Isu Terkini

Rentetan Ledakan Bom di Surabaya, Begini Rangkumannya

Winda Chairunisyah Suryani– Asumsi.co

featured image

Kisruh terorisme tidak berhenti pada kerusuhan di Mako Brimob pada Rabu, 8 Mei, pekan lalu. Indonesia mengalami serangan teroris terbesar dalam satu dekade terakhir dengan adanya rentetan ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, pada 13 Mei.

Serangan berlanjut di sebuah rumah susun warga (rusunawa) di Wonocolo, Sidoarjo, pada Minggu malam. Tak berhenti sampai di situ, ledakan kembali terjadi di gerbang depan Markas Polrestabes Surabaya pada Senin pagi, 14 Mei.

Berikut adalah rangkuman lengkap kejadiaan memprihatinkan yang terjadi di wilayah Surabaya.

Ilustrasi oleh Adam Noor/Asumsi

1. Minggu, 13 Mei, sekitar pukul 06:30 WIB

Ledakan bom terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 13 Mei. Sebuah motor diketahui sebagai pembawa bom, yang akhirnya meledak saat sebelum ibadah dimulai. Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pelaku adalah dua anak lelaki remaja berusia 18 dan 16 tahun yang merupakan anggota keluarga yang melakukan pengeboman di gereja-gereja lain.

Hal itu diketahui dari rekaman kamera pemantau atau CCTV yang berada di sekitar kawasan gereja. Dari sanalah diketahui bahwa suasana sebelumnya lengang, kemudian sebuah motor masuk ke dalam halaman gereja dan langsung meledak.

2. Minggu, 13 Mei, sekitar pukul 07:15 WIB

Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, Surabaya, turut menjadi sasaran serangan bom bunuh diri. Pelaku serangan di gereja itu teridentifikasi adalah seorang ibu bernama Puji Kuswati, bersama dua anak perempuannya, yang masih berumur 12 dan 9 tahun.

Puji dan dua anaknya mulanya berjalan kaki dari arah utara menuju Gereja Kristen Indonesia dan mencoba masuk ke gereja dengan memakai pakaian hitam dan becadar. Satpam gereja yang mencoba menghadang akhirnya ikut terluka. Polisi dilaporkan datang beberapa saat setelah itu.

3. Minggu, 13 Mei, sekitar pukul 07:53 WIB

Ledakan bom kemudian terjadi di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Sawahan di Jalan Arjuno. Menurut keterangan resmi Polri, pelaku adalah Dita Supriyanto, kepala keluarga dari pelaku pengeboman di dua gereja sebelumnya.

Irjen Machfud Arifin menyebut pelaku menggunakan bom mobil. Modusnya masih sama, bom bunuh diri. Ia melakukan aksi ini setelah mengantar anak dan istrinya sebelumnya.

4. Minggu 13 Mei, sekitar pukul 18.30 WIB

Peristiwa ledakan juga terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Menurut penuturan pengurus rusun, Lidia Susanti, ledakan pertama terdengar sekitar pukul 18:30 WIB. Ledakan tersebut bersumber dari salah satu kamar yang dihuni oleh keluarga Anton Febriyanto di Lantai 5 Blok B.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan lokasi ledakan yang berada di Rusunawa Wonocolo merupakan milik satu keluarga. Setelah ledakan pertama, Puspita Sari dan seorang anaknya tewas di kamar rusun.

Sementara sang kepala keluarga dilumpuhkan polisi dan dibawa ke RS Bhayangkara, bersama dua anaknya yang mengalami luka. Sedangkan satu anak lainnya dinyatakan selamat.

Jumlah korban secara menyeluruh pada Minggu, 13 Mei, di Surabaya dan Sidoarjo adalah 21 orang, dengan rincian 9 orang pelaku dan 12 orang masyarakat.

5. Senin, 14 Mei, 08:50 WIB

Bukan hanya gereja dan rusunawa, tapi instansi kepolisian juga terkena teror ledakan bom. Kejadian itu terjadi di gerbang masuk Markas Polrestabes Surabaya, Jalan Sikatan, pada Senin pagi, sekitar pukul 08:50 WIB.

Kepolisian menyebut kejadian itu akibat dari bom bunuh diri yang berasal dari dua sepeda motor yang dikendarai seorang satu keluarga beranggotakan ayah, ibu, dan tiga anaknya.

Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat sebuah minibus hendak memasuki gerbang penjagaan untuk dilakukan pemeriksaan oleh tiga petugas jaga dan provost. Saat mobil diperiksa, dua motor mencoba menyalip mobil yang diperiksa. Motor itu sempat dihentikan beberapa detik yang kemudian akhirnya meledak.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera bilang bahwa ada empat polisi yang menjadi korban luka dan enam warga yang berada di lokasi ledakan menjadi korban luka. Sedangkan korban tewas diduga pelaku 5 orang.

Share: Rentetan Ledakan Bom di Surabaya, Begini Rangkumannya