Budaya Pop

Transformasi Musik Religi Islami: Dari Nasida Ria Hingga Sabyan

OlehKiki Esa Perdana

featured image

Jika mendengar nama Abu Ali Haedar, mungkin hanya sedikit orang yang mengenalnya. Padahal, pemilik nama lengkap KH Bukhori Masruri ini adalah pencipta lagu Perdamaian yang pernah dipopulerkan Nasida Ria, sebuah grup qasidah legendaris yang didirikan pada 1975.

Kalau belum ngeh, Nasida Ria itu yang mana, mereka belakangan ini lagi populer kembali setelah menjadi bintang iklan Ramayana di mana salah satu anggotanya muncul dari dalam rice cooker. Nah, selain itu, lagu Perdamaian belakangan juga dinyanyikan ulang oleh grup band pop-rock terkenal Indonesia, Gigi.

Di Indonesia, perkembangan musik religi lambat laun memang menanjak, mulai dari gaya para penampil yang banyak berubah, hingga genre lagu yang dihadirkan semakin berwarna; mulai dari tradisional hingga rock atau bahkan hip-hop.

Membicarakan perkembangan musik religi, kita tentunya tidak bisa lepas dari kelompok musik besar semacam Bimbo, grup asal Bandung yang beranggotakan Sam, Acil, dan Jaka. Jangan lupakan pula Soneta, grup yang digawangi Raja Dangdut Rhoma Irama. Keduanya memberikan sumbangsih yang tak ternilai untuk perkembangan musik religi di Indonesia.

Musik religi Islami memang akan terus bertransformasi seiring dengan berjalannya waktu dengan kehadiran Sabyan Gambus dengan para personel yang mengenakan pakaian stylish Muslim modern atau grup qasidah Qosima, yang didominasi gadis-gadis belia.

Eksistensi musik religi Islami modern ini seakan adalah bentuk transformasi genre musik ini, bahkan bisa dibilang mendekonstruksi musik religi Islami, yang sebelumnya terlihat didominasi kelompok ibu-ibu atau dengan gaya yang dinilai kurang terlihat modern bagi banyak anak muda. Namun semakin ke sini semakin berubah dan diminati banyak orang, tak terkecuali kaum muda.

DEEN ASSALAM - Cover by SABYAN

Harus diakui saat ini telah terjadi pergeseran budaya. Perubahan yang terjadi pada sistem ide memang sering terjadi seiring perubahan zaman. Perubahan budaya yang terjadi ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya yang terus bertambah, juga terjadi karena arus informasi yang semakin pesat dan teknologi yang semakin maju.

Tercatat menurut pengamatan penulis, musisi macam Opick, Gigi, Bimbo, Wali Band, dan Hadad Alwi termasuk dalam musisi yang sering tampil saat bulan Ramadan seperti saat ini. Banyak diantara mereka yang kemudian bekerja sama dengan produk seperti produk rokok, produk fashion, atau produk kesehatan untuk mengadakan berbagai acara, mulai buka puasa bersama, acara sahur bersama, hingga tur konser dalam rangka ngabuburit di berbagai kota.

Industri Fesyen Muslim yang Mengglobal

Sebagai informasi, menjelang bulan puasa, memang tidak hanya musisi religi Islami yang berkembang, tetapi juga industri busana Muslim. Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UMKM, ternyata industri busana Muslim menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan di bidang ekonomi kreatif selain bidang kuliner.

Sebagai informasi, busana Muslim Indonesia memang terkenal hingga ke luar negeri. Indonesia adalah satu dari lima besar negara anggota Organisasi Kerjasama negara Islam (OKI) sebagai pengekspor busana Muslim terbesar selain Bangladesh, Turki, Maroko, dan Pakistan.

Busana Muslim pun tumbuh mengikuti para musisi religi, endorsement promosi ramai terlihat di media sosial Instagram, dengan bayaran jutaan hingga belasan juta rupiah, terutama pada bulan Ramadan, mulai dari pakaian yang dari home industry hingga butik dari para perancang ternama.

Pada akhirnya, musik memang selalu menjadi industri yang populer, begitu juga dengan musik religi Islami. Gaya berpakaian musisi pun menjadi sorotan di masyarakat, mulai dari bawah, seperti sandal atau sepatu sampai atas seperti topi, kopiah, atau kerudung. Suatu kombinasi mendengarkan musik religi yang menenangkan hati sambil melihat gaya berpakaian musisi sebagai referensi untuk hari raya.

Siapa sih musisi religi favorit kamu? Dan sudahkah kamu membeli baju baru buat Lebaran nanti?

Kiki Esa Perdana adalah dosen ilmu komunikasi. Ia sangat antusias dengan isu komunikasi politik dan budaya

Share: Transformasi Musik Religi Islami: Dari Nasida Ria Hingga Sabyan