Isu Terkini

Ini 4 Taktik Sudirman-Ida Demi Kejar Ketertinggalan di Pilgub Jateng

OlehFariz Fardianto

featured image

Seminggu menjelang hari pencoblosan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018, para pengurus parpol koalisi pengusung pasangan Cagub Jawa Tengah bernomor urut 2, Sudirman Said-Ida Fauziyah terus berupaya mengejar ketinggalan dari pasangan pesaingnya, Ganjar Pranowo-Taj Yasin.

Seperti diketahui dari Survei LSKP-LSI Denny JA yang diungkap ke publik pada Selasa 24 April, ditemukan bahwa perolehan suara Ganjar Pranowo sudah melampaui magic number karena sudah mencapai 50 persen di atas Sudirman Said.

"Jika tidak ada tsunami politik, maka Ganjar berpotensi memimpin lagi untuk dua periode," ujar Direktur LSKP-LSI Denny JA, Sunarto Ciptoharjono.

Kalau sudah begitu, cara apa yang bisa dilakukan Sudirman-Ida demi mendongkrak elektabilitasnya dalam jangka waktu hanya satu minggu?

Asumsi kemudian ngobrol-ngobrol dengan Sekretaris DPD Gerindra Jawa Tengah, Sriyanto Saputro terkait strategi apa lagi yang bisa dikerahkan untuk memenangkan Sudirman-Ida. Ini dia daftarnya!

1. Prabowo Terjunkan 47 Pensiunan Jenderal

Sriyanto mengungkapkan bahwa untuk memompa semangat Sudirman Said, Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto akan turun gunung untuk memantau langsung strategi pemenangan Pilgub di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

"Pak Prabowo nantinya akan menerjunkan 47 purnawirawan jenderal demi mengawal pemenangan Sudirman-Ida. Mereka akan mendatangi semua DPC-DPC, bertemu dan menyosialisasikan kepada tokoh-tokoh masyarakat. Ini semua dilakukan untuk mengantisipasi kecurangan," kata Sriyanto.

Terlebih lagi, Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sinyalmen adanya mobilisasi ratusan aparat dari Jabar ke Jateng dan Jatim.

"Maka kita antisipasi kecurangan. Kita ingin kompetisi ini sehat dan menang bermartabat berintegritas," urainya.

2. Jadi Pengawas Mandiri dan Kepung TPS

Sriyanto yang ditunjuk sebagai Juru Bicara Tim Pemenangan Sudirman-Ida tersebut lantas menganggap kemenangan Pilgub DKI jadi pelajaran berharga untuk mengantisipasi kecurangan di Pilkada daerah lainnya.

Untuk saat ini, ia menemukan ada lebih dari 3 juta DPT bermasalah yang berpotensi berubah jadi kecurangan pada hari pencoblosan. Terkait hal ini, semua relawan Sudirman-Ida akan dikerahkan untuk menjadi pengawas mandiri.

"Mengingat pengalaman Pilgub DKI juga banyak kecurangannya dan ada temuan banyak DPT bermasalah. Kemudian semua relawan menjaga TPS secara mandiri. Ini yang kita terapkan juga di sini," cetusnya.

"Maka dari itu, kami memerintahkan kepada relawan, parpol dan simpatisan Sudirman-Ida untuk mengawasi DPT setiap TPS. Untuk menangkal kecurangannya, kita kepung semua TPS. Bukan tidak percaya pada panitia, tapi supaya Pilgub menjadi berintegritas dan menang secara bermartabat," sambungnya.

3. Laporkan ke Bawaslu

Sriyanto menyebut bahwa saat ini, pihaknya sudah melaporkan temuan DPT bermasalah kepada Bawaslu Jawa Tengah. Pelaporan secara resmi dilakukan pada 7 Juli kemarin. Pihak KPU, ujarnya juga sudah dipanggil Bawaslu untuk dimintai klarifikasi.

"Kamis hari ini pukul 10:00 WIB kami diundang oleh KPU Jateng untuk membahas terkait rekomendasi pemeriksaan dari Bawaslu sesuai surat panggilan Nomor 180/Bawaslu Prop JT/HK.00/VI/208. Kami mendesak KPU harus segera memperbaiki DPT bermasalah itu," tegasnya.

Walau begitu, bila temuan DPT bermasalah itu tak kunjung ditindaklanjuti, maka pihaknya mengatakan ada dua opsi untuk menyelesaikan masalah itu.

Yang pertama, pihaknya akan melakukan penyisiran untuk mengantisipasi kecurangan secara mandiri sampai ke tingkat bawah.

"Sebab, kami punya data di tingkat kabupaten maupun kecamatan mana muncul pemilih invalid maupun ganda," tuturnya.

Langkah terakhirnya kalau KPU berdalih tidak bisa menindaklanjuti temuan tersebut, maka pimpinan KPU Jateng akan dilaporkan ke DKPP.

"Ini mengingat karena penyelenggara Pemilu kini diawasi oleh DKPP," bebernya.

4. Desak DPT Bermasalah Dicoret

Cara lainnya yang bisa dilakukan adalah Menuntut KPU agar menghapus semua data invalid dan DPT bermasalah yang dipakai untuk Pilgub Jateng. Lagi-lagi langkahnya itu belajar dari pengalaman saat ikut pemenangan Pilkada DKI Jakarta.

"Harapan kami, DPT invalid dan ganda harus dicoret. Data itu membahayakan demokrasi kita. Apalagi, patokan DPS Pemilu 2019 juga mengacu pada DPT Pilgub. Jika ini saja ada bermasalah maka selamanya DPS Pemilu juga bermasalah," bebernya.

Sementara itu, Sekretaris DPW PKB Jateng, Sukirman, menilai KPU gelagapan menghadapi temuan DPT bermasalah berjumlah 3 juta lebih. Pihak KPU akhirnya mengakui maraknya DPT invalid yang muncul di Pilgub.

"Maka ada situasi di Kabupaten Pekalongan, dimana KPU setempat kemudian menginstruksikan warganya harus menunjukan E-KTP dan disosialisaikan sampai Pemalang," tandasnya.

Share: Ini 4 Taktik Sudirman-Ida Demi Kejar Ketertinggalan di Pilgub Jateng