Budaya Pop

Anies-Sandi Hidupkan Jakarnaval Kembali, Ini Dia 4 Karnaval Lainnya yang Ada di Indonesia

OlehWinda Chairunisyah Suryani

featured image

Setelah dua tahun vakum, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar Jakarnaval, perhelatan seni dan budaya serta parade 70 kendaraan hias yang dilaksanakan pada Minggu, 8 Juli 2018. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memang sengaja menghidupkan Jakarnaval agar bisa menjadi tradisi di Ibu Kota.

"Bersyukur acara ini berjalan baik dan mudah-mudahan nanti ini menjadi satu tradisi yang bisa kita lebih sering lagi dan diselenggarakan di Jakarta," kata Anies pada media di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu, 8 Juli 2018.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bilang kalau Jakarnaval dulunya sempat vakum karena anggarannya dicoret oleh gubernur terdahulu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurut Sandi, Jakarnaval perlu dihidupkan lagi karena selain alasan HUT DKI, dan juga untuk nyambut Asian Games.

"Karena di setiap kota besar itu ada karnavalnya, dan Jakarta juga punya karnaval. Tapi saya pas mulai bertugas tahun lalu ternyata Jakarnaval absen dua tahun dengan ya tentunya berbagai alasan, that's not go into the reasoning,” kata Sandiaga.

“Tapi pada intinya, Los Angeles punya parade. New York punya parade. Boston punya parade. Singapura waktu saya tinggal di sana punya parade. Dan parade itu adalah bagian dari keceriaan dan pouring of excitement," ujar Sandiaga menyayangkan Jakarnaval sempat dihentikan.

Sebenarnya sih, guys, meski enggak di kota besar, tapi Indonesia juga punya beragam karnaval yang keren-keren, lho. Karnaval di mana aja?

1. Jember Fashion Carnaval

Jember Fashion Carnaval (Karnaval Busana Jember) atau sering disebut dengan singkatannya JFC merupakan sebuah agenda karnaval busana yang digelar setiap tahun di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Karnaval itu diadakan di jalan utama kota Jember sepanjang 3,6 kilometer dengan disaksikan oleh ratusan ribu penonton dari dalam dan luar negeri. Yap, festival yang memamerkan kreativitas anak bangsa di bidang fashion ini udah cukup terkenal hingga mancanegara.

Untuk tahun 2018 ini, rencananya bakalan nampilin tema “Asia Light”, di mana pesertanya bakal mengenakan beragam kostum dengan desain-desain unik dari kebudayaan negara-negara Asia.

2. Banyuwangi Ethno Carnival

Hampir sama dengan JFC, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) ini juga merupakan parade busana. Bedanya, dalam acara BEC biasanya hanya memamerkan kemewahan busana etnik nusantara, seperti Etnik Jawa, Madura, Padalungan, Bali, dan Osing.

BEC ini masuk dalam serangkaian agenda Banyuwangi Festival di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Rute yang dilalui biasanya dari Taman Blambangan hingga Kantor Bupati Banyuwangi,  melewati jalan-jalan protokol sepanjang 2,2 kilometer.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sengaja menggagas event semacam BEC untuk menjembatani modernisasi seni budaya lokal yang selama ini berkembang dalam kehidupan masyarakat Banyuwangi, menjadi sebuah event dalam bentuk parade berskala Internasional tanpa harus mengubah nilai-nilai di dalam masyarakat baik spirit maupun filosofinya.

3. Solo Batik Carnival

Solo Batik Carnival (SBC) ini juga sebuah event tahunan yang diadakan oleh pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah. Dengan menggunakan batik sebagai bahan utama pembuatan kostum, para peserta karnaval tetap membawa tema-tema yang telah ditentukan.

SBC ini diadakan setiap tahun pada bulan Juni sejak tahun 2008, enggak hanya JFC, tapi SBC juga pernah go international dengan mengikuti Festival Chingay di Singapura pada 19-20 Februari 2010  dan juga tampil pada pesta budaya Tong-Tong di Den Haag, Belanda, pertengahan April 2010.

Saat edisi ke 10 tahun kemarin, SBC ngangkat tema tentang Astamurti Kawijayan, yang artinya bentuk kejayaan dari Solo. Untuk bahan pakaian batik yang digunakan enggak cuma berasal dari kain aja, tapi juga terpal, jaring, kertas karton, keping CD, gelas plastik, balon tiup, hingga bulu ayam.

4. Karnaval Komodo

Karnaval Komodo adalah sebuah event untuk memperkenalkan keunggulan wisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur kepada generasi muda Indonesia dan dunia. Enggak cuma parade, tapi di Karnaval Komodo juga ada Fun Running 5K, Beach Zumba, Festival Tari Caci, festival musik, serta festival kuliner.

Acara itu diawali dengan parade patung komodo, hewan komodo sendiri adalah simbol keajaiban alam dunia yang menjadi ikon pariwisata Kabupaten Manggarai Barat. Peserta parade melibatkan sanggar seni, komunitas etnis/peguyuban, pelaku industri pariwasata, ormas, kelompok kategorial, BUMN/BUMD, dan tetunya Instansi Pemerintah.

Peserta parade patung komodo pun juga ikut mengenakan busana adat dari pelbagai etnis yang ada di Kota Labuan Bajo.

Share: Anies-Sandi Hidupkan Jakarnaval Kembali, Ini Dia 4 Karnaval Lainnya yang Ada di Indonesia