Isu Terkini

Bingung Kenapa Akhir-Akhir Ini Hujan Melulu? Begini Penjelasan BMKG!

OlehWinda Chairunisyah Suryani

featured image

Hi guys, terutama kalian yang tinggal di Jabodetabek, kalian nyadar enggak sih kalau belakangan ini beberapa daerah di sekitar ibu kota lagi sering-seringnya dilanda hujan lebat yang intensitasnya cukup tinggi? Nah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ternyata juga udah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah dalam beberapa hari ke depan. BMKG juga memprediksi kalau cuaca buruk ini bisa berlangsung setidaknya sampai Sabtu, 28 April.

“Seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin,” ujar Deputi Bidang Meteorologi-BMKG Mulyono R Prabowo dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 25 April.

Beberapa wilayah yang bakalan kerasa banget hujannya selain DKI Jakarta adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten hingga Jawa Barat. Hujan lebat juga berpotensi terjadi di Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, serta Papua.

"Serta potensi gelombang tinggi dua hingga empat meter,” sambung keterangan itu.

BMKG memperkirakan gelombang tinggi juga bisa terjadi di perairan barat Aceh, Pulau Simeuleu hingga Kepulauan Mentawai, Bengkulu-Enggano, dan bagian barat Lampung. BMKG memperkirakan potensi serupa bisa terjadi di bagian selatan Selat Sunda, bagian selatan Jawa hingga Sumbawa.

Penjelasan Dari Deputi Bidang Klimatologi BMKG

Berkembangnya aktifitas cuaca secara signifikan dalam beberapa hari terakhir ini dipengaruhi oleh dinamika cuaca lokal dan aktifnya aliran massa udara basah. Fenomena skala regional Madden Julian Oscilation (MJO) atau fenomena gelombang atmosfer tropis ini telah masuk pada fase yang membuat supply air meningkat.

“Saat ini fase basah (konvektif) MJO terpantau sudah berada di kuadran 4, di wilayah Benua Maritim Indonesia. MJO fase ini memberikan pengaruh dalam meningkatkan supply uap air yang berkontribusi pada pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Drs. Herizal, M.Si., ditulis dalam laman Bmkg.go.id pada Kamis, 26 April.

MJO kali ini juga menjadi salah satu pemicu pemusatan massa udara dan jalur pertemuan angin hingga terjadilah pertumbuhan awan yang signifikan di sekitar wilayah Indonesia. Dari sisi iklim, kehadiran MJO ini juga mampu meredam suhu panas di beberapa daerah yang sebenernya udah memasuki musim kemarau. Tetapi, kata Herizal, hal itu enggak mengartikan bahwa musim kemarau menjadi gagal atau tertunda.

Nah, MJO ini diperkirakan bakalan terus aktif sampai awal Mei mendatang. Setelah itu, kondisi atmosfer akan kembali cenderung kering, musim kemarau diperkirakan dominan di semua tempat di Pulau Jawa.

Share: Bingung Kenapa Akhir-Akhir Ini Hujan Melulu? Begini Penjelasan BMKG!