Isu Terkini

Libur Panjang Lebaran Bukan Alasan Ekonomi Berhenti, Ini 3 Alasannya

OlehWinda Chairunisyah Suryani

featured image

Guys, udah pada tahu belum kalau Hari Raya Idulfitri jatuh pada 15 dan 16 Juni tahun ini?

Cuti bersama pun menambah, nih. Awalnya hanya pada tanggal 13, 14, 18, dan 19  Juni. Lalu, sesuai surat keputusan bersama (SKB) Tiga Menteri; yaitu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Menteri Agama, dan Menteri Ketenagakerjaan, maka cuti bersama ditambah tiga hari.

Jadi, libur Lebaran berlangsung selama 10 hari nih, guys, yakni dari 11 sampai 20 Juni 2018. Wah, panjang banget kan?

Tapi ingat, kewajiban pelaksanaan aturan cuti bersama cuma untuk pegawai negeri sipil (PNS) dan badan usaha milik negara (BUMN) saja. Buat para pegawai swasta, semuanya tetap bergantung pada kesepakatan perusahaan.

Keputusan ini awalnya cukup bikin galau beberapa pelaku industri, sebab ada kekhawatiran menurunnya produktivitas di sektor ekonomi. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio juga sempat mengatakan bahwa penambahan cuti bersama Lebaran tahun ini membuat investor asing khawatir.

Tapi, diingat sekali lagi ya, guys, penambahan cuti bersama ini hanya berlaku untuk PNS dan BUMN saja, kalau kalian pegawai swasta, itu semuanya tergantung pada kesepakatan tempat kalian bekerja.

Makanya itu, meskipun libur Lebaran sampai 10 hari, tapi perekonomian enggak bakalan stagnan, justru ada kemungkinan meningkat lebih pesat. Kok bisa? Begini alasannya.

1. Tempat Pariwisata Makin Ramai

Salah satu agenda yang biasanya kita lakukan ketika liburan adalah pergi ke tempat pariwisata. Tempat wisata menjadi objek yang paling menarik buat menghilangkan penat dan juga berfoto-foto untuk stok postingan di Instagram.

Dengan penambahan cuti Lebaran, tempat pariwisata tentunya makin ramai dikunjungi, dong. Masa iya, 10 hari libur, cuma di rumah aja. Makanya itu, perputaran uang selama 10 hari di sektor pariwisata enggak akan ada hentinya saat libur Lebaran nanti.

Belum lagi, bagi kalian yang mau berlibur, pasti akan menyiapkan budget untuk keperluan beli pakaian yang cocok, beli aksesoris, dan tentunya beli cinderamata untuk dijadikan oleh-oleh buat teman dekat.

Melihat peluang mendapatkan uang di tempat pariwisata, menarik juga, kan?

2. Tempat Penginapan Jadi Solusi

Biasanya Hari Raya Idulfitri ini memang diwarnai dengan berkunjung ke rumah sanak saudara. Tapi, bagi yang punya rasa sungkan, mana mau ngerepotin keluarga dengan menginap selama 10 hari, kan? Ngabisin listrik dan air aja, iya enggak, sih?

Maka dari itu, tempat penginapan seperti hotel atau villa akan menjadi sarana yang tepat buat keluarga yang cenderung sungkan ngerepotin saudara. Apalagi, beberapa tempat penginapan seperti hotel biasanya punya fasilitas yang cukup lengkap untuk keperluan kita beberapa hari. Ada cleaning service yang akan merapikan kamar.

Di hotel juga disediakan makanan yang cukup beragam, kayak saja menu sarapan, biasanya hotel menyiapkan buah-buahan, roti, nasi goreng, sampai bubur ayam. Bahkan kalau hotel yang mewah dan dekat dengan tempat parwisata, ada juga yang menyediakan perawatan tubuh seperti massage dan lainnya.

Pokoknya semua kemewahan itu bisa kita dapatkan dengan mengeluarkan uang yang membuat roda ekonomi terus berjalan meski libur.

3. Transportasi Makin Padat

Kalau mau ke tempat wisata atau menginap di hotel, tentunya perlu transportasi kan. Nah, kalau dari segi transportasi, perputaran uang di Indonesia enggak usah dikhawatirkan lagi. Mulai dari bensin, perawatan mobil atau sepeda motor, sampai pedagang asongan yang berjualan di lampu merah, semuanya punya peran untuk menggerakkan ekonomi.

Buat yang enggak punya kendaraan pribadi atau mau ke luar kota, tiket pesawat, tiket kapal laut, tiket kereta api, sampai tiket bus pastikan udah kalian pesan dari jauh-jauh hari, ya. Karena, belajar dari pengalaman, semua tiket-tiket itu biasanya makin sulit kita dapatkan saat hari menjelang liburan tiba.

Sebenarnya sih, ada banyak hal yang bisa membuat produktivitas ekonomi tetap berjalan, seperti warung makan, tukang bakso, sampai online shopper yang enggak akan berhenti meskipun Lebaran. Hal itu juga udah diungkapkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

"Banyak orang mengira kalau dibikin libur itu ekonomi macet. Tidak, justru banyak sisi ekonomi berjalan pada saat libur. Kalau kita libur apa yang kita buat? Pulang rumah jalan, ke tempat hiburan kan bayar, beli makanan bayar dan beli buah-buah. ekonomi jalan," kata JK saat membuka acara transportation review Indonesia jelang mudik 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada 8 Mei.

Share: Libur Panjang Lebaran Bukan Alasan Ekonomi Berhenti, Ini 3 Alasannya