian Games, soalnya kan Asia lebih tinggi tingkatnya daripada Asia Tenggara,” ujar Dwi yang pernah mengikuti Kejuaraan Asian Karate Championship 2017 di Astana, Kazakhstan.

Biodata Dwi Fadhilah

  • Tempat, Tanggal Lahir : Medan, 17 Maret 1999
  • Cabang olahraga: Karate
  • Orang tua : Sujendi dan Sri Sulastri
  • Pendidikan : SD Swasta Pertiwi Medan, SMP Negeri 7 Medan, SMA Negeri 3 Medan

Prestasi

2016
-Juara I Open Dasril Cup kelas -48kg junior putri di Bandung
-Juara I O2SN kelas -53 kg putri di Jakarta
-Juara 1 Panglima TNI kelas -48 kg junior putri di Jakarta
-Juara I 2016 U16 -53kg Coupe de Kayl Luxembourg

2015
-Juara I Kejurda Sumut kelas -53 kg junior putri di Medan
-Juara 1 Turnamen Mendagri -53kg junior putri di Tangerang

2009
-Juara 3 Inkanas di Medan

Share: Dwi Fadhilah, Atlet Karate Muda yang Berani Berlaga di Asian Games 2018