Isu Terkini

3 Alasan Aksi Indonesia Bela Salah Batal Digelar dan Rencana Aksi Susulan

OlehRamadhan

featured image

Rasa simpati warga negara Indonesia memang tak ada tandingannya. Sampai-sampai bintang Liverpool Mohamed Salah yang saat ini tengah cedera mendapatkan dukungan moril dari sejumlah orang di tanah air.

Sedianya, akan ada aksi bertajuk ‘Indonesia Bela Salah’ yang digelar di depan Kedubes Spanyol di Jakarta, Kamis, 31 Mei. Sayangnya, setelah pesan berisi seruan aksi itu tersebar serta menyebabkan kehebohan, aksi Indonesia Bela Salah akhirnya batal digelar.

Awalnya, berita soal seruan aksi Indonesia Bela Salah itu tersebar lewat pesan broadcast di platform WhatsApp dalam beberapa hari terakhir. Pada pesan itu, tertera nama Muhammad Dendi Budiman sebagai koordinator aksi.

Aksi itu sendiri bertujuan untuk menuntut dua hal yang dianggap penting, yakni yang pertama, adili Sergio Ramos karena dituding sudah mencederai Salah. Lalu yang kedua, aksi tersebut mendesak agar dicabutnya gelar Liga Champions Real Madrid.

Namun, lewat WhatsApp, Asumsi menerima pesan dari Dendi, Kamis, 31 Mei, yang isinya berupa pembatalan aksi Indonesia Bela Salah hari ini. Setidaknya ada tiga poin penting yang membuat aksi tersebut akhirnya batal digelar di depan Kedubes Spanyol.

1. Himbauan mengenai aksi yang berubah dari text awalnya, akhirnya membuat kesalahpahaman.
2. Serta berbagai elemen masyarakat yang ingin ikut dalam aksi ini salah mengartikan maksud dari aksi ini yang sangat tendensius pada Islam yang berbeda dengan visi awalnya aksi solidaritas.
3. Berbagai hoax di media membuat kesan aksi solidaritas ini ditunggangi aktor politik.

Dendi pun menyayangkan soal pemberitaan di banyak media yang tidak sesuai dengan tujuan kegiatan mereka. Padahal mereka hanya ingin menggelar aksi solidaritas yang tak ada urusannya dengan politik atau hal lain.

“Kita juga menyayangkan pemberitaan di media-media yang tidak sesuai dengan apa yang kita ingin lakukan, terlalu banyak pelintiran-pelintiran yang membuat kegaduhan di media sosial,” kata Dendi dalam pesan tersebut.

"Latar belakang aksi adalah memberikan dukungan moril pada Salah. Rangkaian kegiatan berupa buka puasa, doa bersama dan memberikan infak bertujuan untuk memberikan kesan aksi ini tidak berhubungan dengan kelompok manapun serta sarana kegiatan sosial di bulan Ramadan," ucapnya.

Meski batal digelar, aksi Indonesia Bela Salah kemungkinan masih akan digelar dalam waktu yang belum ditentukan. Saat dikonfirmasi Asumsi, Dendi mengatakan bahwa pihaknya masih akan membahas rencana aksi susulan pada lain hari.

"Bisa jadi (aksi susulan). Kita akan rembukan lagi sama kawan-kawan," kata Dendi singkat kepada Asumsi, Kamis 31 Mei.

Seperti diketahui, Mohamed Salah harus ditarik lebih awal lantaran mengalami cedera bahu usai berjibaku dengan bek Real Madrid Sergio Ramos, saat menjalani laga final Liga Champions 2017/18 di Kiev, Ukraina, Sabtu, 26 Mei.

One Minute #BREAKDOWN: Sergio Ramos vs Mohammad Salah.

The Anatomy of this TakeDown. @SergioRamos vs @MoSalah. @realmadrid @LFC @ufc @darrentill2 #Liverpool @GarethBale11 #lfc #wrestling #football #ChampionsLeague pic.twitter.com/R6BotKpHSJ— Robin Black (@robinblackmma) May 27, 2018

Tak lama setelah cedera, spekulasi pun langsung bertebaran terutama soal peluang Salah untuk tampil di Piala Dunia 2018 Rusia yang kemungkinan sangat tipis. Hal itulah yang membuat banyak pecinta sepakbola marah dengan Ramos.

Bahkan, sampai ada yang membuatkan petisi agar Ramos dihukum seadil-adilnya. Lewat Change.org, mereka meminta UEFA dan FIFA menghukum Ramos. Di sana juga tertulis Ramos memang sengaja melanggar Salah hingga membuatnya cedera di bagian bahu.

"Alih-alih memenangkan pertandingan dengan adil, dia [Madrid] menggunakan trik yang menentang semangat permainan dan permainan yang adil. UEFA dan FIFA harus mengambil langkah-langkah terhadap Ramos," tulis petisi tersebut.

Sampai hari ini, Kamis, 31 Mei sore, petisi tersebut sudah mendapatkan dukungan lebih dari 511.234 ribu akun dari berbagai belahan dunia.

Share: 3 Alasan Aksi Indonesia Bela Salah Batal Digelar dan Rencana Aksi Susulan