Isu Terkini

Selain Tempat Sampah, 3 Proyek Pemerintah Ini Juga Jadi Sasaran Kritik Netizen

OlehWinda Chairunisyah Suryani

featured image

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang baru aja membeli sekitar 2.600 unit tempat sampah buatan Jerman menuai kritikan dari banyak pihak. Pasalnya, harga tong sampah itu dinilai terlalu mahal. Dalam situs e-Catalogue Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), harga perunit tempat sampah tersebut adalah adalah US$ 253,62 (harga pemerintah) dan US$ 292,60 (harga retail) atau sekitar Rp 3,6 juta.

Enggak heran sih, kalau akhirnya tempat sampah 'made in Germany' itu jadi ramai diperbincangkan di media sosial. Meskipun tempat sampah itu berjenis garbage bin beroda dengan kapasitas 660 liter merek Weber dan dibuat dengan bahan high-density polyethilene (HDPE), bahkan katanya  juga diklaim mampu bertahan dari beku, panas, hingga reaksi kimia, sampai bisa menangkal radiasi sinar ultraviolet (UV), namun tetap saja bagi para netizen, harga tempat sampah seharusnya enggak semahal itu. Tapi guys, sebenarnya bukan cuma tempat sampah aja kok yang pengadaannya dikritisi publik. Terus, emang apa aja?

1. Bus Transjakarta

Pada 2014 lalu, Pemerintah DKI Jakarta sempat beli bus Transjakarta yang didatangkan dari Tiongkok. Program ini jadi bagian rencana mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk menambah 1000 unit armada Transjakarta.

Sayangnya, saat 90 unit bus gandeng udah siap dioperasikan, diketahui bahwa ada beberapa bus dalam keadaan rusak. Hal ini pun jadi bahan pergunjingan, sebab diduga kuat bahwa bus yang dibeli Pemprov DKI adalah bus bekas, karena dari 30 armada bus yang diluncurkan, 12 unit langsung tidak bisa beroperasi keesokan harinya.

Bus Transjakarta yang diparkir di Kawasan Monas, Jakarta, Rabu, 19 Oktober. Foto: ANTARA

"Masak baru diluncurkan besok paginya banyak yang tidak operasi," kata salah seorang pegawai senior di Unit Pengelola Transjakarta dilansir Tempo.co 10 Februari 2014.

Bus bekas yang dibeli Pemprov DKI itu diketahui memiliki beberapa bagian mesin yang sudah berkarat, seperti kepala aki, turbo mesin, pemutar AC, bahkan pelek roda.

2. Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Mungkin masih berbekas di ingatan kita tentang komikus Jepang yang mengkritik Jokowi karena proyek kereta cepatnya. Adalah Onan Hiroshi yang akun Twitter dan Facebook-nya sempat hilang setelah menyindir Presiden Jokowi lewat kartun yang dibuat dan diunggahnya.

Lewat gambar ilustrasi yang kemudian dihapus itu, Hiroshi memperlihatkan kerja sama antara Indonesia dan Jepang untuk melakukan proyek kereta cepat. Meski Jepang sudah melakukan proses pengumpulan data, dia menggambarkan bahwa kemudian proyek itu diberikan ke Tiongkok yang bersedia memberi harga lebih murah.

Di panel selanjutnya, digambarkan bahwa akibat tuntutan menjelang pemilihan presiden pada 2019, Tiongkok tak lagi memberi investasi karena proses pembebasan lahan untuk kereta cepat yang belum mulai, sehingga Jokowi menjanjikan proyek pembuatan kereta cepat ke Surabaya pada Jepang.

Di panel gambar terakhir, PM Jepang Shinzo Abe yang didekati oleh Presiden Jokowi digambarkan sedang mengingat-ingat tentang proyek kerjasama kereta cepat yang batal berjalan, sedangkan Presiden Jokowi digambarkan sedang mengemis.

Pak tito tolong di tangkap si onan hiroshi ini! Soalnya udh bikin malu presiden kita. Dia pasti intoleran nih, pasti kena faham radikal, dia pasti alumni 212 nih, kurang ajar banget nih orang Btw si onan anak mana sih?? Pasti anti nkri ni orang.. pic.twitter.com/XYYabEdpeJ— Indra Gunawan (@IndraGu01787109) February 25, 2018

Tapi, setelah dihajar habis-habisan oleh netizen, akhirnya Hiroshi meminta maaf dengan mengunggah fotonya yang sedang dalam posisi menundukkan kepala dalam-dalam sampai seperti menyembah.

3. Kereta Bandara

Sejak pertama kali diluncurkan, kereta dari dan menuju Bandara Soekarno Hatta juga menjadi sumber kontroversi. Kereta ini dibuat oleh PT INKA dengan mesin buatan Swedia dan interior dari Tiongkok, tapi bukan karena kualitasnya yang jadi bahan kritikan.

Ada beberapa hal yang sepertinya enggak sesuai dengan ekspektasi, seperti kereta bandara yang ditargetkan bisa ngambil alih 30 persen penumpang yang selama ini mengenderai mobil, namun nyatanya lebih sering kosong.

Padahal, per 29 Maret kemarin, jadwal keberangkatan kereta bandara yang awalnya setiap 1 jam diubah jadi 30 menit sekali. Hal ini kemudian menimbulkan masalah baru karena rel yang dipakai kereta bandara adalah rel yang sama dengan Commuter Line.

Sehingga, KRL jurusan Tangerang-Duri PP mengubah jadwal yang awalnya setiap 20 menit berkurang menjadi setiap 30 menit sekali.

Menurut suvey BPS, KRL jurusan Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang adalah jurusan kedua yang paling banyak digunakan setelah jurusan Bogor. Sedangkan, menurut Badan Pusat Statistik (BPRS), Commuter Line jurusan Kabupaten Tangerang adalah jurusan kedua yang paling banyak digunakan setelah jurusan Bogor. Tak ayal, para penumpang Commuter Line pun memprotes perubahan jadwal ini.

Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta (KA Basoetta) tiba di Stasiun Sudirman Baru saat uji coba perdana di Jakarta, Sabtu, 25 November. Foto: ANTARA

"Jadwal yang diubah jadi setengah jam hanya satu kali mengakibatkan penumpukan dan banyak penumpang yang tidak terangkut," kata Yunita Sari, yang memulai petisi di Change.org agar jadwal kereta dikembalikan seperti semula. Petisi ini telah ditandatangani lebih dari seribu orang.

Nampaknya, proyek dengan total investasi Rp 5 triliun ini masih belum mengatur waktu serta sistem pemberangkatan dengan baik. Padahal, kereta bandara Soekarno Hatta yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Januari 2018 kemarin punya kecepatan 80 km/jam, dan dapat mengantarkan penumpang ke bandara dalam waktu 46 menit saja dari pusat kota Jakarta.

Tak cuma menyebabkan penumpukan penumpang Commuter Line Tangerang-Duri, kereta bandara juga pernah terhenti mendadak setelah berhenti di stasiun Batuceper, karena gangguan listrik pada awal Maret. Dua penumpang ketinggalan pesawat.

Ada lagi kejadian tembok beton terowongan rel kereta di Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soekarno Hatta yang roboh, hingga menyebabkan satu orang tewas tertimbun.

Share: Selain Tempat Sampah, 3 Proyek Pemerintah Ini Juga Jadi Sasaran Kritik Netizen