General

Ruhut ‘Poltak’ Sitompul Pakai Baju PDIP, Beri Sinyal Hengkang dari Demokrat

OlehRamadhan

featured image

Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul kembali membuat heboh perpolitikan nasional. Sosok yang identik dengan panggilan Bang Poltak itu terlihat mengenakan seragam merah kebesaran milik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ruhut pindah partai?

Momen itu terjadi saat Ruhut ikut serta dalam kampanye untuk pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatra Utara Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus di Asahan, Sumatra Utara, Minggu 29 April kemarin.

Di atas panggung kampanye, Ruhut sudah tampak seperti kader PDIP. Bahkan akibat foto-foto Ruhut berseragam PDIP menyebar di media sosial, banyak pihak yang menerka-nerka bahwa Ruhut bakal hijrah ke partai berlambang kepala banteng itu.

Lantas seperti apa tanggapan Ruhut terkait fotonya berseragam PDIP tersebar dan peluang bergabung dengan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu?

Baca Juga: Megawati di Rakorbid PDIP: Bekerjalah Sampai Pingsan

Ruhut Sitompul: Kalau PD Sombong, Aku Pindah

Isu kepindahan Ruhut ke partai lain memang menguat terutama setelah Demokrat menyatakan bahwa Ruhut bukan siapa-siapa lagi. Hal itulah yang membuat posisi Ruhut sulit dan mungkin saja hijrah ke partai politik lain, terlebih jika Demokrat sudah tak mau mengakuinya lagi.

"Aku enggak ada kartu PDIP, tapi kalau PD-nya sombong-sombong hina aku begitu ya jadi juga pindah aku," kata Ruhut kepada wartawan, Rabu 2 Mei.

Terkait fotonya berseragam PDIP, Ruhut akhirnya memberikan penjelasan. Menurut politisi kelahiran Medan, Sumatera Utara pada 24 Maret 1954 itu, dirinya hanya sekedar membantu PDIP dalam berkampanye dan tak ada maksud lain.

"Aku sebenarnya orang yang suka membantu. Kalau lihat waktu PDIP dizalimi di DPR nggak ada pimpinan siapa yang fight, bukan PDIP, tapi Ruhut yang berdiri di mimbar. Aku bekerja dengan hati," ujarnya.

Momen politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengenakan seragam PDIP dalam kampanye cagub-cawagub Sumut Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus di Medan, Sumut, Minggu, 29 April 2018. Foto: dok. Istimewa.

Ruhut mengakui bahwa ia memang memiliki kedekatan dengan PDIP. Politisi berusia 64 tahun itu mengklaim dekat dengan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan suaminya Taufiq Kiemas. Bagi Ruhut, PDIP adalah rumahnya sejak dulu.

Baca Juga: Cak Imin Bakal "Patah Hati" Jika Tak Jadi Cawapres Jokowi, Bagaimana Tanggapan PDIP?

"Aku juga kan dekat dengan Bang Taufiq Kiemas, aku binaan dia, udah gitu keluargaku keluarga PNI, jadi walau di partai mana pun, PDIP selalu di hati," ucapnya.

Maka dari itu, akan sulit bagi Ruhut nantinya untuk menolak tawaran dari PDIP untuk bergabung bersama partai moncong putih itu.

"Ya kita lihat, aku kan orang yang enggak bisa menolak kalau dari ibu Megawati, dan aku emang dekat dengan beliau," kata Ruhut.

Apa Kata PDIP soal Isu Bergabungnya Ruhut?

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menjelaskan bahwa tak ada yang melarang jika memang nanti Ruhut bergabung dengan PDIP. Hal itu memang sudah menjadi hak setiap warga negara untuk memastikan pilihannya.

"Sebagai partai terbuka, tentu hak setiap WNI untuk menjadi anggota parpol, termasuk untuk Pak Ruhut," kata Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Rabu 2 Mei.

"Jadi tak ada masalah. Ada prosedur keanggotaan yang harus diikuti," ujarnya.

Baca Juga: Isu JK Maju Jadi Cawapres Muncul Lagi, Begini Sikap Golkar dan PDIP

Hendrawan mengatakan bahwa PDIP sendiri tak membahas secara khusus soal peluang Ruhut bergabung dengan partainya. Menurut Hendrawan, meski Ruhut memakai seragam PDIP, hal itu tak lantas membuat Ruhut otomatis bergabung dengan PDIP.

Sementara itu, politisi PDIP lainnya, Junimart Girsang yang berfoto bersama Ruhut saat kampanye akbar Pilgub Sumut, mengatakan tidak tahu apakah Ruhut sudah menjadi kader PDIP. Namun, Junimart mengatakan bahwa Ruhut siap bergabung dengan PDIP.

"Saya tidak bisa katakan ya tapi dari hasil percakapan saya dengan beliau, beliau siap dengan segala resiko masuk PDIP," kata Junimart dilansir dari merdeka.com, Senin, 30 Mei.

Share: Ruhut ‘Poltak’ Sitompul Pakai Baju PDIP, Beri Sinyal Hengkang dari Demokrat