Isu Terkini

5 Cara Unik KPU Mengirim Logistik, dari Kardus Mie Sampai Motor Sampah

OlehHafizh Mulia

featured image

Pilkada sudah di depan mata. Hari ini, 171 daerah melakukan pemilihan umum serentak di berbagai tingkat pemerintahan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) di berbagai daerah telah melakukan berbagai usaha agar seluruh logistik Pilkada dapat sampai tepat waktu dan digunakan dengan baik tanpa kerusakan maupun kecurangan. Untuk mengatasi medan-medan yang sulit ditempuh ataupun mengatasi keterbatasan lainnya, beragam cara unik dilakukan oleh KPU. ASUMSI pun telah merangkum lima cara unik dalam mengirimkan logistik Pilkada 2018 ini. Yuk, cek satu-satu!

Menggunakan Kardus Mie Instan dalam Mengatasi Keterbatasan Kotak Surat Suara

sumber: jawapos.com

KPU Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melakukan cara unik dalam mengirimkan surat suara ke 20 Panitia Pemilihan Kecamata (PPK). KPU Tuban mengirimkan surat suara dengan menggunakan kardus-kardus mie instan. Hal ini pun menjadi pembicaraan di masyarakat. Masalahnya, hal ini tentu dianggap sebagian orang melanggar peraturan dalam pengiriman surat suara. Namun, pihak KPU Tuban pun telah mengklarifikasi terkait pengiriman surat suara menggunakan mie instan ini. Tidak ada pelanggaran dalam penggunaan kardus mie instan ini, karena hanya dalam proses pengadaanlah surat suara harus tersegel dengan baik. Sedangkan untuk distribusi, menggunakan bantuan dari kardus seperti kardus mie instan bukan masalah. Alasan dari penggunaan kardus mie instan ini sendiri adalah karena kotak suara tidak mampu menampung seluruh dokumen surat suara yang ingin didistribusikan.

Menggunakan Perahu Kayu karena Banjir

sumber: makassar.tribunnews.com

Di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kelurahan Laelo dan Salomenraeng, logistik pilkada dikirim menggunakan perahu kayu. Dikawal oleh Polisi dan Panitia Pengawas Lapangan, perahu dikirimkan langsung oleh Panitia Pemungutan Suara. Perahu digunakan karena banjir setinggi dua meter membuat pengiriman menggunakan mobil tidak mungkin dilakukan. Opsi satu-satunya hanyalah dengan menggunakan perahu kayu tersebut.

Menggunakan Motor Gerobak Sampah

sumber: wartakota.tribunnews.com

Dalam mengirim logistik Pilkada Jawa Barat, KPU Kota Depok menggunakan motor gerobak sampah roda tiga. Adanya penutupan akses ke Kecamatan Limo dengan pagar drum beton membuat KPU Depok menyiasatinya dengan mengirimkan logistik pemilu dengan menggunakan kendaraan roda tiga yang relatif lebih kecil. Diketahui bahwa penutupan akses ke Kecamatan Limo ini dilakukan oleh seorang warga yang merasa Pemkot Depok mengambil sebagian lahan miliknya.

Menggunakan Kapal Nelayan untuk Menjangkau Pulau-pulau Kecil

Di Jawa Tengah, tepatnya untuk mengirim logistik ke pulau-pulau di Karimunjawa, KPU Kabupaten Jepara menggunakan kapal nelayan sebagai alternatif dalam mengirim logistik Pilkada. Hal ini dilakukan demi menjangkau pulau-pulau kecil di daerah Karimunjawa seperti pulau Parang dan Nyamuk. Komisioner KPU Jepara pun telah menyatakan bahwa meskipun menggunakan kapal nelayan, penjagaan ketat akan tetap dilakukan Polisi, TNI, Satpol PP, dan Linmas.

Menggunakan Kapal Perang TNI AL dalam Menerjang Cuaca Buruk

Di Sulawesi Utara, proses pengiriman logistik pilkada dilakukan dengan cara yang tidak kalah unik. Untuk mengirim logistik ke pulau-pulau terluar Indonesia seperti kepulauan Talaud dan Sitaro, KPU Sulawesi Utara menggunakan bantuan dari TNI AL berupa kapal perang. Hal ini dilakukan untuk mengatasi cuaca buruk di daerah tersebut. Jika hanya menggunakan kapal kecil, KPU Sulawesi Utara khawatir cuaca dapat membahayakan kapal ketika proses pengiriman.

Nah, demikian lima hal unik yang dilakukan KPU di berbagai daerah dalam menyiasati hambatan dalam distribusi logistik Pilkada. Kalo di tempat kalian, gimana?

Share: 5 Cara Unik KPU Mengirim Logistik, dari Kardus Mie Sampai Motor Sampah