General

Kalah Dalam Quick Count, Sudirman-Ida Temui Kejanggalan Penghitungan Suara

OlehFariz Fardianto

featured image

Sejumlah lembaga survei telah menempatkan pasangan calon gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo-Taj Yasin sebagai pemenang dalam pertarungan Pilgub Jateng melawan rivalnya, Sudirman Said-Ida Fauziyah. Ganjar-Yasin unggul sementara versi quick count LSI sebesar 58,74 persen. Sementara Sudirman-Ida meraup 41,21 persen.

Menyikapi keunggulan sementara Ganjar tersebut, tim pemenangan Sudirman-Ida yang terdiri dari Gerindra, PKB, PKS dan PAN pun langsung menggelar press conference di Grasia Hotel Gajahmungkur, Semarang, Rabu malam 27 Juni.

Ketua DPD Gerindra Jateng, Abdul Wachid mengatakan parpol pengusung Sudirman-Ida tak mau terburu-buru menyimpulkan hasil perolehan suara di Pilgub Jateng.

Pihaknya mengaku masih menunggu hasil akhir perhitungan suara sembari menelisik kejanggalan demi kejanggalan yang ditemukan relawan dan para saksi di tiap TPS.

"Dalam proses hitung cepat yang dilakukan internal Gerindra, perhitungan suaranya masih sekitar 30 persen. Belum tuntas semuanya. Kami hitung-hitung selisihnya sedikit banget. Cuma 9 persen. Makanya, quick count berbagai lembaga survei itu seakan di-downgrade-kan. Tapi justru jadi pelecut semangat kami," ungkap Wachid.

Ia mengatakan Sudirman-Ida belum kalah. Parpol koalisinya sudah punya perhitungan sendiri. Dirinya masih menunggu perhitungan suara Sudirman-Ida sampai angka mendekati 70-80 persen.

Selain itu, dirinya juga masih menanti kabar perhitungan daerah-daerah. "Kami belum kalah. Kami masih berusaha menuntaskan perhitungan suara. Kami ingin buktikan Jateng bukan kandang banteng. Kalau selisihnya 17 persen, bisalah dikatakan kandang banteng. Tapi kalau suara Pak Dirman dan Bu Ida 41 persen itu hasil kerja keras kita. terbukti kami bukan tim ecek-ecek," tegasnya.

Ia menyatakan telah mendapati laporan kejanggalan dalam perhitungan suara di TPS sejumlah daerah. Mestinya, kata dia, Kabupaten Pekalongan, Sragen dan Demak jadi lumbung suara Sudirman-Ida mengingat di daerah itu basis suaranya sangat kuat.

"Ada kantong-kantong kayak di Demak, Kabupaten Pekalongan dan Sragen yang kita mestinya menang. Untuk itulah, kita masih belum yakin dan terus menunggu keputusan temen di daerah," ujarnya.

Mendapat Tekanan Berat

Diakuinya pula bahwa pertarungan Sudirman-Ida melawan Ganjar sebagai incumbent terbilang tak mudah.

Wachid menyebut Sudirman Said maupun Ida Fauziyah mendapat tekanan berat. Sehingga butuh tantangan luar biasa untuk mengalahkan kekuatan dibalik gerbong Ganjar Pranowo.

"Kerja kami penuh tantangan, penuh tekanan. Cuma kami diam. Pak Dirman diam ketika kami dikatakan oposisi maka harus menjaga soliditas di kalangan parpol koalisi," cetusnya.

"Malah ada serangan luar biasa dari partai sebelah yang menekan mesin-mesin partai kami. Jika saja itu dapat dihalau, tentu kamilah yang menang saat ini," sambungnya.

Senada dengan Wachid, asa serupa juga masih dijaga oleh elit politik PKB yang ikut mengusung Sudirman-Ida. Yusuf Chudlori, Ketua DPW PKB Jateng memastikan masih belum menyerah. Ia tetap menjaga semangat dari relawan saksi yang menemukan kejanggalan di lapangan.

"Kita pupuk terus semangatnya relawan. Dari sejak dua bulan yang memunculkan survei 0 persen sampai dikasih hasil perolehan suara 40 persen lebih. Kita akan perjuangkan terus sampai hasil akhirnya ditetapkan KPU," sergahnya.

Isyaratkan Tempuh Jalur Hukum

Calon gubernur bernomor urut 2, Sudirman Said menuturkan secara keseluruhan, pelaksanaan Pilgub berjalan dengan baik walaupun saat penghitungan suara di TPS, pihaknya menemukan berbagai kejanggalan.

Karenanya, Sudirman bilang nantinya akan mempersoalkan proses-proses penghitungan suara yang dianggap janggal dan berujung pada kecurangan.

"Kami berpandangan tetap hormati seluruh proses sampai tuntas sampai seluruh suara dari TPS masuk ke KPU. Kami juga terus beri dukungan penuh kepada relawan dan saksi di lapangan untuk menyiapkan dokumentasi. Bukti-bukti yang diperlukan akan didokumentasi dengan cermat. Tim advokasi kami sudah mengumpulkan pelanggaran dan kejanggalan yang ditemui di TPS. Ini untuk menjaga demokrasi bermutu tinggi," urainya.

Tunda Temui Ganjar

Usai dinyatakan kalah oleh sejumlah lembaga survei, Sudirman Said berkata dirinya tak mau terburu-buru untuk menyambut kemenangan Ganjar Pranowo.

Menurutnya komunikasi politik perlu ditata ulang sampai hasil resmi telah diumumkan oleh KPU pada bulan depan.

"Kita tata waktu dulu. Tidak perlu tergesa-gesa ketemu Pak Ganjar. Sebagai teman tetap komunikasi. Untuk komunikasi politik kita lihat waktunya nanti. Kita tata dulu sampai semua hasilnya resmi diumumkan oleh KPU," jelasnya.

Ida Fauziyah, sebagai pendamping Sudirman Said menegaskan pertempuran Pilgub Jateng belum selesai. Para kyai, ustaz terus memberi support untuk terus berjuang sampai akhir.

"Ini kan koma, belum titik. Titiknya ketika KPU menyepakati hasilnya. Saya tidak terlalu kaget dengan quick count lembaga-lembaga survei itu. Kita hormati kerja mereka. Hanya saja mereka membuat prediksi yang hasilnya jauh dari kenyataan. Seharusnya mereka kerja sesuai kredibilitasnya," pungkasnya.

Share: Kalah Dalam Quick Count, Sudirman-Ida Temui Kejanggalan Penghitungan Suara