Budaya Pop

3 Catatan Tentang Jurassic World: Fallen Kingdom

Derick Adeboi– Asumsi.co

featured image

Trilogi Jurassic World akhirnya tiba pada rilisan keduanya setelah "Fallen Kingdom" dirilis secara global awal Juni ini. Film pertama yang berjudul Jurassic World dirilis tahun 2015 dan berhasil membawa ketegangan yang berbeda dibandingkan trilogi Jurassic Park yang rilis belasan tahun sebelumnya. Kini, ketegangan itu masih terbawa serta di "Fallen Kingdom", tentunya dengan beberapa kompleksitas cerita yang berbeda.

1. Tidak Perlu Berpikir Keras Selama Menonton dan Nikmati Saja

Kisah di film ini merupakan kelanjutan dari film Jurassic World pertama yang diakhiri dengan kekacauan yang ditimbulkan dinosaurus mutan, Indominus Rex, dan membuat Isla Nublar tempat berdirinya taman hiburan Jurassic World ditutup permanen. Manakala gunung berapi di Isla Nubuar akan meletus dan membinasakan dinosaurus yang tersisa, Owen Grady (diperankan Chris Pratt) dan Claire Dearing (diperankan Bryce Dallas Howard) diminta untuk menyelamatkan beberapa spesies di sana oleh Benjamin Lockwood--salah satu ilmuwan yang dulu ikut menghidupkan kembali dinosaurus bersama John Hammond.

Ternyata sesampainya di sana, tim penyelamat dinosaurus ini dikhianati oleh Eli Mills (diperankan oleh Rafe Spall)--tangan kanan Lockwood--yang ternyata punya rencana lain dengan para dinosaurus yang berhasil diselamatkan ini. Tidak seperti film pertama, film ini memang tidak banyak berurusan dengan dialog-dialog panjang atau penceritaan latar belakang ini itu. Film ini terasa seperti film aksi, kejar-kejaran, yang bikin sulit bernafas. Saking cepatnya tempo, beberapa dialog yang sebetulnya penting untuk dieksplorasi lebih lanjut pun terasa hanya sempilan. Jadi, memang tak ada metode lain yang lebih baik untuk menonton film ini selain, nikmati saja seluruh ketegangannya, tidak usah dipikirkan mendalam.

2. Merasa Dejavu Seusai Menonton? Tentu Saja

Rasanya, dari film pertama saja kita sudah bisa menduga-duga akan seperti apa trilogi serial Jurassic World ini. Dengan diciptakannya Indominus Rex, seekor dinosaurus-mutan yang disusun dari DNA berbagai dinosaurus, lalu diberikan kecerdesan di atas rata-rata dinosaurus, bukankah mengingatkan pada sebuah serial lain, yang juga tersusun sebagai trilogi? Ingat, Caesar dari Planet of The Apes?

Yups, tanpa harus menceritakan lebih jauh isi film dan mengandalkan trailer yang dirilis Universal Pictures, semuanya seperti bisa ditebak. Di dalam trailer saja, Dr. Ian Malcolm (diperankan Jeff Goldblum) sudah memperingatkan, "These creatures were here before us, and if we're not be careful, they're gonna be here after." Narasi yang sama dengan apa yang terjadi di Planet of The Apes: manusia vs binatang. Begitu pula dari yang dibangun oleh dua film ini, sebagai prolog dari pertempuran besar-besaran yang mungkin akan terjadi di film ketiga nanti.

3. Sekuel yang Berhasil sekaligus Gagal?

Sudah bukan rahasia umum kalau film sekuel dari sebuah trilogi biasanya akan berfungsi jadi jembatan dari prolog penuh misteri yang dibangun di film pertama, sebelum ditutup dengan epilog dahsyat di film ketiga. Posisinya jadi serba salah karena ia harus melanjutkan energi dari film pertama, tapi juga harus menjaga supaya penonton penasaran sampa film ketiga. Beberapa film seperti Dawn of The Planet of The Apes dan The Two Towers (Lord of The Rings) memang berhasil menjadi sekuel untuk franchise masing-masing, tapi tak jarang juga ditemukan sekuel film lain yang flop di pasar.

Secara obyektif, Fallen Kingdom adalah sekuel yang berhasil terutama untuk urusan cerita dan pembangunan narasi menuju film ketiga. Ketika pada awalnya dinosaurus semengerikan apapun selalu inferior versus tokoh-tokoh manusia di Jurassic Park/World, maka di film ini gap antara keduanya mulai menipis. Meskipun hanya berisi adegan-adegan aksi dan kejar-kejaran yang menegangkan, tapi film ini berhasil membangun relasi baru antara manusia dan dinosaurus.

Masalahnya, sulit menebak apakah film ini akan meledak di pasaran, atau jadi film yang biasa-biasa saja ketika dibandingkan dengan film Jurassic Park pertama. Apalagi situasi perbioskopan semester pertama di tahun 2018 ini memang sedang padat-padatnya, Solo: A Star Wars Story sedang tayang, tak lama lagi ada The Incredibles dan Skyscrapper yang promosinya gila-gilaan. Bisajadi film ini sulit mendapat prioritas bagi para penonton, apalagi franchise Jurassic Park  tidak punya cukup penggemar fanatik di generasi sekarang, karena selepas film Jurassic Park pertama yang dirilis tahun 1993, tiga film lanjutannya seolah tenggelam begitu saja. Karena memang tidak banyak tokoh manusia yang tampil berkesan di franchise ini. Kita mungkin lebih suka melihat keganasan T-Rex, kecerdasan Velociraptor, atau malah pada betapa masifnya Mosasurus? Yang jelas, kalau anda memang menanti akan seperti apa trilogi Jurassic World ini akan berakhir di tahun 2021, anda tidak boleh melewatkan film ini.

Share: 3 Catatan Tentang Jurassic World: Fallen Kingdom